Jumat, 21 Maret 2014

FanFic I Remember 2/?

Ahaa~~~ Jae balik :3 nih ep ep.a yg jae janjiin
moga pd suka y :3 jae bakal post d ep bi besok :3
oKai deh langsung aj baca y, mian klo chapt sebelum.a kurang greget
ChenKaiD.O~~!!!

Eun ra pov

“masuklah” lagi lagi dia membentuk lengkungan dibibirnya itu. Dan itu pasti sudah cukup membuat teriakan keras sekumpulan fangirl.
“sirreo, pergilah dulu” tolakku
“sirreo, jika kau tak masuk, aku akan di sini menunggumu sampai kau masuk”
Argh! Dasar keras kepala!. Aku hanya bisa tersenyum malu. Lagi. Kami diam sambil terkadang saling lempar pandang.
“apa kau benar benar ingin aku tinggal bersamamu di rumahmu?” ucapnya dengan santai
JLEB...
Kali ini sebuah peluru yang menghantam keras kepalaku. Mungkin jika peluru itu benar benar menghantam kepalaku, pasti peluru itu akan membuat lubang tepat di dahiku.
“eh?, kalau begitu aku masuk dulu” ucapku  seakan tidak mendengar perkataannya tadi lalu segera masuk.
Kumasuki kamarku yang tidak terlalu besar ini dengan langkah yang berat. Perlahan aku berjalan ke jendela. Masih dapat kulihat sosok seorang idol itu. Ia yang menyadariku segera tersenyum lalu melambaikan tangannya dan memakai helmnya lalu pergi meninggalkanku yang masih leleh karena senyumnya. Kulemparkan tubuhku ke atas ranjang dan masih membayangkan sebuah senyuman. Sungguh, dia seperti seorang malaikat yang tersenyum hanya untukku. Dan dengan cepat otakku kembali mengingat sebuah nama ‘oh se hun’
“ kim eunra! Apa yang kau pikirkan?” ucapku sambil duduk ditepi ranjang. “sudah lebih baik memikirkan luhan, kenapa sehun?”
Aku beranjak dari kamarku dan pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhku dan pikiranku. Setelah aku merasa lebih baik, kuarahkan langkahku ke laptopku dan mengecek tugasku dan jae hi. Kulihat ada sedikit perubahan
“mwoya?, apa jae hi yang merubahnya?, tapi kapan?, apa mungkin...” sebuah nama terlintas di pikiranku dengan sangat cepat. “eits, tidak mungkin, aku tidak yakin iqnya lebih tinggi dari jae hi, tapi ini sepertinya lebih baik darinya, sudahlah, biar jae hi yang mengurusnya” kututup laptopku dan menyisakan beberapa pertanyaan di otakku.
-eun ra pov end-

Luhan pov

aku melangkah masuk ke dorm, dan ada apa dengan tempat ini. Dorm kosong, tak ada seorang pun disini. Dengan cepat kukeluarkan hpku dan menelpon manager
“yeobsseo?, hyung kenapa dorm sepi?, yang lain kemana?” tanyaku sambil duduk di sofa.
cepat ke rumah sakit pusat (apalah ini, author gak tau). Yang lain sedang disini” balasnya dari seberang
“mwo?, siapa yang sakit?”
sudah kemari saja, nanti kujelaskan, ppali!” nadanya yang terdengar sangat mengkhawatirkan itu membuatku berlari ke parkiran dan mengebut melewati jalanan seoul
Mataku menangkap sesosok xiumin hyung yang terlihat cemas di pintu utama rumah sakit, segera kuparkirkan motorku ini. Dengan cepat, kakiku mengarah ke xiumin hyung.
“hyung, siapa yang sakit?”
“aish, kau ini lama sekali. Kajja, ikut aku" ucapnya yang masih terlihat cemas dan berlari mendahuluiku.
Aku hanya bisa mengekorinya dan menyisakan satu pertanyaan ‘ada apa sebenarnya ini?’
Kami berhenti di depan UGD. Member yang lain ada di sini kecuali suho, chen, dan sehun. Dimana mereka. Terlihat wajah mereka sangat pucat. Kulihat manager yang duduk di bangku pojok dekat pintu.
“hyung sebenarnya ada apa?” tanyaku menghampirinya. Dia tak menjawab. “hyung!” seruku. Aku melirik ke member lain yang sebagian duduk dan sebagian menyandarkan diri di tembok sambil menunduk.
“sehun...” kudengar sebuah suara yang datang dari mulut baekhyun.
“wae?, ada apa dengannya?”
“dia didalam” sambung chanyeol yang duduk di sebelah baekhyun
“mwo?, apa maksud kalian?, kalian tidak berniat untuk mengerjaiku bukan?, ini bukan ulang tahunku”
“mereka serius. Sehun kecelakaan, dia didalam” kali ini manager yang bicara.
“mwo?. Lalu chen dan suho?, dimana mereka?, apa mereka juga terlibat dalam kecelakaan ini?”
“tidak, mereka ada pemotretan” sekarang lay yang bicara
“mwo? Disaat seperti ini?” kini aku terduduk lemas disamping kris. “kapan sehun kecelakaan?” tanyaku pada kris.
“tepat jam setengah tujuh barusan” sebuah suara asing menjawab pertanyaanku tadi. Seorang ahjusshi dengan dua wanita yang mengikutinya keluar dari ruang UGD.
“bagaimana keadaannya?” tanyaku cepat. Semua mata tertuju pada ahjusshi yang tadi menangani sehun.
“dia butuh oprasi secepatnya. Hantaman tadi cukup keras. Mungkin setelah operasi, beberapa memorinya hilang, dan jika ia tidak segera operasi, mungkin ia tidak akan bertahan lama di dunia ini. untuk lebih lanjut, mungkin manager mau ikut saya sebentar?” tanya dokter
“ah, ne” jawab manager.
“dok?, boleh kami melihat sehun?” tanya D.O
“silahkan” jawab dokter lalu pergi diikuti dua suster tadi dan manager.
Didalam, terlihat sehun yang terbaring lemas. Kepalanya terbalut perban, kaki dan tangannya hanya luka dan lecet. Beruntung wajahnya tidak mendapatkan lecet sedikit pun. Beberapa dari kami hanya dapat menahan air mata. Sialnya, aku sudah tidak dapat menahan air mataku yang sudah jatuh dari tadi. Ternyata kata ‘gentle’ tidak berlaku disaat seperti ini.
“sehun, kau telah berhasil membuat kami menjatuhkan air mata” lirihku sembari melangkah ke arah ranjang yang ditiduri sehun.
Alat bantu pernafasan terpasang di wajah sehun yang mulus itu. Selang infus tertancap di punggung telapak tangannya. Matanya masih tertutup rapat, rapat sekali sehingga tidak mengijinkan sedikit pun cahaya masuk kedalam.
“sehun-ah, kau harus janji kalau setelah oprasi, kau tak boleh melupakan kami semua, eoh?” aku menatap wajahnya dalam dalam
“sehun...” kami semua telah mengelilingi ranjang sehun.
Tao yang mudah terbawa suasana, pergi ke luar tunggu karena sudah tak kuat lagi. Mata chanyeol sudah berkaca kaca dan menutupi tangisannya di balik pundak baekhyun yang lebih pendek darinya. Lima menit lebih aku disamping sehun dengan baekhyun dan kai. Kami masih menunggu suara khas sehun keluar dari mulutnya hingga akhirnya manager datang dengan suho dan chen.
“yak, di saat seperti ini kalian masih bisa pemotretan, eoh?” celetuk baekhyun tiba tiba. Memang tadi ia tak menangis, tapi kuyakin dia pasti akan mengeluarkan air mata di dorm walaupun sedikit dan tak separah aku.
“mian, tuan lee yang meminta kami. Kalian tau sendiri bukan jika kita tidak menuruti perintahnya?” chen menunduk menyesal
“saat kami sedang di cafe dekat dorm, kami di hubungi oleh dua pihak. Satu dari tuan lee, dan satunya dari kris hyung yang mengabari tentang sehun” tambah suho yang dari tadi matanya terfokuskan oleh namja yang terbaring di tempat tidur.
“terserah kalian. Ah hyung, apa yang dikatakan dokter tadi?” tanya luhan membuyarkan lamunan managernya
“eh?, um..., dia hanya memberi tau kondisi sehun lebih detail, nanti di dorm akan kujelaskan. Lalu sehun akan di terbangkan ke hongkong untuk operasi dan masa pemulihan, dia akan berangkat lusa. Lebih baik kalian kembali ke dorm, tidak boleh ada yang menginap disini” manager menekankan kalimat terakhir sambil melirikku, karena ia sudah hafal apa yang akan kuucapkan. Aku hanya bisa mendengus kesal. “kai, baekhyun tadi kalian kemari bersama dengan member lain bukan? Mereka sudah ke dorm duluan, lebih baik kalian ikut mobilku bersama chen dan suho” kata manager lagi. “luhan, kau bawa motor kan?, kami tunggu di dorm ne”
Aku mengangguk mengerti lalu mengambil jaketku yang tadi ku taruh di kursi samping ranjang sehun. ‘sehun, hyung pergi dulu ne’ batinku lalu tersenyum kepadanya seakan sehun adalah kekasihku. “aku pergi” kataku dingin pada manager dan member yang ada di sini.
Skip à
Aku menaiki motorku sambil memikirkan seseorang yang akan kuajak bicara malam ini, tidak mungkin member exo yang lain karena pasti mereka akan tambah mengeluarkan air mata dan itu pasti akan sangat merepotkan. Kim eun ra. A..apa?, kim eun ra? Gadis yang baru kukenal itu?. Hum..., itu mungkin tempat yang bagus. Bukannya kembali ke dorm, aku segera berniat ke rumah gadis itu.
-luhan pov end-

Eun ra pov

“argh!, mwoya!, kenapa orang itu ada di pikiranku, eoh?” aku bangun dari ranjangku dan membenarkan kacamata besar bolong yang hampir jatuh dari hidungku. Oh se hun. Nama itu terus mengitari otakku. Wajahnya, senyumnya yang terlihat menyebalkan dan semua hal tentang dirinya. Padahal baru bertemu dua hari, orang itu terus mengganggu pikirannku. Tiba tiba eun ra teringat kata kata jae hi pada saat jae hi jatuh cinta.
‘jika kita sering memikirkan orang itu, itu tandanya kita sedang menaruh rasa terhadapnya atau mungkin, kita jatuh cinta kepadanya’ ia sengaja menekankan kalimat terakhirnya dan mendekatkan wajahnya ke wajahku.
“andwe, andwe, haha andwe!” seruku kegilaan. “ah sudahlah” aku itu melangkah ke depan cermin. Terlihat sosok gadis dengan sweater putihnya dan hotpants di kaca. Rambutnya yang hitam sepinggul dan mengombak sedikit di ujungnya, dibiarkan tergerai begitu saja. Wajahnya memang seperti ulzzang, tapi aku tidak yakin kalau aku ulzzang (aneh ya ._.v). poninya lurus menutupi dahinya dan kacamata bolong yang bingkainya berwarna hitam itu menghiasi wajahnya yang mulus.
‘ting...tung...’ bel rumahku berbunyi
“ugh..., siapa yang datang malam malam begini?” kulangkahkan kakiku ke pintu dan membukanya. Dan pemandangan apa yang  kulihat?. Namja yang berhasil membuatku beku dan leleh secara bersamaan. Sebenarnya dia mau apa sih?, apa dia benar benar akan menemaniku?, eit tunggu dulu apa maksudnya?, berpikir positif eunra, jangan berpikir yang tidak tidak, dia seorang idol, tak mungkin mengecewakan fansnya begitu saja. Aku terus melangkah ke gerbang kecilku sambil memikirkan yang tidak tidak, tapi kutepis pikiran seperti itu dengan cepat.
“waeyeo?, ada apa oppa kemari?” tanyaku sembari membuka gerbang. Disaat yang sama pada saat kubuka gerbang, namja itu menaruh kepalanya yang terasa berat baginya di pundakku. Aku yang kaget hanya bisa diam menunggu jawabannya. Perlahan kurasakan seperti ada air yang menetes di pundakku. Tunggu dulu, apa itu air liurnya, dan dia mengingau sampai kesini?. Apa ini?!
“hiks...” pelan aku mendengar suara tangisan tepat di telingaku. “eun ra-sshi...” ucapnya lirih disela sela menangisnya.
“oppa, kau menangis?, masuklah dulu, nanti ada yang melihat” aku mengajaknya masuk dan membuatkannya teh. aku duduk disampingnya yang sedang menahan tangis, tapi itu semua sia sia. “cerita saja” ucapku sok akrab. Bwuehehe -,-“
“sehun...”
JLEB
Kenapa nama itu lagi
“ada apa dengannya?” kulirik namja di sebelahku dengan tatapan penasaran. Sebenarnya ada apa dengan namja gila (peace lo ._.v) itu?, ada apa denganya?, kelihatannya sangat serius. Ugh kenapa aku jadi sangat khawatir begini.
“dia kecelakaan” kali ini dia menangis di pundakku.
Ah..., pantas saja dia menangis sampai seperti itu. Sehun ternyata kecelakaan. Yah tak ada salahnya dia menangis, karena kudengar dia sangat dekat dengan sehun, fans mereka sering menyebutnya hunhan shipper atau apalah itu aku tak mengerti.
“bagaimana keadaannya?”
“dia akan di operasi di hongkong lusa” kali ini dia menyandarkan dirinya di sofa yang kami duduki sambil menghapus air matanya dipipinya dan menatap langit langit rumahku.
“apa akan lama?”
“ya, sekaligus pemulihanya disana, mungkin akan memakan dua bulan atau lebih” air mata luhan mulai mengering.
Perlahan kepalanya jatuh ke pangkuanku. Dapat kurasakan rambutnya yang menyentuh lembut kulitku dan nafasnya yang berhembus pelan tepat di pahaku. Ugh sungguh ini sangat geli, tapi aku juga takut jika ia melakukan ‘apa apa’ kepadaku, aku masih polos. Eit!, lagi lagi aku berpikiran yang tidak tidak.
“biarkan aku bermalam disini” ucapnya seraya menutup matanya
JLEB.
Lagi lagi ada pisau menancap di tubuhku, kali ini di kakiku. Mataku membulat sambil mencoba melihat ke wajahnya yang tertutup rambut cokelatnya. Dia benar benar melakukannya. Kim eun ra!, berpikir positiflah.
“akan ku ambilkan bantal dan selimut” aku mencoba berdiri, tapi ia mencegahku dengan memperdalam kepalanya.
“tetaplah seperti ini dulu, tunggu sampai tidurku pulas. Tak apa kan?” kini ia melirik kecil kearahku. Aku hanya bisa mengangguk dan menyandarkan tubuhku di sofa.
Ugh..., aku mulai ngantuk, yang benar saja aku harus menunggu dia sampai pulas, yang benar saja aku harus begadang demi namja ini. tapi apa boleh buat, aku sudah terlanjur mengiyakan permintaannya tadi. Setelah aku menunggu aku menunggu aku menunggu (korban spongebob ._.v) akhirnya luhan tertidur pulas di pangkuanku, walaupun aku tak yakin jika ia benar benar pulas. Aku ingin berdiri dan mengambilkannya bantal dan selimut, tapi aku juga takut jika membangunkannya. Dengan sangat hati hati aku berdiri lalu menyelempitkan bantal di antara sofa dan kepalanya, lalu menyelimutinya. Aku tersenyum kepadanya, oh tuhan, bagai mana bisa kau membuat manusia seperti ini?, sungguh wajahnya terlihat sangat polos jika tidur, sepolos bayi yang baru lahir. Oh tidak!, aku hampir leleh. Kuangkat kakiku dengan cepat hingga ada yang menarik pergelangan tanganku. Aku kenal tangan ini, tangan luhan. Sekarang aku jatuh di atasnya. Jarak wajah kami hanya beberapa senti, entahlah mungkin jika aku tidak segera mundur sesuatu akan terjadi.
“mian, aku tak bermaksud” ucap luhan memalingkan wajahnya dariku
“ani, aku yang membangunkanmu. Apa aku harus menemanimu sebentar?” jleb!, apa yang kukatakan?. Sumpah demi apapun, mulutku secara refleks mengatakan itu.
Kini luhan tersenyum kepadaku. “tentu, kau sudah membangunkanku. Duduklah dibawah, mungkin itu akan memudahkanmu untuk pergi secara diam diam”
Ah~, baiklah ini lebih baik. Dengan segera aku duduk di bawah. Kepalaku dan kepala luhan bersebelahan. Mungkin jika aku menengok ke kiri dan dia mendongak ke atas sedikit, mata kami akan saling bertemu. Jujur, sekarang aku bosan, kulirik sebentar namja yang sedang tidur di sofaku. Wah~ wajahnya, tunggu tunggu, ada apa ini?, kenapa dia cantik? O.o sebenarnya luhan ini namja atau yeoja. Apa aku harus membuka bajunya?, bukan, bukan bagian bawah, tentu saja bagian atas sedikit saja. Bagian bawah terlalu mengerikan untuku. Kim eun ra!, apa yang sedang kau pikirkan?. Lagi lagi aku melirik ke arah idol itu lagi. Yah pantas saja banyak fansgirl yang meneriakinya, lihat saja wajahnya, dia tampan dan cantik sekaligus, dia memang ulzzang china.
Hm..., sepertinya dia sudah pulas. Baiklah, kulangkahkan kakiku ke kamarku dan menutup pelan pelan.
-eun ra pov end-

Author pov

Luhan membuka matanya sedikit. “dia sudah pergi, eoh?, padahal aku berharap dia tertidur disini” gerutu luhan yang menyadari kepergianmu.
Paginya, didapur sudah terdengar suara berisik. Luhan yang terbangun karena suara berisik di dapur, segera melangkah ke sumber suara. Terlihat seorang yeoja manis mengenakan celemek sedang memotongi beberapa sayuran.
“kau sudah bangun, oppa?, apa aku membangunkanmu?” tanyamu yang tidak mengalihkan pandangan dan perhatian dari masakanmu.
“ani, tidak sama sekali. Apa yang sedang kau masak?” tanya luhan yang duduk di meja makan.
“mandilah, setelah itu kita makan” kau tidak menanggapi pertanyaan luhan dan terus memasak. Kau  memasukan sayuran ke panci lalu menoleh ke luhan dan tersenyum.
‘lihatlah bibirnya yang manis itu tersenyum kepadaku, ditambah eye smilenya. Sungguh dia sangat manis, dan aku suka sifatnya, walaupun sedikit kekanakan saat pertama bertemu, tapi dia sepertinya sangat lembut dan penuh perhatian seperti seorang ibu’ batin luhan sambil terus tersenyum ke arahmu. “baiklah, aku mandi” luhan meninggalkanmu yang masih tersenyum melihat kepergiannya.
Setelah luhan mandi, ia sadar bahwa bajunya kotor semua. ‘argh!, apa yang harus kulakukan, yang benar saja aku harus mengenakan pakaianku yang kotor, itu menjijikan’. “eun ra-sshi!” luhan berteriak dari kamar mandi.
“wae?” kau  pun membalas sambil melangkah ke kamar mandi.
“baju, aku tak membawa baju” jawab luhan. Eun ra tak menjawab. “eun ra-sshi?” tanya luhan
“bukalah pintunya” ucapmu yang sudah ada di depan kamar mandi
“mwo?, apa yang sedang kau pikirkan?”
‘apa dia berpikir aku akan macam macam, eoh? -,-‘. “buka saja sedikit, aku bukan yeoja seperti itu, katamu aku polos bukan?” balasmu sambil mendengus kesal.
Pintu kamar mandi mulai terbuka. Luhan dikejutkan oleh tangan mungil seorang yeoja yang masuk sambil membawa beberapa pakaian.
“pakailah, itu milik kakakku, aku tak yakin jika itu semua akan pas ke tubuhmu” luhan hanya mengangguk dan mengambil pakaian yang kau pegang. Tanpa luhan sadari, bukannya dia memegang pakaian, ia malah menyentuh tangan eun ra. ‘hangat, mungkin karena dia sedang memasak’. “gumawo” luhan menutup pintu.
‘dasar, ternyata dia mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk memegang tanganku, eoh?’ batin eun ra dengan pedenya lalu melanjutkan acara masaknya.
Luhan telah menunggu di depan meja sambil menyalakan tv. Kau pun segera datang dengan dua mangkuk sup dan dua gelas air putih. “maaf, aku hanya memiliki ini”.
“tidak, ini lebih baik dari pada di dorm” kata luhan yang melihat eun ra menaruh supnya didepannya. Luhan segera melahap supnya. “ini bahkan lebih baik dari pada milik kyungsoo”. Kau tak membalasnya, karena kau telalu sibuk memakan supmu.
Skipà
Hari ini sehun akan tebang ke hongkong ditemani manager dan orang tuanya tentunya. Banyak member exo yang menangis karena akan ditinggal salah satu membernya. Paparazzi sudah memenuhi bandara, fans banyak yang membawa banner dengan doa dan semangat untuk sehun. jika saja sehun bisa melihatnya, mungkin dia akan tersenyum, tapi kini dia terlalu menikmati alam mimpinya.
“jaga diri kalian baik baik, untuk beberapa bulan, kalian tidak ada jadwal khusus, hanya ada beberapa pemotretan” kata manager. “suho, kris, jaga anak kalian baik baik” manager segera pergi menyusul orang tua sehun yang sudah naik dari tadi. Walaupun terdengar menyenangkan, tidak ada jadwal selama beberapa bulan, tapi itu juga akan sangat membosankan tanpa sehun.
~dorm exo~
Semua member berkumpul di ruang tv. Semua kecuali sehun. Mereka diam sambil melamun dan terkadang mereka secara bersamaan mengeluarkan sebuah suara “hah...” dengan wajah lesu. Parahnya lagi baekhyun dan tao, mereka terus berbicara tidak jelas tanpa henti. Jika bakehyun berhenti, tao yang akan bicara terus, begitu pun sebaliknya. Tiba tiba sebuah pesan masuk ke hp luhan. Eun ra. ‘eun ra?’ luhan membaca nama pengirim dan isi pesan dalam hati
oppa, bagaimana keadaan sehun?
~eun ra~
Hpmu bergetar, dan itu dari luhan.
dia sudah ke hongkong. Hei di dorm sangat sepi seperti kamar mayat. Kami seperti zombie.  Mainlah kemari, akan kukenalkan ke member exo yang lain ^^

Dengan cepat kau balas pesannya yang membut matamu terbuka dengan bulat sempurna.
apa kau yakin?”
Dan luhan membalasnya dengan cepat
tentu saja, kemarilah. Bukan berarti kalau image kami sebagai wolf akan melukaimu. Cepatlah kemari. Ppali ppali!”
Skipà
~dorm exo~
Luhan mendapat pesan lagi setelah beberapa menit
aku sudah di depan dorm kalian, aku takut untuk masuk, bisakah kau yang keluar?”
Namja itu tersenyum dan berjalan ke arah pintu diikuti oleh pandangan penuh tanya dari member lain.
“yak!, luhan!, mau kemana kau?” tanya kris yang dari tadi memeluk ace
“akan kuperkenalkan kalian kepada seorang yeoja, kalian mau”
Seakan kalimat luhan barusan itu sebuah sihir, semua member membulatkan matanya masing masing, walau pun tak sebulat milik kyungsoo dan menegakkan tubuh mereka.
“apa dia cantik?” kai yang mulai mengeluarkan suara
“apa dia pintar memasak” kali ini D.O
“apa dia menyenangkan?” baekhyun berdiri dari duduknya untuk bersiap siap menyambutmu.
“kalian lihat saja nanti, jangan pernah befikir untuk melakukan sesuatu yang gila pada yeoja ini, eoh?” luhan menekankan kalimat terakhirnya sambil melirik ke arah kai dan D.O
“kenapa dia melirik kami dengan tatapan seperti itu, ha?” kai bersandar di pundak D.O yang lebih pendek darinya. Luhan hanya tersenyum palsu lalu pergi ke pintu
“yak!, kenapa lama sekali?” gerutumu kesal pada luhan yang membuka pintu.
“kajja” kini namja itu menarik pergelangan tanganmu
Kalian berjalan beriringan. Luhan menaruh tangannya di pundakmu dan mendorong pelan tubuhmu ke ruang tv. Satu per satu mata di ruangan itu mulai terfokuskan padamu, kecuali sepasang bola mata milik kai, dia masih asyik dengan gadgetnya. D.O menyenggol lengan kai dengan sikutnya beberapa kali.
“jongin-ah” D.O masih menyenggol lengan kai
“mwo~?” kai mulai merasa teganggu dan melirik ke D.O. telunjuk D.O mengarah tepat ke arahmu. Mata kai pun mengikuti arah telunjuk D.O.
Perlahan kaki namja tadi melangkah ke arahmu. “annyeong, jongin imnida” namja itu mengulurkan tangannya dan kau menjabat tangannya. Dengan cepat tanganmu ditariknya keatas tepat didekat bibirnya. Dengan cepat pula luhan mengambil tanganku kembali yang sepertinya akan terkena bibir jongin.
“yak!, sudah kubilang” luhan mencubit perut kai dengan keras dan sukses membuat kai menggeliat kecil
“wae hyung?, apa dia yeochingmu, eoh?” partanyaan kai berhasil membuatmu melotot ke arahnya. Kai yang menyadari itu segera berkata. “eit, kurasa tatapan yeoja ini mengatakan ‘tidak’, benarkan nona?” jongin tersenyum tulus ke arahmu
Kau hanya mengangguk lega dan membalas senyumnya.
“terserah kau jongin, yang penting eun ra akan menjadi milikku”
JLEB!
Lagi lagi kau merasakan pisau meluncur tepat di punggungmu. ‘apa dia sama seperti sehun?, namja gila yang ugh sudahlah tidak penting. Tapi ini lebih parah, dia mengatakan dengan pedenya di depan member exo yang lain’ batinmu
“jadi gadis ini masih bebas kan?, kalau begitu um..., tadi namamu eun ra bukan?” tanya kai padamu dan hanya kau balas dengan anggukan kecil. “kalau begitu kajja”.
Kai menarikmu ke arah sofa dan mendudukanmu diantaranya dan suho.
“apa kau masih kuliah?” tanya suho
“nde” jawabku singkat
Lama sekali kalian berbicara tentang banyak hal sampai melupakan insiden sehun. Dan yang paling banyak berbicara adalah baekhyun. Dia bercerita sambil melakukan aegyo. Member lain sering bicara “ya..., hentikan aegyomu itu” jika terasa risih dengan aegyo baekhyun yang berlebihan.
-author pov end-

Eun ra pov

“hyung..., aku lapar” rengek kai yang ada di sebelah D.O dan mulai bosan dengan celotehan baekhyun
“argh..., masaklah ramen sendiri, aku sedang malas” jawab D.O sambil menenggelamkan dirinya ke sofa.
“hyung jebal~” kini kai yang melakukan aegyo. Agak aneh memang.
“apa kalian lapar?” tanyaku sambil memandang member exo satu satu
“ne!” seru mereka semua serentak sperti anak tk 
“akan kumasakan kalian sesuatu” aku bangkit dari dudukku dan berjalan ke dapur dan menguncir rambutku yang tadi kubiarkan tergerai dan dimainkan oleh tao.
“aku bantu ya” terdengar suara D.O yang melangkah mendekat ke arahku
“ya hyung, bukannya tadi kau bilang sedang malas, eoh?”
“diamlah atau tidak boleh makan” D.O menatap tajam meber exo yang lain
“dasar”  baekhyun mencibir
Aku hanya bisa tersenyum menlihat dan mendengar sikap member exo. Apa aku benar benar membuat mereka lupa tentang sehun?. Kurasa aku akan sangat di butuhkan disini. Kubuka kulkas yang ada di dapur, dan apa ini?, apa yang aku lihat?, hampir semuanya makanan instan -,- apa tidak ada yang lain?. Aku mencoba menemukan sesuatu di kulkas.
“apa kalian selalu memakan makanan instan?” tanyaku yang masih sibuk di depan kulkas
D.O yang berdiri di depan meja dapur sambil memainkan jarinya segera menjawabku. “aniyeo, jika aku malas memasak untuk mereka saja”. Namja bernama asli kyungsoo itu melirik member exo yang yang ada di ruang tv lewat jendela kecil dengan kaca yang menghadap langsung ke ruang tv. Dilihatnya member exo lain yang sedang membicarakan beberapa lelucon kecil, D.O yang melihatnya hanya tersenyum kecil, dan pada saat yang sama aku meliriknya, aku pun tanpa sadar tersenyum untuknya dan kembali ke kulkas. Ugh...aku hanya bertemu beberapa sayuran di kulkas.
Kulahkankan kakiku ke beberapa rak dan lemari di dapur ini. Tebak apa yang kulihat dari semua lemari yang kubuka, semua kosong, kecuali satu lemari penuh dengan makanan instan.
“apa maksud oppa dengan ‘jika aku malas’, eoh?, apakah kulkas dan semua lemari disini menjelaskan bahwa oppa setiap hari malas memasak untuk mereka dan hanya hari tertentu oppa masak untuk mereka?” tanyaku menatap namja pendek yang masih berdiri
D.O hanya meringis dan menunjukkan bibirnya yang berbentuk hati. “kami belum berbelanja”.
“kalau begitu kita terpaksa makan ramyun”
Segera kuambil dua belas ramyun di lemari dan menaruhnya di meja dekat D.O berdiri. Matanya yang membulat menatap tajam bungkus bungkus ramyun yang kujatuhkan di atas meja.
“oppa, tolong ambilkan beberapa sayuran di kulkas”
Beberapa menit kemudian semua ramyun sudah jadi, um sebenarnya bukan beberapa menit, karena jumlah ramyun yang kita masak dua belas. Kami membawa ramyun ke ruang tv d bantu oleh suho dan lay. Baekhyun dan chanyeol mulai rusuh karena makanan.
“wah enak, lebih enak dari pada milik D.O” baekhyun yang memakan duluan segera membuka mulut.
“yak!, makanlah saja jangan banyak bicara” D.O memukul kecil baekhyun dengan sumpitnya yang masih bersih.
2 bulan sudah aku menemani member exo yang kadang kesepian karena sehun. Suho yang terkadang mengajakku bermain game, chanyeol yang juga sering ngerapp gak jelas untukku, D.O yang sering memasak bersamaku untuk member exo, tao yang kadang menganggapku sebagai eonma -,- dan lain lain, yang paling sering bersamaku adalah luhan, entah dia yang kesepian tanpa sehun atau bagaimana, hubungan kami semakin dekat, seakan akan dia menganggapku sebagai yeochingnya, bahkan kami pernah kepergok jalan berdua di taman oleh member exo, dan karena itu pula semua mengira kami berpacaran, tapi itu lebih baik dari pada kepergok oleh netizen, pasti itu akan membuatku di bully oleh fangirl luhan dan skandal bertebaran dimana mana, mengingat popularitas exo sedang naik. Tapi ada satu yang mengganggu di pikiranku setiap jalan dengan luhan oppa, yaitu namja dengan nama oh se hun terus mengitari kepalaku. Dia seakan meninggalkan sesuatu yang tak bisa hilang dariku. Tapi juga terkadang aku mengingat nama luhan. Jae hi sudah tau semua, dia pun sudah berjanji padaku untuk merahasiakannya. Saatku curhat dengan jae hi, dia hanya bicara sambil menggebrak meja yang ada di antara kami dan mencondongkan tubuhnya ke depan lalu menatapku tajam “itu artinya, kau berada di dalam cinta segitiga. Kau berdiri di atas dua perahu kim eun ra” yap, masih kuingat tatapannya yang membuat merinding.
-eun ra pov end-

Author pov

Seorang namja berjalan ke arah kursi tunggu di bandara. Wajahnya tertutup masker dan kacamata hitam, jadi tak ada seorang pun yang mengenalnya. Ia taruh kopernya yang tak bisa dibilang berat itu di samping kakinya dan duduk dengan pelan. Tangannya masuk ke kantung kemejanya, dengan cepat nampak sebuah smartphone keluar. Tangannya dengan cepat memasukkan sebuah nomor yang akan ia hubungi.
“hyung, eoddiga?”
~rumahmu~
Hari ini member exo datang kerumahmu, sering sekali member exo datang satu persatu ke rumahmu dengan keperluan yang tidak penting. Beberapa dari keperluan tidak penting itu adalah numpang masak dengan alasan kompor di dorm rusak (kelihatan ini D.O), nitip ace alasannya ace takut sendiri (gak masuk akal ini mah -,-), datang Cuma minta dibeliin bakpao (hehe, ini jelas y *lirikxiumin*), parah lagi baekyeol couple, mereka Cuma numpang pipis -,- mereka sering datang dengan watadosnya, dan lain lain yang mungkin gak masuk akal dan gak penting.
Sekarang member exo sedang menunggu sebuah piring besar penuh ayam dariku dan D.O.
“ya D.O-sshi!, cepatlah” terdengar suara sang leader mulai kelaparan
“jamkkanman!”
“yak!, jangan berbuat macam macam!” kali ini luhan dengan nada jealous.
“memangnya kau pikir aku ini apa, eoh?” D.O keluar dengan piring yang penuh dengan ayam goreng.
“chicken!” kris menyambut hangat ayam yang D.O taruh di meja
“yak!” kau mencegah kris yang tangannya siap menyentuh makanan itu. “chicken isn’t your style, oppa?” kau mengungkit kejadian pada episode pertama exo’s showtime
“bagaimana kau tau?, katamu kau bukan penggemar kami”
“sejak aku mengenal kalian, aku mecoba untuk mengenal kalian lebih jauh dengan menonton acara itu” kau mulai menikmati ayammu sambil menonton film yang yang dibawa lay untuk ditonton di rumahku.
“itu masa lalu, biarkan aku menikmati ini” balas kris
“chicken isn’t my style yeah~” chanyeol mulai ngerapp tak jelas.
~di depan rumahmu~
Terlihat namja tengah memencet bel rumahmu. Dia yang sadar bahwa gerbang kecilmu tak dikunci segera masuk ke halaman rumahmu. Xiumin yang jaraknya paling dekat dengan pintu segera membuka pintu rumahmu. Mata xiumin melebar saat melihat namja yang berdiri di depan pintu rumahmu.
“oppa, siapa yang datang?” teriakmu dari dalam dan tidak mendapat balasan dari xiumin. Kau pun bangkit dari dudukmu dan menghampiri xiumin. “oppa, siapa...” kali ini matamu membulat sempurna, pantas saja xiumin tidak menjawabnya.
“yak!, siapa yang datang eoh?”. “siapa?”. “kenapa kalian diam?”. Satu persatu pertanyaan dilontarkan dan pada akhirnya mereka (member exo) semua berjalan ke arah kami.
“annyeong...” senyum menyebalkan itu terlihat lagi
“sehun...” luhan mendekat ke sehun dan melewati xiumin yang masih diam.
Dengan cepat luhan memeluk dongsaeng kesayangannya itu. Sehun memasang wajah bingung. Kalian yang melihatnya hanya diam menatap tak percaya akan secepat ini.
“neon nuguya?”
 Pertanyaan yang terlontar dari bibir sehun membuat luhan melepaskan pelukannya. Luhan menatap sehun penuh tanya. Matanya fokus menatap sehun dengan tajam. Sehun pun melirik ke arahmu dan tersenyum lalu berjalan ke arahmu diikuti oleh tatapan aneh, bingung, dan tak percaya dari member exo yang lain. Luhan masih menatap kosong ke luar.
“tugas yang ada di flashdiskmu, ada yang kurevisi” katanya dengan senyumnya.
“flashdisk?”
“iya, flashdisk biru yang kupinjam dulu, kau harus berterima kasih dengan memberi tau namamu, aku belum tau namamu sejak awal kita bertemu”
‘dia mengingatku?, tapi tidak untuk member exo?’ pertanyaan itu mengitari otakmu

‘dia mengingat eun ra dan melupakan aku?, kenapa sehun?’ luhan melirik ke arah sehun yang tersenyum ke arahmu


gimana? gimana? msh kurang greget????, duh mian ne, jae lg sibuk bgt, jd pikiran jae melayang kemana mana -,-
sekian dulu deh, jae balik ke alam jae dulu ya *tuing *ngilang (efek suara gagal #abaikan)
#kyjae