Tampilkan postingan dengan label Suho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suho. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juni 2014

FanFic Angel 2/?

lanthung aj yeth :"v

PREVIEW


“la...lama? Sebenarnya kau siapa? Apa maumu? Dan kenapa nada bicaramu seperti orang yang sudah kenal denganku cukup lama?” ucapku gugup dan mencoba untuk menatap tepat pada matanya
“sudah lama sekali aku menunggumu di sini hye.  Aku terus menunggu diatas, hingga Tuhan meperbolehkan aku turun ke bumi dan bertemu denganmu, dan lagi lagi aku harus menunggu, mauku sangat sederhana, aku hanya ingin bertemu dengan cinta pertama sekaligus cinta sejatiku dan aku butuh bantuanmu, aku mengenalmu cukup lama hye, bahkan sebelum kau lahir di dunia ini, kau sering bermain denganku di atas sana” jelas namja itu panjang lebar, sedangkan aku hanya cengo mendengarnya
Menunggu? Bertemu denganku? Cinta pertama sekaligus cinta sejatinya? Sebelum aku lahir? Diatas sana? Sebenarnya siapa dia?

CHAPT 2


Author pov


hyesoo terus saja melamun. Otaknya tidak bisa berfikir untuk saat ini. semua terasa berhenti bagi hyesoo. Kalimat namja itu membuat otak hyesoo diam.
“ah..mungkin kau lupa denganku” ucap namja itu yang membuat hyesoo menoleh. “suho, kim joonmyeon, kau ingat?” tanya namja itu
“suho? kim joonmyeon? Nugu?” otak hyesoo masih saja belum berjalan dengan sempurna.
“namaku kim joonmyeon, namun kau lebih suka memanggilku suho” jelasnya susah payah.
Hening. Hye masih saja diam. Mungkin kali ini dia lebih lamban dan bodoh dari pada luhan. Otaknya terus dipaksanya untuk bekerja, jika saja ini hye adalah salah satu karakter manga, mungkin akan ada asap yang keluar dari kepalanya.
Chu~
Dengan cepat suho menempelkan bibirnya dengan bibir hye lagi. Hye yang tadinya diam, shock dengan kelakuan suho. Didorongnya suho hingga tejatuh dari ranjang. Hye yang sadar kalau selimutnya tidak ikut tertarik dengan suho, segera ia lemparkan selimutnya untuk menutupi tubuh suho.
“yakk! Apa yang kau lakukan?” bentak hye
“aku lapar, maka dari itu aku menciummu, lagi pula yang pertama kali melakukannya adalah kau bukan?” balasnya sambil memposisikan dirinya hingga terduduk di lantai, menampilakan dada bidangnya.
Mata hye tetap fokus kepada wajah suho, dan tidak bernafsu sedikit pun untuk melirik kebagian bagian lain. Kini tatapan hye semakin tajam, membuat semua orang yang ditatapnya merasa ditusuk, tapi tidak bagi suho. Suho malah membalas tatapan hye dengan senyum idiotnya.
“bodoh! Jika kau lapar, bilang saja, apa begitu caramu meminta makanan? Dan lagi, aku memulainya karena terpaksa agar baekhyun oppa tidak melihatmu”
“aku memakan ketulusan orang saat berciuman denganku, jika orang itu menciumku dengan nafsu, itu sama saja seperti aku memakan satu butir nasi. Tapi kau, tadi selama kau berciuman, tidak ada nafsu sedikit pun, tapi rasanya hambar, karena kau melakukannya dengan keterpaksaan dan yang kedua kau menolakku mentah mentah”
Hye yang tidak mengerti hanya diam sambil menatap namja yang ada di depannya itu dengan tatapan aneh.
“intinya, aku mengisi tenagaku dengan ciuman” kalimat itu sukses membuat mata hye membulat tak percaya, pikirannya mulai melayang kemana mana.
“termasuk pria? Kau juga mengisi tenagamu dengan berciuman bersama pria? Apa pria juga bisa menambah tenagamu?” kali ini pikiran hye mulai gila
Hening.
“huahaha!!!” sebuah tawa memecah keheningan. Suho tertawa hingga terguling guling di lantai. “haha..hh...tentu saja tidak!! Aku masih normal, bodoh!! Tapi jika keadaannya mendesak, apa boleh buat” jelasnya dengan wajah tanpa dosa.
“mendesak?” ucap hye palan lalu menghilangkan pikiran negativenya itu. “lalu sekarang apa?” tanya hye pada suho.
“pertama, beri aku pakaian, saat ini aku butal” hye yang kembali menyadari keadaan tubuh suho, segera berlari keluar apartemen dan masuk ke apartemen kakaknya.
Hye mengambil kemeja putih yang sedikit kebesaran bagi oppanya, celana pendek hitam, dan tentunya dalaman. Sebenarnya hye agak jijik jika memegang dalaman orang lain, meskipun itu sudah dicuci sebersih bersihnya dan meskipun itu milik oppanya. .
“mian, aku sedikit lama” ucap hye sambil melempar pakaian baekhyun ke arah suho lalu berjalan ke arah dapur dan meninggalkan suho di kamarnya. “cepat pakai baju itu, aku mau ambil makanan, tenang saja aku tidak akan mengintip”
Skipà
“Kau tak makan?” tanya hye sambil memasukkan jjajangmyeon ke mulutnya
“aku sudah kenyang, bukankah tadi sudah kau beri makan?” ucap suho sambil memeperhatikan hye yang sibuk mengunyah
“uhuk!” kalimat suho barusan membuat hye tersedak. “ja..jangan bicarakan itu lagi” ucap hye gugup lalu meminum air yang ada di sebelahnya.
“percuma saja, karena setiap hari kita akan melakukannya”
ZZZRRSSHH...!
Lagi lagi kalimat suho membuat hye tersiksa dan sukses menyemburkan air ke sembarang arah dari dalam mulutnya yang belum sempat ia telan. Hye segera mengambil tisu dan membersihkan air yang tersisa di daerah mulutku.
“yakk! Aissh...sudahlah, aku jadi tak nafsu makan” hye hendak beranjak dari duduknya dan menaruh piringnya yang masih ada sisa jjajangmyeonnya, namun tangannya ditarik oleh suho yang tadi duduk disampingnya, dan hasilnya hye jatuh di pelukan suho dengan tidak elitnya.
“tetap seperti ini dulu” ucap suho saat dirasanya tubuh yang ia peluk mulai memberontak. “aku...”
Entah kenapa kali ini hye diam dan menuruti perkataan suho. Hye diam menanti lanjutan kalimat suho.
“aku haus” lanjutnya sambil menenggelamkan wajahnya di perpotongan antara bahu dan leher hye.
“m..mwo?, jangan bilang jika kau menghilangkan rasa hausmu dengan berpelukan” hye segera melepaskan dirinya dari suho, dan suho hanya tersenyum seperti anak kecil yang menuruti perintah ibunya. “oh god..., sebenarnya kau ini apa?”
“apa aku perlu menjelaskannya?” tanya suho yang dibalas dengan death glarenya hye. “arra arra, akan kuceritakan, ah ani... kau harus melihatnya secara langsung, kajja” suho menarik hye ke arah kamar mandi.
“yakk!, apa yang akan kau lakukan, eoh?, apa kau mau macam macam?” berontak hye saat ia sadar bahwa dia diseret paksa oleh suho.
“bukankah kau ingin mengetahui asal usulku? Diamlah, aku tidak akan macam macam”
‘dia berasal dari kamar mandi? Menjijikkan’ itulah yang ada di pikiran hye
Hye memberontak kecil dan sesekali mengumpat tak jelas. Suho seakan tak mendengar umpatan umpatan yang keluar dari mulut hye, tetap menarik tangan hye, walaupun sudah berada di depan pintu kamar mandi. Suho menghembuskan nafasnya dengan berat dan menatap sejenak pintu kamar mandi.
“yakk, kau ini ingin buang air? Apa harus ditemani? Cih, apa kau gi...”
“ini berat” potong suho cepat saat menyadari hye sedang mengoceh ria.
“apa maksudmu? Ah sudahlah aku capek, besok saja kau ceritakan asal usulmu itu” hye yang hendak pergi, memutar balikkan tubuhnya saat ia merasakan ada sebuah cahaya di belakangnya.
Hye membelakkan matanya saat ia sadar bahwa cahaya itu berasal dari kamar mandinya. Suho yang awalnya menatap kosong ke arah kamar mandi, menoleh ke arah hye sambil tersenyum.
“kajja” kali ini suho mengulurkan tangannya pada hye, dan secara refleks, hye membalas uluran tangan suho.
Suho yang menyadarinya, tersenyum pada hye yang sedang menatap aneh padanya. Suho menarik hye masuk ke kamar mandi. Saat melewati pintu, pemandangan yang diterima hye sangatlah berbeda, dia berada di salah satu gedung olah raga sekolah.
“su...suho-sshi, dimana kita?” tanya hye sambil menarik ujung baju suho-baju baekhyun-.
Bukannya menjawab pertanyaan hye, suho malah tersenyum dan menarik hye keluar gedung dan mengarah ke taman yang berada di belakang gedung. Terlihat seorang namja dan yeoja disebelahnya bernyanyi dengan diiringi gitar yang dimainkan sang namja. Mereka duduk di kursi taman dan membelakangi suho dan hye.
‘I love you neoreul saranghae
chama hajimotan mal
ddeollineun gaseumi nae mami
neul sumgyeowatdeon geureonmal
’
Hye berjalan mendekat, berniat untuk melihat siapa namja dan yeoja itu. Suho hanya mengikuti dari belakang. Mata hye mebulat saat ia mengetahui siapa namja yang sedang bermain gitar itu.
“su...suho-sshi...”
“Keurae, namja itu aku, dan yeoja itu...” suho berhenti sejenak, menesah pelan. “dia adalah hoobaeku sekaligus cinta pertamaku”
‘I like you neoreul johahae
meotjin keun namucheoreom
eonjena pyeonanhi naegyeote
nal jikyeojuneun geureon neol
’-myungsoo ft yerim ~ love u like u-
Hye terdiam sebentar. Memikirkan kenapa dua orang yang ada di depannya tidak menyadari keberadaan hye dan suho yang jelas jelas ada di depan mereka.
“kita tidak terlihat hye, kita bagai hantu” ucap suho yang ada di sebelahnya, seakan dapat menjawab pertanyaan yang terus mengitari otak hye. “ayo ke bulan desember, kau akan tau apa yang terjadi hingga aku menjadi seperti ini” suho menggenggam tangan hye dan tersenyum.
Hye memperhatikan suho yang terus tersenyum padanya, hingga ia tak menyadari bahwa mereka sudah berada di tempat yang berbeda. Ini di daerah gangnam, namun berbeda dengan gangnam yang sekarang.
“dua puluh desember, sembilan ratus sembilan puluh” ucap suho tiba tiba yang mengagetkan hye yang melamun melihat jalanan agak tertutupi salju.
“ini gangnam?, tahun sembilan puluh?”
“ayo ke bagian yang menarik” tangan suho menarik tangan hye dan mengajaknya ke dekat perempatan jalan.
Hye hanya diam dan menatap suho aneh. Tiba tiba jari telunjuk suho mengarah ke suatu titik. Hye yang menyadarinya mengikuti arah jari suho. Hye diam, memperhatikan sepasang kekasih yang tengah berpelukan.
“itu bagian menariknya? Oh ayolah suho-sshi, itu tid—“
“dengarkan mereka”
Hye langsung diam saat suho tiba tiba memotong kalimatnya. Hye mulai mempertajam indra pendengarannya, matanya pun menyipit, mencoba melihat siapa sepasang kekasih itu, karena sekarang sedang hujan. Matanya membulat saat mengetahui siapa namja itu. Suho. Suho yang lain seperti tadi. Yeojanya pun juga tak berbeda, sama seperti tadi yang hye lihat.
“oppa mianhae...” akhirnya yeoja itu mengeluarkan suara.
“ani..., kau sudah berjanji padaku deer”
“berhenti memanggilku seperti itu oppa”
“aku tidak akan pernah berhenti deer”
Yeoja itu menatap mata suho yang lain, yang sebelumnya menatap ke arah manapun kecuali namja yang ada di depannya. Matanya berair, dan perlahan setetes liquid jatuh dari pelupuk mata kanannya, dan jatuh pada pipinya, bercampur dengan air hujan yang sudah lama mengguyurnya.
“andwe..., jangan menangis..., jangan biarkan mata indahmu mengeluarkan air mata, yiji-ah. Deer berhentilah menangis” suho yang lain mengusap pipi yeoja yang ada di depannya yang disebut yiji atau deer. Lalu perlahan ia membawa yeoja itu dalam pelukannya.
“aniyeo oppa, aku tak bisa, karena pada akhirnya aku akan kehilangan dirimu”
“jika kau tak ingin kehilanganku, maka ikutlah denganku pergi dari negara ini”
Walau tak terlihat jelas, namun terlihat pergerakan kecil pada kepala sang yeoja. Kepala sang yeoja yang awalnya mengangguk, dengan cepat ia mengubah gerakan itu menjadi gelengan yang pasti. Ia melepas dekapan sang namja secara paksa.
“tidak ini salah oppa...” lirihnya pelan sambil melangkah mundur menjauhi sang namja dengan perlahan. Sedangkan disisi lain, hye dan suho sedang berusaha mendengar percakapan sepasang kekasih itu. “ini salah oppa..” yeoja itu semakin bergerak mundur sambil menatap sang namja.
Dan seperti pada drama-drama dan fanfiction yang hye lihat, yeoja itu sudah sampai pada jalan raya, dan lagi, ia tak berada di zebra cross. Sebuah mobil melaju dengan cepat dan terlihat ugal ugalan dari sisi kanan yeoja, diikuti dengan beberapa mobil polisi yang sirenenya berbunyi nyaring.
Hye yakin akan ada terjadi kecelakaan. hye melirik suho sebentar. Ditatapnya suho yang masih fokus pada sepasang kekasih itu.
Sang namja masih membeku. Posisinya masih sama, berdiri tegak, menatap sang yeoja yang masih berjalan mundur mencoba menyebrangi jalan. Bodoh memang, kenapa yeoja itu tidak segera berbalik dan berjalan maju, tidak bukan berjalan, tapi berlari.
Dan tepat pada saat suara klakson mobil yang hye yakini tengah dikejar oleh polisi berbunyi, namja itu langsung tersadar bahwa sang yeoja masih ada dijalanan. Sang namja memiliki dua pemikiran, pertama yeoja itu ingin mengakhiri hidupnya, atau tidak sadar dengan keadaannya saat ini.
Dengan cepat, sang namja berlari ke arah sang yeoja dan mendorong tubuh mungil sang yeoja hingga jatuh (dengan tidak elitnya -_-) di atas jalanan aspal yang basah karena guyuran hujan dan dingin seperti hati orang tuanya. Sedangkan detik berikutnya, tubuh sang namja jatuh dan terlindas oleh mobil yang bisa dibilang kecil. Mobil itu tak menganggapnya penting dan terus melaju, menghindari kejaran polisi yang beberapa berhenti untuk meringkus tubuh sang namja.
Tangannya hancur, kepalanya pecah, dan hanya ada sekitar sepuluh sampai lima belas persen dia masih hidup. Separah itukah kecelakaan, tidak maksudnya tabrak lari itu?
Hye diam pada tempatnya, takut melirik atau pun mengintip kejadian yang terjadi di balik tubuh suho yang sedang berada bersamanya. Entah sejak kapan tubuh suho menghalangi pengelihatannya dari kejadian barusan. Menutupi pengelihatan hye dengan memeluknya dari depan.
“ayo kembali, aku tak ingin kau melihat bagian setelahnya” lirih suho pelan sambil terus memeluk hye. Sedangkan hye hanya mengangguk menurut, ia menenggelamkan kepalanya pada dada bidang suho.
“kita sudah sampai” ucap suho dan otomatis kepala hye terangkat. Ia langsung melepas dekapan suho dan jatuh terduduk di atas sofanya.
“cepat sekali, bukankah tadi kita masuk ke kamar mandi?” ucap hye pelan sambil menatap ke sembarang arah, asalkan tidak pada namja yang sekarang berada di depannya.
“kau lupa siapa aku?” suho mendaratkan pantatnya dengan kasar di samping hye, dan itu membuat hye hampir terlonjak kaget dan langsung menatap ke mata suho.
Suho yang awalnya menatap lurus kedepan, memalingkan wajahnya ke hye, lalu mendekatkan wajahnya pada hye. Hye yang melihat pergerakan suho, dengan cepat memundurkan wajahnya.
“kurasa itu tidak perlu di bahas karena kau sudah tau jawabannya byun hyesoo, yang penting sekarang adalah...” suho sengaja menggantungkan kalimatnya. Hye semakin menatapnya dalam dalam. “yang penting sekarang aku lapar~” rengek suho pada hye.
“m...m...mwo?, apa maksudmu?” semburat merah terlihat jelas pada pipi hye.
“oh ayolah hye... kita sudah pernah melakukannya” rengek suho sekali lagi dan kini ia agak mundur dari posisinya
“ta...tapi suho-sshi... hhmmpt...!” bibir mungil hye dibungkam oleh benda kenyal milik suho.
Suho sudah tak peduli lagi dengan hye yang terus meronta, perutnya sudah menyiksanya sejak beberapa menit yang lalu. Tangan kanannya yang menganggur, ia pakai untuk manahan kedua tangan hye yang terus memukul dada suho, sedangkan kakinya, menjepit kedua kaki hye. Posisi suho sekarang menindih hye, dan itu membuat hye tidak bisa bergerak sama sekali. Tangan kiri suho? Ia gunakan untuk meraih tengkuk hye, memperdalam ciumannnya yang lama kelamaan menjadi lumatan lumatan lembut lalu beralih menjadi ciuman liar pada saat lidah suho berhasil memasuki mulut hye yang kecil
Suho melepaskan ciumannya dan menatap hye dari atas. hye terlihat terengah engah dan wajahnya merah seperti kepiting rebus, begitu pun juga suho. Dapat mereka rasakan deru nafas masing masing. Suho mendekat ke arah telinga hye dan membisikkan sesuatu.
“cobalah untuk tulus dan relaks, tenanglah, aku tidak akan melakukan lebih dan tidak akan menyakitimu. Acara makanku agak terganggu” mata hye agak membulat pada saat mendengar kata makan. Berkali kali hye mencoba untuk berpikir positif.
Lagi, suho mempertemukan bibirnya dengan milik hye. Tapi kali ini berbeda, hye mulai menikmati ciumannya, bahkan ia mulai membalas setiap ciuman dari suho, tapi tetap suho yang unggul. Saat dirasa hye mulai relaks, suho mulai melepaskan cengkramannya pada tangan hye. Entah sejak kapan tangan hye pun sudah menggantung pada leher suho.
“s..suho..-sshi... ssesak...” suho yang mendengar suara yang berasal dari bibir mungil hye, segera melepaskan bibirnya dari hye.
Lagi. Suho menatap hye dari atas dan mereka saling bertukar nafas. Setelah mengatur nafasnya, suho tersenyum pada hye lalu mendekat ke telinga hye.
“gumawo, aku lebih kenyang sekarang. Jika kau melakukannya dengan tulus, aku akan memintamu sekali dalam sehari” kalimat suho barusan membuat hye membulatkan matanya. Jika ia masih disini selama sebulan, artinya hye sudah berciuman selama tiga puluh kali- pikir hye. “dan lagi, jangan seformal itu, kau boleh memanggilku apa saja, asal tidak terdengar seperti kita barusan bertemu”
Setelahnya, suho menarik dirinya dan berdiri. Sedangkan hye yang sudah dapat bernafas dengan baik, memalingkan wajahnya, mencoba untuk tidak kontak mata dengan suho. Dengan cepat, suho menggendong hye ala bridal style. Dibawa hye kekamar hye.
“y..yak yak!, apa yang akan kau lakukan?” hye terus saja meronta, sedangkan suho tetap tenang. “yak! Turunkan aku!!, suho! Kim joonmyeon!! Katamu, kau tidak akan macam macam!”
Karena kesal dengan gerakan hye yang membuat suho kesulitan mengangkat tubuh hye, dengan cepat, ia lahap kembali bibir hye. Dalam sekejap, tubuh hye membeku, dan kesempatan ini ia gunakan untuk membawa hye kekamar dengan cepat lalu menaruh tubuh hye dengan hati hati, bagai barang yang rapuh.
Setelah ia meletakkan tubuh hye, suho melepaskan bibirnya yang menempel pada bibir hye yang diam. Hye diam dan menatap suho. Tatapan yang sulit di artikan oleh seorang malaikat seperti suho. Suho pun hanya tersenyum lalu mendekatkan wajahnya kembali pada hye, mengecup kening hye dengan lembut dan agak lama.
“jaljayo...” lirih hye pada saat suho hendak beranjak dari tempatnya.

TBC/END?

gmn yeth? tambah abthrud kan? hehe thaiya cidak tao mau d lanjut ap ngga --"ripiuw jutheyo :3

Jumat, 13 Juni 2014

FanFic Angel 1/?

yo! annyeong! sesuai janji jae :3 jae ngepost ep ep jae yg mungkin harus d bilang absurd ini, okay baca dulu aj dah, entaran aj jae cerewetnya.

ChenKaiD.Ot! 

Hyesoo pov

DRRRTT....
Suara alarm ponselku bergetar, segera kumatikan alarm itu. Aku terus mencoba mengumpulkan tenagaku hanya untuk membuka mataku yang masih terasa berat karena tugas yang di berikan jang saem. Kemarin aku lembur sampai jam satu hanya untuk mengerjakan tugas sialan itu. Tugas itu membuat pulsaku habis untuk membuka mbah google, dan saudaranya, wikipedia.
Saat aku mulai membuka mataku, kulihat ada namja sedang berbaring di sampingku, bahkan kami berbagi selimut. Wajahnya sungguh damai dan pastinya tampan, dia seperti malaikat. Aku pun berniat untuk kembali tidur, walau sebentar karena ini masih jam lima, dan sekolah dimulai jam delapan.
Sseeet...
Aku membuka mataku secara cepat. Siapa namja itu? Kenapa dia ada disini? Dia bukan baekhyun oppa. Aku pun segera mengecek keadaan bajuku, masih utuh. Dan dia.... oh tidak!! Dia naked!!!! Tidak!!! Aku belum melihat bagian bawahnya, bagian bawahnya masih tertutup selimutku. Tapi apa yang menyentuh lututku?? Oh Tuhan!!! Aku tak berniat menyentuhnya. Dengan cepat aku beranjak dari ranjangku sendiri.
Apa mungkin dia penjahat? Atau namja cabul? ._. tidak!! Jangan berfikiran negative hye soo. Beruntung baekhyun oppa tidak satu apartemen denganku dan dia sedang mengikuti program pertukaran pelajar, jika tidak pasti aku sudah disidang olehnya -,- . aku pun segera mengambil ponselku, dan pada saat aku hendak mengambil ponselku, aku menemukan secarik kertas usang yang bertuliskan...
‘cium dia, dan kau akan merasakan keajaiban yang luar biasa’
“a...apa...maksudnya” segera kupalingkan wajahku ke arah namja itu. “apa yang dimaksud namja itu?” aku diam sebentar. “tidak mungkin, aku tidak mungkin mencium namja yang baru kukenal, bukan, tapi belum kukenal” lagi lagi aku diam menatap namja itu. “ini tanggal...15 syukurlah, tiga hari lagi baekhyun oppa datang, oke hye soo tetap tenang, jangan ambil ribut, apartemen sebelah bisa membicarakanku berhari hari, sembunyikan saja namja ini, tapi... bagaimana caranya, jika dia mengenakan baju, mungkin aku bisa, tapi dia...telanjang -,- ah sudahlah aku sekolah dulu” aku terus saja mengoceh.
Selama perjalanan ke sekolah, aku terus melamunkan namja itu, bahkan aku sampai menabrak tiang listrik -,- bukan, bukan park chanyeol sahabat baekhyun oppa atau pun wu yi fan ketua osis di sekolahku dan oppa.
“yak byun hyesoo!!” sebuah teriakan membuyarkan lamunanku.
Sebuah mobil sedan berhenti disampingku. Kaca bagian belakangnya sudah terbuka dan telihat wajah milik kim jongdae, tapi dia lebih sering di panggil chen.
“kajja” ajaknya
“shirreo” aku melanjutkan langkahku yang tadi sempat terhenti.
“issh... keras kepala sekali, hyesoo-ah!! Kelas dimulai lima menit lagi!! Jika kau jalan kaki, akan memakan waktu dua kali lipatnya!!”  teriakan chen sukses membuatku berjalan kembali dan masuk ke mobil chen, sungguh ini gerakan refleks.
Setelah aku masuk, mobil mewah milik chen pun berjalan. Selama perjalanan, chen hanya senyum senyum tak jelas, tapi itulah salah satu daya tarik dari seorang kim jong dae. Senyumnya sangat manis, suaranya yang menurutku agak cempreng ._.v dan tawanya yang unik menurutku.
“ahjusshi, sekarang jam berapa?” tanya chen sambil menepuk bahu supirnya
“delapan kurang lima belas menit” kalimat supir chen membuat mataku melotot ke arah chen yang sudah menahan tawa.
“yakk!!, kenapa kau suka mempermainkanku, eoh??” seruku padanya
“ini lucu...haha...kau tau, kau mudah dipermainkan... hati hatilah jika kau memiliki hubungan khusus dengan seorang namja, mungkin kau akan mudah dipermainkan olehnya”  jujur, iya dia sangat jujur. Beruntung, dia memiliki wajah tampan, jika tidak, ingin sekali aku memberi bekas biru keunguan di matanya atau di pipinya -_- tapi sayangnya, wajahnya terlalu tampan untuk terkena noda sedikit pun -__- *AuthorLebay ._.
“yakk!! Kim jongdae!! Kau sama saja dengan baekhyun oppa”
Sesampainya di sekolah, aku masih saja memikirkan namja itu, dan kali ini aku menabrak xi luhan, sunbae yang sangat populer di sekolah, bahkan aku juga sempat menyukainya, ya hanya sesaat, itu karena aku pernah melihat dia berciuman panas dengan salah satu sunbae yang sekarang sudah lulus saat pesta perpisahan, rasanya sakit T^T.
Pada saat pesta perpisahan, hanya ada beberapa anak kelas sepuluh dan sebelas yang diundang, dan itu termasuk aku. Aku disana sebagai mc. Pada saat kejadian itu ._. aku sungguh tak sengaja melihatnya. Tapi bagaimana lagi, mereka melakukannya di atap gedung kelas sepuluh, tempat yang sering kukunjungi saat aku bosan, dan sekarang pindah ke atap gedung kelas sebelas, karena atap gedung kelas sepuluh sudah jauh dari kelasku.
“gwaenchana?” luhan sunbae mengulurkan tangannya untukku.
Bagus, bahkan dia tersenyum kepadaku. Oh! Sunbae!! Jangan membuat hoobaemu ini jadi gila karena senyum mautmu itu. Saat aku hendak meraih tangannya, sebuah tangan menarik lengan bagian atasku.
“kajja ireona~” chen yang menarikku, dasar bebek!! Tidak tau moment yang pas apa?!?!?! Padahal sedikit lagi!!
“ah! Annyeong sunbae” chen membungkuk sedikit ke luhan oppa dan tersenyum kepadanya, senyum palsu.
“annyeong sunbae” sapaku dengan poker face, aku belajar dari sehun.
“nado annyeong, um.. siapa namamu?” tanyanya sambil menarik tangannya yang tadi hendak kupegang lalu dimasukkannya ke dalam saku celana.
“nanaeun jongdae, kim jongdae imnida”
“issh.. bukan kau chen, aku sudah mengenalmu sejak lama” luhan oppa memukul kecil kepala chen dengan buku yang ia bawa. “sepertinya aku pernah bertemu denganmu, dan kurasa aku sering mendengar suaramu, siapa namamu?” tanyanya lagi
Tapi tunggu dulu, sepertinya? Wth?!?! Dua tahun aku sekolah disini, oppa, itu sudah pasti kau akan bertemu denganku, walau hanya beberapa menit tiap harinya. Wajah tampan,  tapi otak sungguh lamban -_- dan lagi, aku anak siaran, jadi wajar saja jika suaraku sering terdengar.
“byun hyesoo imnida” ucapku singkat
“oh... adik byun baekhyun, yang melakukan pertukaran pelajar itu bukan?” jangan menatapku seperti itu -_- sorot matanya, wajahnya, dan senyumnya...ugh... aku tak tahan.
“n..nde” ucapku gugup karena wajahnya semakin mendekat dan lagi tatapan para siswi yang lewat. Oh...tuhan... semoga saja aku tidak di bully T^T
“ah! Hyesoo-ah!, ayo ke kelas, tugas dari jang seonsaengnim belum aku kerjakan, kajja” chen mulai menarik tanganku dengan paksa.
Sebenarnya ada apa dengannya, setiap aku dekat sedikit dengan namja lain, dia langsung saja menengahi kami. Suka padaku? Tidak, dia tidak menyukaiku, dia sudah menyukai orang lain, hoobae kami.
“yakk!! Kim jongdae!! Itu masalahmu!!” seruku padanya. “dasar bebek” keluhku pasrah pada chen yang sudah menarikku lebih jauh dari luhan oppa sampai lupa mengucapkan salam padanya.
-atap gedung kelas sebelas-
“tuhan....apa yang harus kulakukan??? apa kau yang mengirim namja itu ke kamarku?? Tapi kenapa dalam keadaan telanjang?? -_- dan kenapa wajahnya begitu tampan?? Sebenarnya siapa dia??? Aku bisa dimarahi baekhyun oppa jika ia mengetahuinya” aku menanyakan hal hal yang tidak mungkin dijawab oleh Tuhan.
Tttuuukk!! *ApaIni -_-
Sebuah kertas usang yang terlipat jatuh tepat diatas kepalaku. Kertas ini seperti kertas yang kutemukan tadi pagi di kamar. Dengan cepat kubuka dan kubaca *Iyalah -_-
‘maka dari itu, bangunkan dia dan bantu dia, maka dia akan membalasmu’
Tulisan aneh lagi -_- sebenarnya apa ini, eoh? -__- . aku mengedarkan pandanganku, untuk mencoba mencari orang yang mungkin melemparkan kertas aneh ini, tapi hasilnya nihil. Aku mendesah kecil lalu mendongakkan kepalaku, mencoba berkomunikasi dengan Tuhan, aku tau ini bodoh, tapi jika itu terjadi? Entahlah, mungkin malaikat maut akan segera menjemputku karena kau telah berhasil berkomunikasi dengan tuhan dengan cara bodoh ini. ok, hentikan semua khayalan gilamu ini byun hyesoo.
“hyesoo-sshi!!” sebuah suara membuatku mencari asal suara itu. Xi Luhan.
“s..sunbae...” ucapku gugup dan sedikit shock.
“santai saja, seperti kau sedang melihat hantu saja” ucapnya sembari menyenderkan dadanya di tembok pembatas gedung. Sekarang dia ada di atap gedung dua belas dan bertatapan denganku.
Hantu? Sunbae...kau bagai malaikat -__- eh, malaikat? Apa mungkin namja di kamarku itu adalah malaikat? Mungkin saja..., wajahnya sangat damai dan sejuk di pandang, sebenarnya siapa namja itu eoh?, apa dia malaikat yang Tuhan berikan padaku? Lagi lagi aku memikirkan namja itu. Aku mengacak rambutku dengan frustasi.
“hyesoo-sshi!” serunya dan membuatku menoleh ke arahnya “gwaenchana?”
“n...nde?, ah eh... nde, gwaenchana” ucapku salah tingkah.
Apa yang baru saja kau lakukan hyesoo. Segera kurapikan kembali rambutku yang sedikit acak acakan.
Skipà
sudah dua hari namja itu dikamarku, dan sudah dua hari pula namja itu tak makan, minum, bangun, atau pun mandi -__- besok baekhyun oppa pulang. Apa yang harus kulakukan? yang benar saja aku harus menciumnya. Baiklah...akan ku lakukan apa yang diminta oleh kertas kertas aneh itu. Aku menghembuskan nafasku dengan berat sebelum aku mendekatkan wajahku dengannya. Oppa, maafkan adikmu yang polos ini, masih kecil tapi sudah berani melakukan ini T^T
perlahan dan tak pasti kudekatkan wajahku ke arah namja itu. Kututup rapat rapat mataku, tak ingin melihat kejadian ini. aku sudah merasakannya, aku sudah merasakan bibir kami bertemu. Perlahan, aku mulai merasakan ada gerakan dari lawan, dia membalas ciumanku. Ugh... apa yang harus kulakukan >< lagi lagi dia menggerakkan bibirnya dan melumat bibirku dengan lembut. Sebuah tangan mendorong tengkukku dan bibirku dikejutkan oleh sebuah lidah yang mencoba untuk membuka bibirku yang masih tertutup rapat.
Kubuka mataku dan DEG... matanya sudah terbuka, dia menatapku dengan tajam dan matanya sangat... indah... sungguh, apa dia benar benar malaikat? Kenapa matanya begitu indah? Aku hendak membuka mulutku untuk beguman ‘wah...’ namun baru sedikit saja kubuka, lidah yang tadi memaksa masuk ke dalam, akhirnya masuk juga. Dasar, hyesoo bodoh! Bodoh!!!
Perlahan dia memposisikan dirinya menjadi terduduk namun bibir kami tetap menyatu dan tangannya masih berada di tengkukku. Lidahnya bermain dengan lihai di dalam mulutku, geli... aku masih dapat melihat matanya menatap tajam kearahku. Aku mulai kehabisan nafas, ku pukul dada bidangnya yang polos itu ._. dan seakan dia mengerti, segera ia lepaskan ciuman yang menurutku ganas itu ._. aku sempat menyesal karena itu ciuman pertamaku, tapi mau bagaimana lagi -__-
Aku mengontrol nafasku yang tak beraturan dan detak jantungku yang tak normal ini. ada apa denganku? Ah... mungkin karena efek ciuman barusan. Kulirik namja itu dan aku melihat senyumnya yang... dia memang malaikat, tunggu dulu, dia benar benar malaikat? Aku membuang wajahku dan menatap ke arah lain, mencoba untuk tidak menatap namja itu. Aku masih bingung apa yang harus kulakukan.
“hye-ah... kenapa kau lama sekali?”
Kutolehkan kepalaku saat kudengar sebuah suara yang kuyakini dari namja itu
 “la...lama? Sebenarnya kau siapa? Apa maumu? Bagaimana kau tau namaku? Dan kenapa nada bicaramu seperti orang yang sudah kenal denganku cukup lama?” ucapku gugup dan mencoba untuk menatap tepat pada matanya
“sudah lama sekali aku menunggumu di sini hye, aku terus menunggu diatas, hingga Tuhan meperbolehkan aku turun ke bumi dan bertemu denganmu, dan lagi lagi aku harus menunggu, mauku sangat sederhana, aku hanya ingin bertemu dengan cinta pertama sekaligus cinta sejatiku dan aku butuh bantuanmu, aku mengenalmu cukup lama hye, bahkan sebelum kau lahir di dunia ini, kau sering bermain denganku di atas sana” jelas namja itu panjang lebar, sedangkan aku hanya cengo mendengarnya

Menunggu? Bertemu denganku? Cinta pertama sekaligus cinta sejatinya? Sebelum aku lahir? Diatas sana? Sebenarnya siapa dia? 

TBC/END?

gmn? absurd kan? tp jae bakal tetep ngepost d blog ini :'v dan egen/? jan lupa coment.a :3 sebener.a chen di sini juga ikut konflik, tp ga jd, n jae pindahin k role lain, bakal ribet kek sinetron indonesia klo chen ikut konfliknya.

oya, seperti biasa, jae minta maap klo ad typo, jae ngerevisinya jam tiga, jadi masih ngantuk ngantuk gitu --" ini pun karena ortu jae baru pulang semalem, dan dapat diprediksi/? dari ntar pagi jam 7 sampe malem, jae bakal sibuk, belum lg ntar siang harus sempetin ngijo d pesbuk buat ngepost ni ep ep absurd. ok sekian, terima gaji '3'


Kamis, 03 April 2014

TEASER FanFic Angel



Cast:
·         Byun HyeSoo (OC)
·         Kim JoonMyeon (suho)
·         Byun BaekHyun
·         Xi LuHan
·         Kim JongDae (chen)
·         Etc (dan beberapa pemain yg numpang lewat ._.)


Genre: school life, romance, fantasy, comedy, entar, lagi mikir

Author: Kyjae

NB: nyrempet nc dikit ._. aman dikit buat anak d bawah umur 17th ._. (padahal author.a msh umur 13 xD )





ChenKaiD.Ot!

--__ANGEL__--
.
.
Saat aku mulai membuka mataku
.
Kulihat ada namja sedang berbaring di sampingku
.
.
.
Sseeet...
.
Siapa namja itu? 
.
Kenapa dia ada disini?
.
.
 ‘cium dia, dan kau akan merasakan keajaiban yang luar biasa’
.
.
 ‘maka dari itu, bangunkan dia dan bantu dia, maka dia akan membalasmu’
.
.
.
.
Kubuka mataku dan DEG... matanya sudah terbuka, dia menatapku dengan tajam
.
“hye-ah... kenapa kau lama sekali?”
.
“sudah lama sekali aku menunggumu di sini hye, aku terus menunggu diatas, hingga Tuhan meperbolehkan aku turun ke bumi dan bertemu denganmu, dan disini aku harus menunggu lagi?"
.
.
.
Menunggu? Bertemu denganku? Cinta pertama sekaligus cinta sejatinya? Sebelum aku lahir? Diatas sana? Sebenarnya siapa dia? 
.
.
--__ANGEL__--



oKai, itulah permirsaaahh teaser secuilnya ep ep Angel yang mungkin masih kerasa gaje.a xD
blm tao d publish beneran ap ga :/ chapt 1 aj blm kelar -,- tunggu aj :3
maap teaser.a gaje n bikin bingung (emng itu tujuan utama.a *SenyumEvil)



NB: Yg ga terlalu suka adegan kissing, mending ga suh baca, soal.a d setiap chapt ad adegan.a, tp konflik tetep kerasa :3
#kyjae

Minggu, 26 Januari 2014

FanFic You Are Mine 2/2

You are mine 
2/2
Cast :
• Park eunji (OC) 
• Park eundae (OC)
• Byun baekhyun
• Kim joon myeon
Genre : tau ah 
Author : kim young jae (kyjae)
oKai ini dia ep ep lanjutan.a you are mine. ini part terakhir 
oKai dah ini dia ep ep.a
ChenKaiD.Ot ->
Eunji pov
Tiga hari sudah baekhyun ada di apartemenku, dan eonnie belum pulang juga dari dubai. Tidak ada yang hal aneh yang terjadi, itu karena kami masih memikirkan masa depan dan tidak berpikiran pendek seperti anak muda biasanya yang hanya memikirkan kenikmatan yang sesaat (bahasa lu author).
Kami baru pulang dari sekolah. Kulempar diriku diatas sofa sedangkan baekhyun sedang mengambilkan minuman ringan. Kudengar beberapa langkah kaki yang mendekat dan itu tidak lain adalah
“baekhyun, gumawo” kataku yang menerima lemparan sebuah kaleng minuman darinya.
Dia duduk di sampingku dan membuka minumannya, begitu pun denganku. Kami meminumnya dengan oneshoot, yap! Karena sekarang sangat panas, bahkan ac di apartemen belum cukup mendinginkan tubuh sekaligus otak kami yang tadi ditumpuki oleh rumus fisika dari kim seonsaengnim. 
“ah...” ucap kami berdua bersama setelah meminumnya dan menyandarkan diri disandaran sofa. Tangan kami masih memegang kaleng minuman yang sudah kosong.
Tiba tiba, bell apartemen berbunyi dan otomatis kapala kami berputar ke arah pintu dengan tatapan tanda tanya lalu kami saling melempar pandangan. Damn!, matanya terlalu indah untuk kulihat, aku sudah tak kuat. Aku pergi meninggalkan baekhyun untuk membuka pintu, sedangkan dia malah mengambil minuman kaleng lagi, mungkin dia belum puas.
Sebuah pemandangan yang indah sekaligus menakutkan ada di depan pintu apartemenku. Aku dapat melihatnya jelas lewat lubang kecil yang ada di pintuku. Dengan cepat aku lari ke arah baekhyun dan baekhyun hanya menatapku ‘mwo?’ karena dia masih minum.
“suho oppa..., ani suho sunbaenim, ani.. oppa?, sunbaenim?, ah molla!” ucapku bingung harus mulai dari mana, bahakan menyebutnya saja susah
“mwo?, ada apa?, bicaralah yang benar” tanyanya yang kesal karena kusebut nama ‘suho’
“di didepan” akhirnya aku berhasil mengatakannya dan sukses besar membuat baekhyun menyemburkan minumannya yang masih tertahan dimulutnya. Baekhyun mengelap daerah bibirnya dan itu terlihat...ugh...lupakan.
“yak!” seruku padanya.
Tiba tiba terlihat wajah tenang, tampang ‘cool’ dan woles dari baekhyun. Dan itu membuatku ingin memukulnya dengan sapu seperti ibu ibu keras kepala. “tenang, kau buka saja pintunya, sisanya serahkan padaku” kini baekhyun melangkah ke sofa dan duduk dengan gaya ‘cool’nya. Jujur, aku benci dengan gayanya yang sok cool itu.
“mwo?, bukannya kau bilang ada...” kalimatku terhenti saat baekhyun menatapku dengan arti ‘buka saja, kau akan aman’ dan tatapan itu berhasil membuatku berjalan malas ke pintu dan membuka dengan senyum yang dipaksa untuk menyambut tamu tak diundang itu.
“annyeong suho oppa, eum.. sunbaenim?” aku memberinya salam dan masih bingung harus memanggilnya apa. Saat aku ingin membungkuk sedikit untuk memberinya hormat, dia malah menahanku. Ada apa dengannya?, bukankah ini tak salah?, dia juga lebih tua dariku.
“mian, nyonya park” tunggu dulu, apa katanya barusan?, nyonya park?. “kau tidak perlu melakukan itu, mulai sekarang aku pelayan pribadimu” katanya sembari membungkuk lalu melirik kecil dan posisinya masih membungkuk lalu menegapkan kembali tubuhnya
Kata katanya barusan berhasil membuatku bingung, apa maksudnya pelayan pribadi?, bukankah dia anak orang kaya?, bahkan perusahaan appanya bersaing ketat dengan perusahaan appa.
“kau masih tidak percaya, eoh?, kau bisa menghubungi appamu dan menanyakan tentang hal ini” kali ini dia tersenyum. Sungguh senyumnya seperti seorang malaikat. Eit park eunji, ingat baekhyun, ingat baekhyun.
Aku terus menyadarkan diriku. “ani, tidak perlu, masuklah” kataku. 
Suho mengekor kepadaku. Dia terus berjalan di belakangku dan jaraknya sepuluh senti persis (teliti amat yak?) tidak kemajuan atau kemunduran sedikit pun. 
“kim joonmyeon, ternyata kau sudah pindah profesi, eoh?” terlihat baekhyun duduk di sofa. Gayanya hampir membuatku muntah karena dia terlihat seperti seakan akan dia yang paling tampan dan dipuja puja oleh semua wanita di dunia. Dia menyilangkan kakinya, salah satu tangannya menahan kepalanya dan ditaruhnya tangannya itu di pegangan sofa. Ditambah lagi ekspresi dan tatapan baekhyun yang berbeda dari biasanya. Dia membuatku hampir muntah dan leleh secara bersamaan.
“jadi kita akan bekerja sama lagi, byun?” terlihat smirk milik suho, ini pertama kalinya aku melihat smirk dari namja itu.
“kurasa iya, tuan kim” kali ini baekhyun berjalan ke arah kami dan melewatiku lalu menepuk pundak suho dengan kasar.
Terlihat tatapan tanda persaingan akan dimulai lagi dari kedua namja yang ada di belakangku ini.
Aku merasakan suho oppa adalah namja baik yang polos dan murah senyum. Dia dengan senang hati mengajariku dalam belajar, tapi tidak sepertinya untuk baekhyun dan baekhyun pun terlihat tidak sudi bila diajari oleh suho oppa. Setiap pagi, jam empat sudah kudengar suara berisik dari arah dapur dan itu adalah suho oppa aku hanya tersenyum kecil sambil mengintip dari kamar dan pada saat aku melirik ke baekhyun aku hanya berguman ‘apa apaan ini?, dasar namja aneh, apakah sperti in namja yang digilai hampir seluruh isiwi di sma kami, suho oppa jauh lebih pantas’
Sudah satu minggu lebih eonnie tidak pulang dan itu membuatku gila karena suho oppa dan baekhyun bertengkar dalam selimut setiap harinya (tau kan maksudnya, yang pinter bahasa indonesia pasti tau). Mereka perang dingin dengan tatapan mematikan dan senyuman palsu yang tercetak jelas, walau pun suho oppa sudah tau hubungan kami, bahkan seluruh manusia di sekolah sudah tau termasuk gulu killer itu. Hingga suatu hari baekhyun harus jauh dariku selama beberapa menit, karena di setiap menitnya baekhyun dan suho oppa mengekor kepadaku, kecuali saat aku mandi, itu adalah hal yang tidak mungkin. Baekhyun pergi sebentar untuk membelikanku obat, yap hari ini aku sakit.
Baekhyun sudah pergi sekitar lima menit yang lalu. Aku mulai merasa bosan di kamar. Kulangkahkan kakiku yang lemas ke arah dapur. Terlihat namja malaikat itu sedang memasakkanku bubur. Di pantas menjadi namja idaman bagi seluruh wanita di dunia ini karena dia punya semuanya, wajahnya sudah tampan alami, dia kaya, memiliki IQ yg tingginya bukan main, berbakat dalam hal musik, yah... begitulah intinya, tapi satu yang tidak dia miliki, yaitu tinggi badan (hehehe ._.v yg bias.a suho jangan ngamuk y  shafa ngomong.a gk hoax :3). Aku mendekat ke arah suho oppa dan mendudukkan diriku dimeja dapur. Kulihat namja itu sejenak lalu memalingkan pandanganku ke bubur yang sedang ia masak saat dia sadar aku terus memperhatikannya.
“kenapa kau bangun?, kau masih sakit” katanya penuh perhatian
“dikamar membuatku bosan” keluhku yang diikuti lirikan tajam dari suho oppa
“lalu apa yang kau mau?” kali ini dia menatapku tajam dan mendekat kearahku.
“hiburan” jawabku polos
“kalau begitu biarkan aku memberimu hiburan” suho oppa semakin dekat dan perasaanku mulai tak enak.
Apa yang akan dia lakukan? Semoga ini hanya feelingku saja. Sekarang dia ada di depanku persis, ini mengingatkanku pada saat aku dan baekhyun...hm... aku sedang tidak ingin memikirkan kejadiannya, karena aku seorang novelis dengan imajinasi tinggi, itu membuatku berpikiran kemana mana, apa suho oppa akan melakukan hal yang sama pada baekhyun? Argh..., sudah kubilang hentikan park eunji!. Ingat baekhyun, namja player itu, aku tau baekhyun players tapi... sudahlah lupakan dulu, yang penting apa yang akan suho oppa lakukan? Sikapnya yang agak berbeda dari biasanya membuatku takut ditambah smirknya yang tercetak jelas diwajahnya.
“hi...hiburan?” tanyaku yang mulai takut. Pikiranku mulai kemana mana. Aku takut dan terus menyebut nama baekhyun.
“iya hiburan” kini posisi kami benar benar sama persis seperti pada saat baekhyun berhasil membuat mataku membulat untuk yang kedua kalinya. “jangan takut, aku hanya akan menyentuh bibirmu” kini wajahnya semakin mendekat dan semakin mebuatku takut.
Hatiku terus meneriaki nama baekhyun atau eonnie. Dimana mereka, aku mohon salah satu darinya datang. 
Hingga pada akhirnya sesuatu menempel dibibirku. Suho oppa terus melumat bibirku secara kasar dan terus mencoba menerobos bibirku dengan lidahnya yang tertutup rapat.
Baekhyun, aku minta maaf. Sungguh baekhyun aku minta maaf, aku melanggar janjiku. Hanya kalimat kalimat itu yang ada di otakku dan aku terus saja meneriaki nama baekhyun dalam hati
Aku tetap memberontaknya dengan menendangi kakinya dan akhirnya dia mulai kesakitan lalu melepaskan ciuman paksanya dan mundur hanya satu langkah. Aku tidak segera turun, karena jika aku turun dari meja bibir kami akan bertemu lagi dan masalah akan semakin panjang.
-eun ji pov end-
Author pov
“korea! I’m back!” sesosok gadis tengah berjalan dengan riangnya di tengah keramaian bandara, memang agak memalukan tapi ia tak begitu peduli karena sudah tiga minggu dia meninggalkan negara kesayangannya dan adiknya ke dubai hanya untuk membantu kedua orang tuanya. Seperti biasanya, earphone terpasang ditelinga kirinya, sedangkan telinga kanannya dibiarkannya mendengar suara diluar earphonenya.
Gadis bernama park eundae itu pun melangkah keluar taxi yang mengantarnya keapartemen miliknya dan dongsaengnya. Saat hendak menuju pintu masuk gedung, ia menangkap sosok namja yang tengah membawa kantung plastik putih dengan lambang apotik.
“yak byun baekhyun!” serunya pada namja itu.
“ah noona!” balas namja tadi dan langsung berlari ke eundae lalu memeluknya kecil.
“geumanae!” seru eundae seraya melepaskan pelukan baekhyun
“aigoo noona, apa kau tak tau aku merindukanmu eoh? Bogosshipo bogosshipo” sikap kekanakan baekhyun hampir saja membuat eundae muntah tapi pikirannya segera melayang ke kantung plastik yang dipegang baekhyun.
Baekhyun lalu menatap baekhyun dengan tatapan ‘ige mwoya?’ baekhyun yang sadar atas tatapan eundae langsung ingat kalau eunji didalam sedang sakit dan eunji sendirian bersama suho.
“aissh... suho, aku lupa. Noona ayo ke atas nanti aku ceritakan” baekhyun membawakan koper eundae.
‘suho? Apa dia pulang kekorea lebih cepat karena...’
Baekhyun dan eundae sudah didepan pintu apartemen dan pemandangan apa yang mereka dapat. Suho dan eunji hampir berciuman lagi, mereka yang sadar akan kedatangan dua orang tadi menatap takut pada baekhyun dan eundae.
Mata eundae mulai terlapisi oleh cairan bening. Kini matanya sudah tak sanggup membendung air matanya yang sudah jatuh membasahi pipinya. Eundae berlari keluar apartemen sambil mencoba menahan tangis, tapi apa gunanya tangisannya makin menjadi.
Baekhyun yang merasa dikhianati membanting keras kantung yang ia bawa untuk eunji. Dia menatap eunji tajam dan tatapannya seakan berkata ‘kau bohong eunji’ lalu melakukan hal yang sama seperti eundae. 
Arah eundae ke taman kota sedangkan baekhyun ke halte, karena kedua tempat itu menurut mereka adalah tempat yang bagus untuk menangis. Baekhyun sudah duduk di halte dengan mata yang basah, ia diam menatap kosong lurus kedepan dan membiarkan air matanya jatuh. Sedangkan eundae, dia duduk sambil menangis sejadi jadinya. Suasana galau semakin sempurna karena pada saat yang sama kota seoul di serbu oleh jutaan tetes air dari langit.
Eunji dan suho mencari pasangannya masing masing disetiap tempat. Eunji tau betul tempat favorit baekhyun untuk menangis, jadi ia langsung melangkah menuju halte bis terdekat. Sedangkan suho dia masih bingung kemana dia akan pergi untuk menemui seseorang yang ternyata selama ini dia cintai.
~flashback~
Dubai, 03.24 p.m. 
“yak eundae!” seru seorang namja memanggil seorang yeoja yang belum lama ini menjadi kekasihnya
“mwo?” jawab eundae dingin yang masih sibuk dengan novelnya
“mwoya?, bahkan hubungan kita sebagai pasangan kekasih tidak membuat sikapmu berubah eoh?”
Eundae menutup novelnya lalu menatap suho yang baru kemarin menjadi namjachingunya dengan tajam. Suho yang orangnya suka main main segera menempelkan bibirnya dengan bibir eundae dengan cepat.
“yak!” seru eundae dan suho langsung lari menuju eonmanya.
“aigoo kim joonmyeon, kau ini sudah dewasa tapi sikapmu tetap seperti anak kecil, eoh? Dasar nakal, beraninya kau mencium bibir seorang gadis” kata nyonya kim sambil mencubit kecil pipi suho
“akh.., eonma appo” 
“keurae!, itulah suho!” ucap eundae sambil menatap tajam suho.
“ya~ kalian ini sudah pacaran tapi masih seperti biasanya, eoh?” terdengar suara berat dari seorang pria 
“appa, kenapa appa mengatakannya seakan akan kami ini sudah lama kenal, padahal baru sebulan kami kenal” celetuk eundae
“dan baru sehari kami pacaran, ahjusshi” suho merangkul eundae samil menatap orang yang dia sebut ahjusshi dengan senyumannya.
“jangan panggil ahjusshi, panggil appa juga boleh, karena dalam waktu dekat kalian akan menikah” kalimat barusan berhasil membuat mata suho dan eundae memulat sempurna
“haha..., kalian ini pikirkan sekolah dulu, masuk ke universitas yang kalian inginkan, lulus dengan nilai sempurna lalu kegiatan yang disebut ‘pernikahan’ itu akan segera digelar” kali ini appa suho datang dan merangkul eundae dan suho dari belakang.
“tapi apa tidak terlalu buru buru?, selesai kuliah langsung...” perkataan eundae terpotong
“lalu kalian akan menunggu sampai kapan?, sampai kami tidak ada dan membiarkan kami tidak melihat bayi dari kalian, eoh?” terlihat raut kecewa yang dibuat buat dari nyonya kim.
Eundae dan suho hanya diam saling menatap. 
“keurae, terserah kalian. Aku yakin keputusan kalian kali ini adalah yang terbaik” ucap suho sambil melirik eundae
“dasar, modus” eundae memukul sedikit perut suho 
Tiba tiba nyonya park masuk kedalam pembicaraan kami semua.
“kajja, mobilnya sudah datang. Suho, titip eundae ya” wanita itu pergi meninggalkan suho dan eundae sambil menggandeng suaminya dan diikuti sepasang suami istri lagi yang tak lain adalah appa dan eonma suho.
“ne, hati hati dijalan” 
Eundae merasa nyaman sejak awal berada didekat suho, tapi ia tutupi dengan sifat dinginnya. Dia juga menyukai sikap suho yang selalu mengekor kepadanya dimana pun dia pergi pada saat di sekolah. Hingga pada akhirnya suho di pulangkan dulu ke korea untuk menjaga eunji dan itu telah menurunkan mood eundae untuk membantu kedua orang tuanya.
~falshback end~
“park eundae!” namja bernama asli kim joonmyeon itu kini telah mendapatkan kekasihnya tengah menangis ditengah hujan sambil berjalan pelan seperti orang yang kehilangan darah. 
Semua orang berlarian menepi agar tidak kehujanan, tapi tidak untuk eundae, dia berjalan tanpa memikirkan pakaiannya yang saat ini sudah basah kuyup. Dengan secepat kilat, suho menembus hujan lalu memeluk tubuh yeoja yang hampir jatuh karena sudah terlalu lelah untuk menangisi namja yang saat ini memeluknya dan memberikan sebuah sentuhan hangat. Eundae memukul mukul kecil dada bidang milik suho karena ia juga tak ingin menyakiti suho, tapi apa yang ia dapat, malah ia yang tersakiti.
“mianhae, jeongmal mianhae” suho mulai menyesali perbuatannya dan air matanya perlahan menetes. “mianhae..., aku berdiri di atas dua kapal pada saat yang sama. Aku kira eunji yang ada dihatiku, tapi ternyata tidak. Maaf, aku baru menyadarinya pada saat aku menyentuh eunji” suho menatap eundae dengan tatapan ‘percayalah padaku’
“jangan lakukan itu lagi” eundae memeluk erat tubuh suho.
Hujan bertambah deras,suho dan eundae pun segera menepi. Dihalte bus, masih terlihat sosok namja yang menangis. Ia masih menatap kosong hujan yang tengah mengguyur seoul. Eunji berhasil menemukan baekhyun yang sedang duduk di halte dan segera menghampirinya. Baekhyun yang menyadari kalau eunji akan segera sampai, ia pun segera beranjak dari duduknya lalu berdiri dan siap siap masuk ke bis yang entah ia tidak ketahui tujuannya. Eunji terlambat, baekhyun sudah menaiki bisnya dan bis itu tidak menunggu lama. Eunji melihat baekhyun duduk disamping jendela dengan mata dan pipi yang masih basah.
“jamkkaman!, ahjusshi buka pintunya” eunji memohon pada ahjusshi yang menyetir bis, tapi apa gunanya, ahjusshi itu sekarang sedang menggunakan earphone (gaul amat yak?) ditambah lagi suara hujan yang makin deras. 
Eunji terus memukul mukul pintu bis tapi tidak ada gunanya. Bis mulai berjalan pelan dan eunji mulai berlari mengikuti bis sambil terus memukul mukul badan bis dan meneriaki baekhyun.
“yak byun baekhyun! Baekhyun! Byun baekhyun!” eunji terus berteriak dan berlari hingga pada akhirnya dia terjatuh karena sudah tidak kuat untuk berlari dalam hujan, ditambah keadaannya yang tidak terlalu sehat ini menghambatnya. “baekhyun mianhae...” eunji terduduk di jalanan dekat trotoar sambil menangis dan menyebut nama baekhyun berulang kali dengan bibirnya yang mulai membiru.
Tiba tiba hujan berhenti di tubuh eunji, padahal masih terdengar suara air berperang dengan jalanan seoul. Eunji mendongakkan kepalanya, terlihat wajah baekhyun yang masih basah karena menangisi eunji. Dengan cepat eunji menangis di pelukan baekhyun.
“baekhyun mianhae, mianhae...., jeongmal mianhae...” baju baekhyun basah, bukan karena hujan karena dari tadi ia tidak sedikit pun kehujanan, tapi karena tubuh eunji yang basah dan air mata eunji yang jatuh di baju baekhyun. “mianhae baekhyun, aku telah melanggar janjiku” eunji masih terisak dan baekhyun masih tak kunjung membalas pelukannya.
“aku sudah memaafkanmu, jika kau lakukan lagi, tak segan segan aku meninggalkanmu” katanya mengancam dan senyum biasanya. Walaupun eunji tau bahwa senyuman itu masih dipaksakan oleh baekhyun dan masih terlihat kecewa padanya, tapi baekhyun mencoba untuk tersenyum setulus mungkin.
“gumawo” 
Tanpa mereka sadari, payung yang dipegang baekhyun lepas dari tangannya karena angin begitu kencang. Baekhyun menarik wajah eunji dan membuat eunji berjinjit sedikit. Lagi. Mereka berciuman dan mereka melakukannya di tempat umum. Hanya beberapa pasang mata yang menatap mereka, bahkan ada ibu ibu yang berjalan melewati mereka sambil berkata ‘aigoo, anak muda jaman’ baekhyun dan eunji yang mendengarnya hanya tersenyum malu didalam ciuman mereka.
Skip
“eonnie~!, aku pulang” eunji masuk ke apartemennya dengan keadaan yang masih basah. “eonnie?, apa kau belum pulang?” eunji mulai khawatir hingga akhirnya ponselnya bergetar di meja.
Nama park eundae terlihat jelas di layar ponsel milik eunji dan tanpa menunggu apa apa, segeralah ia angkat.
“yeobb...” belum selesai eundae menyelesaikan salamnya, eunji memotongnya
“eonnie!, kau dimana?, apa kau baik baik saja?, kau bersama siapa?, kenapa belum pulang?, pulanglah, hujan semakin deras” eunji mengatakannya dengan cepat, bukan karena takut pulsanya akan habis, tapi karena khawatir.
“tenanglah park eunji, aku baik baik saja. Eonnie sedang bersama suho”
DEG...
Saat mendengar nama suho, eunji jatuh ke lantai dan pada saat yang sama baekhyun datang sambil menggosok gosokkan rambutnya karena basah. Baekhyun memberi tatapan ‘gwaenchana?’ pada eunji dan hanya dibalas anggukan oleh eunji. Baekhyun mengajak eunji duduk disofa sambil terus menggosokkan kepalanya dan terus menatap eunji dengan penuh tanya.
“eonnie, jamkkaman” eunji menahan telfonnya. “eundae eonnie bersama suho oppa” mata baekhyun membulat saat mendengar perkataan eunji. Baekhyun memberi tatapan ‘suruh dia pulang’ dan hanya direspon eunji dengan anggukan. “eonnie, bisakah kau pulang sekarang?, suho oppa... eum...” eunji menggigit bibir bawahnya karena takut mengatakannya, walaupun eundae sudah melihatnya.
“tenang saja, dia akan merawatku untuk beberapa waktu. Sekarang aku ada dirumahnya” eundae masih bicara dengan nada santai
“mwo?, merawatmu?, rumahnya” eunji terlalu kaget hingga menggunakan banmal 
“yak! Beraninya kau menggunakan banmal kepada eonniemu sendiri” omelnya dari sebrang 
“mian, tapi eon, eonnie sudah lihat sendiri bukan sikapnya kepadaku tadi” 
Kali ini eundae diam. Ia ingat namja chingunya mencium wanita lain, dan itu adalah adik eundae sendiri, dan juga ia baru ingat kalau hubungannya dengan suho belum diketahui adiknya sendiri. Eundae menghembuskan nafasnya dengan berat sebelum akhirnya ia mengatakan hal yang mungkin dapat membuat adiknya itu jantungan.
“eunji, maaf aku tak memberi taumu sebelumnya, aku memiliki hubungan dengan suho” 
“mwo?!?!, apa maksud eonnie?, hubungan?, dengan suho oppa?, jangan bilang kau adalah...”
“ya, kau benar. Eonma dan appa sudah tau, dan kami kepergok oleh mereka saat suho mengatakannya di dubai”
“apa eonnie tulus?”
“sejak awal aku sudah tulus, sudahlah kami mau makan, besok aku akan menceritakannya semua kepadamu” 
“mwo?, eonnie?, yak eonnie!” eundae menutup telfon sepihak dan itu yang kadang membuat eunji malas untuk menelfon eonnienya.
“mereka pacaran” eunji menunduk lemas karena dia telah dicium oleh pacar kakaknya.
“nugu?” baekhyun bersandar pada sandaran sofa sambil mengalungkan handuk kecil dilehernya.
“eundae eonnie dan suho oppa” baekhyun menatap eunji tak percaya. “arra, aku tau ini agak aneh, aku telah dicium...” baekhyun menutup mulut eunji dengan tangannya lalu menatap eunji dalam dalam.
“jangan lanjutkan, aku akan menangis” eunji hanya mengangguk. Tangan baekhyun kini beralih ke rambut eunji yang masih basah, berbeda dengan rambutnya yang mulai mengering. “rambutmu basah” baekhyun mengeringkan rambut eunji dengan handuk yang dikalungkannya tadi dan eunji membelakangi baekhyun. (ni scene kek d personal taste, yg ad lee min ho sama siapa gitu, shafa lupa, bedanya yg d personal taste pake hair dryer, sedangkan ini manual, alias pake handuk XD).
Baekhyun menggosok gosok rambut eunji yang lumayan panjang dengan lembut. Baekhyun pelan pelan mendekatkan dirinya kepada eunji hingga hampir tak ada jarak diantara. Eunji mulai merasakan ada dua lengan melingkar dipinggangnya. Baekhyun menenggelamkan kepalanya di leher eunji. Eunji merasakan nafas baekhyun yang berhembus pelan di lehernya dan membuatnya menggeliat kecil hingga baekhyun melepaskan pelukannya.
“geli” eunji membalikkan badannya dan mendapatkan wajah baekhyun yang tengah tersenyum manis kepadanya.
“tunggu dulu, bukankah kau sedang sakit?” raut baekhyun berubah seketika saat mengingat keadaan eunji yang sebelumnya sempat menggigil.
Baekhyun berlari ke arah kantung plastik yang tadi ia banting lalu pergi ke arah dapur. Ia sebenarnya tak sudi jika harus menyentuh makanan buatan suho, tapi bagaimana lagi, eunji masih sakit dan butuh makanan itu dan lagi baekhyun tidak bisa memasak. Baekhyun mencobanya sedikit.
“mwoya?, manis? Apa dia salah memasukkan antara garam dan gula, eoh?” karena masakan suho, baekhyun mendapat ide yang baginya akan sangat menarik dan pasti ditolak mentah mentah oleh eunji.
“makanlah ini, aku tak menjamin rasa karena ini suho yang buat”
“secara tidak langsung kau mengatakan bahwa masakanmu enak, byun” baekhyun hanya tersenyum tak jelas. Eunji segera memakan sesendok bubur itu. “huek...., apa ini? manis” eunji mencoba untuk menelannya.
Tiba tiba baekhyun mencium eunji sekilas, dan jelas itu membuat eunji berteriak .
“yak!, mwohanaeungeoya?!” bentak eunji
“penyedap rasa”
“mwo?” baekhyun mengangguk polos “mwo?!” eunji menaikkan nada bicaranya dan baekhyun tetap mengangguk polos “mwo?! Penyedap....rasa...?” 
“aissh....kau ini. setiap sendoknya, aku akan menciummu sekilas agar rasanya enak”
Wajah eunji memerah karena marah dan malu. Dengan cepat eunji melayangkan pukulannya kepada baekhyun dengan sendok. “dasar, aku ini masih sakit bisa bisanya kau memanfaatkan keadaanku. Lagi pula ini bukan kau yang buat, jadi kenapa harus kau yang menanggung” 
“jadi, kau akan mencium suho?” kali ini baekhyun terlihat kesal “jika iya...ha...aku benci mengatakannya. Aku akan menjadi penggantinya untuk sementara waktu”
Lagi lagi sendok melayang ke arah baekhyun.
“yak!, bisakah kau berhenti memukulku dengan sendok itu, eoh?” seru baekhyun sambil berdiri
“lalu apa aku harus mengambil sendok yang lain?” tanya eunji dengan polosnya dan ikut berdiri.
“sudahlah” kali ini baekhyun benar benar kesal. Eunji yang menyadari itu segera mencium pipi baekhyun. Baekhyun tetap diam dan ia masih mengharapkan lebih dari eunji, tapi itu tidak akan terjadi karena eunji sudah melangkah masuk ke kamarnya dan tidur.
Baekhyun mengusap pelan pipinya lalu tersenyum. Dengan cepat baekhyun berlari ke kamar dan membaringkan dirinya di kasur eunji. Seperti biasa, eunji akan berteriak.
“yak!, jika kau ingin tidur, tidurlah di kasur eonnie!” eunji hanya berteriak dan tidak mendorong, karena ia tau pasti akan terjadi lagi.
“shirreo!” 
“yak byun baekhyun! Neo jugeullae??” 
“lima menit saja, tidak akan terjadi apa apa, tenang saja” baekhyun pun memeluk eunji erat dan eunji hanya diam. “pintar” baekhyun mengatakannya sambil mengelus puncak kepala eunji dengan lembut dan itu sukses membuat wajah eunji memerah
~END!!!!~
~~EPILOG~~
“eonnie, sungguh kau sangat cantik” eunji menatap eonninya dari pantulan kaca.
Terlihat eundae sedang mengenakan gaun pengantin warna putih tulang. Rambutnya dibiarkannya diurai. 
“bucketnya akan segera sampai” kata eunji sambil menatap ponselnya dan dibalas senyuman eonnienya.
“mianhae!” namja bermarga byun masuk tanpa mengetuk pintu sambil ngos ngosan. “ini bucketnya, jalan tiba tiba macet” kata baekhyun lalu mendekat ke arah eundae lalu memberikan bunga seakan akan dia akan melamar eundae. “will you marry me?” tanyanya pada eundae yang berhasil membuat mata eunji berapi api tapi hanya dibalas oleh eundae dengan tawa kecil.
“yak!” seru eunji sambil menjitak kepala baekhyun.
“appo...” baekhyun meringis kesakitan sambil memberikan bunga pada eundae lalu memegangi kepalanya sambil berjalan ke arah eunji dan duduk di sebelahnya. Pada saat itu ponsel baekhyun bergetar dan itu dari. “suho hyung?” baekhyun membaca nama yang terpajang di ponselnya. Ternyata suho mencoba untuk video call dengan baekhyun. “mwo?” tanya baekhyun judes pada suho.
“yak! Eundae milikku eoh, bukankah kau sudah ada eunji” terlihat wajah geram suho yang dibuat buat
“bagaimana dia tau?” guman baekhyun pelan
“benar itu!” eunji menyerobot dalam video call baekhyun dengan suho dengan mengambil ponsel baekhyun
“oh hoy~ adik iparku, annyeong” sapanya ramah, tidak seperti beberapa tahun yang lalu.
“nado annyeong, oppa” balas eunji
hubungan eunji dan baekhyun semakin dekat, sedangkan suho dan eundae beberapa menit lagi akan meresmikan hubungan mereka sebagai suami istri. butuh waktu agak lama untuk menerima suho menjadi bagian keluarga karena baekhyun dan eunji menolak suho dengan mentah mentah, dan perlahan baekhyun mulai dekat dengan suho, bahkan baekhyunlah yang membantu suho untuk memilih cincin untuk eundae, karena menurut suho, jari baekhyun terlalu lentik bagi seorang pria dan kebetulan ukuran jari baekhyun sama dengan eundae. 
Skipp
Pernikahan sedang dimulai dan sekarang saatnya pengantin wanita melempar bucket bunganya. Eundae dan suho saling menatap, pikiran mereka sama. Eundae melempar sambil menghadap kebelakang, dan ia sudah menargetkan yeoja mana yang akan mendapatkannya. banyak teman yeoja eundae yang bersiap menangkap bucket itu, sedangkan Eunji dan baekhyun yang duduk manis dan tidak terlalu mengharapkan bucket pengantin itu, datanglah sebuah bucket bunga yang jatuh tepat di pangkuan eunji. Mata eunji terbelak dengan kedatangan bucket itu, begitu pun dengan baekhyun. Eundae dan suho hanya tersenyum kecil. 
Baekhyun melirik eunji sebentar lalu menampakkan smirknya yang tajam.
“tidak secepat itu tuan byun, selesaikan kuliahmu itu” ucap eunji sambil memukul kepala baekhyun dengan bucket yang kini ia pegang.
Tamu undangan yang terfokuskan pada eunji karena bucket bunga, kini tertawa geli karena sikap kedua pasangan muda yang mungkin sebentar lagi akan menyusul kakaknya.
~beneran END!!!!!!!!!!!!!!!!!~
gimana? gimana? gimana?
bagus nggak?, kalau nggak, maap *bow* 
sebenernya ep ep you are mine udh jadi dari jaman.a memb exo msh pd jd telor(?) tapi kyjae ngeremin terus ni ep ep soal.a takut ngepost n dapet kacang ///,-
oKai ini chapt terakhir.a, kapan kapan kyjae bakal ngepost ep ep yg br, paii~
#kyjae