Minggu, 26 Januari 2014

FanFic You Are Mine 2/2

You are mine 
2/2
Cast :
• Park eunji (OC) 
• Park eundae (OC)
• Byun baekhyun
• Kim joon myeon
Genre : tau ah 
Author : kim young jae (kyjae)
oKai ini dia ep ep lanjutan.a you are mine. ini part terakhir 
oKai dah ini dia ep ep.a
ChenKaiD.Ot ->
Eunji pov
Tiga hari sudah baekhyun ada di apartemenku, dan eonnie belum pulang juga dari dubai. Tidak ada yang hal aneh yang terjadi, itu karena kami masih memikirkan masa depan dan tidak berpikiran pendek seperti anak muda biasanya yang hanya memikirkan kenikmatan yang sesaat (bahasa lu author).
Kami baru pulang dari sekolah. Kulempar diriku diatas sofa sedangkan baekhyun sedang mengambilkan minuman ringan. Kudengar beberapa langkah kaki yang mendekat dan itu tidak lain adalah
“baekhyun, gumawo” kataku yang menerima lemparan sebuah kaleng minuman darinya.
Dia duduk di sampingku dan membuka minumannya, begitu pun denganku. Kami meminumnya dengan oneshoot, yap! Karena sekarang sangat panas, bahkan ac di apartemen belum cukup mendinginkan tubuh sekaligus otak kami yang tadi ditumpuki oleh rumus fisika dari kim seonsaengnim. 
“ah...” ucap kami berdua bersama setelah meminumnya dan menyandarkan diri disandaran sofa. Tangan kami masih memegang kaleng minuman yang sudah kosong.
Tiba tiba, bell apartemen berbunyi dan otomatis kapala kami berputar ke arah pintu dengan tatapan tanda tanya lalu kami saling melempar pandangan. Damn!, matanya terlalu indah untuk kulihat, aku sudah tak kuat. Aku pergi meninggalkan baekhyun untuk membuka pintu, sedangkan dia malah mengambil minuman kaleng lagi, mungkin dia belum puas.
Sebuah pemandangan yang indah sekaligus menakutkan ada di depan pintu apartemenku. Aku dapat melihatnya jelas lewat lubang kecil yang ada di pintuku. Dengan cepat aku lari ke arah baekhyun dan baekhyun hanya menatapku ‘mwo?’ karena dia masih minum.
“suho oppa..., ani suho sunbaenim, ani.. oppa?, sunbaenim?, ah molla!” ucapku bingung harus mulai dari mana, bahakan menyebutnya saja susah
“mwo?, ada apa?, bicaralah yang benar” tanyanya yang kesal karena kusebut nama ‘suho’
“di didepan” akhirnya aku berhasil mengatakannya dan sukses besar membuat baekhyun menyemburkan minumannya yang masih tertahan dimulutnya. Baekhyun mengelap daerah bibirnya dan itu terlihat...ugh...lupakan.
“yak!” seruku padanya.
Tiba tiba terlihat wajah tenang, tampang ‘cool’ dan woles dari baekhyun. Dan itu membuatku ingin memukulnya dengan sapu seperti ibu ibu keras kepala. “tenang, kau buka saja pintunya, sisanya serahkan padaku” kini baekhyun melangkah ke sofa dan duduk dengan gaya ‘cool’nya. Jujur, aku benci dengan gayanya yang sok cool itu.
“mwo?, bukannya kau bilang ada...” kalimatku terhenti saat baekhyun menatapku dengan arti ‘buka saja, kau akan aman’ dan tatapan itu berhasil membuatku berjalan malas ke pintu dan membuka dengan senyum yang dipaksa untuk menyambut tamu tak diundang itu.
“annyeong suho oppa, eum.. sunbaenim?” aku memberinya salam dan masih bingung harus memanggilnya apa. Saat aku ingin membungkuk sedikit untuk memberinya hormat, dia malah menahanku. Ada apa dengannya?, bukankah ini tak salah?, dia juga lebih tua dariku.
“mian, nyonya park” tunggu dulu, apa katanya barusan?, nyonya park?. “kau tidak perlu melakukan itu, mulai sekarang aku pelayan pribadimu” katanya sembari membungkuk lalu melirik kecil dan posisinya masih membungkuk lalu menegapkan kembali tubuhnya
Kata katanya barusan berhasil membuatku bingung, apa maksudnya pelayan pribadi?, bukankah dia anak orang kaya?, bahkan perusahaan appanya bersaing ketat dengan perusahaan appa.
“kau masih tidak percaya, eoh?, kau bisa menghubungi appamu dan menanyakan tentang hal ini” kali ini dia tersenyum. Sungguh senyumnya seperti seorang malaikat. Eit park eunji, ingat baekhyun, ingat baekhyun.
Aku terus menyadarkan diriku. “ani, tidak perlu, masuklah” kataku. 
Suho mengekor kepadaku. Dia terus berjalan di belakangku dan jaraknya sepuluh senti persis (teliti amat yak?) tidak kemajuan atau kemunduran sedikit pun. 
“kim joonmyeon, ternyata kau sudah pindah profesi, eoh?” terlihat baekhyun duduk di sofa. Gayanya hampir membuatku muntah karena dia terlihat seperti seakan akan dia yang paling tampan dan dipuja puja oleh semua wanita di dunia. Dia menyilangkan kakinya, salah satu tangannya menahan kepalanya dan ditaruhnya tangannya itu di pegangan sofa. Ditambah lagi ekspresi dan tatapan baekhyun yang berbeda dari biasanya. Dia membuatku hampir muntah dan leleh secara bersamaan.
“jadi kita akan bekerja sama lagi, byun?” terlihat smirk milik suho, ini pertama kalinya aku melihat smirk dari namja itu.
“kurasa iya, tuan kim” kali ini baekhyun berjalan ke arah kami dan melewatiku lalu menepuk pundak suho dengan kasar.
Terlihat tatapan tanda persaingan akan dimulai lagi dari kedua namja yang ada di belakangku ini.
Aku merasakan suho oppa adalah namja baik yang polos dan murah senyum. Dia dengan senang hati mengajariku dalam belajar, tapi tidak sepertinya untuk baekhyun dan baekhyun pun terlihat tidak sudi bila diajari oleh suho oppa. Setiap pagi, jam empat sudah kudengar suara berisik dari arah dapur dan itu adalah suho oppa aku hanya tersenyum kecil sambil mengintip dari kamar dan pada saat aku melirik ke baekhyun aku hanya berguman ‘apa apaan ini?, dasar namja aneh, apakah sperti in namja yang digilai hampir seluruh isiwi di sma kami, suho oppa jauh lebih pantas’
Sudah satu minggu lebih eonnie tidak pulang dan itu membuatku gila karena suho oppa dan baekhyun bertengkar dalam selimut setiap harinya (tau kan maksudnya, yang pinter bahasa indonesia pasti tau). Mereka perang dingin dengan tatapan mematikan dan senyuman palsu yang tercetak jelas, walau pun suho oppa sudah tau hubungan kami, bahkan seluruh manusia di sekolah sudah tau termasuk gulu killer itu. Hingga suatu hari baekhyun harus jauh dariku selama beberapa menit, karena di setiap menitnya baekhyun dan suho oppa mengekor kepadaku, kecuali saat aku mandi, itu adalah hal yang tidak mungkin. Baekhyun pergi sebentar untuk membelikanku obat, yap hari ini aku sakit.
Baekhyun sudah pergi sekitar lima menit yang lalu. Aku mulai merasa bosan di kamar. Kulangkahkan kakiku yang lemas ke arah dapur. Terlihat namja malaikat itu sedang memasakkanku bubur. Di pantas menjadi namja idaman bagi seluruh wanita di dunia ini karena dia punya semuanya, wajahnya sudah tampan alami, dia kaya, memiliki IQ yg tingginya bukan main, berbakat dalam hal musik, yah... begitulah intinya, tapi satu yang tidak dia miliki, yaitu tinggi badan (hehehe ._.v yg bias.a suho jangan ngamuk y  shafa ngomong.a gk hoax :3). Aku mendekat ke arah suho oppa dan mendudukkan diriku dimeja dapur. Kulihat namja itu sejenak lalu memalingkan pandanganku ke bubur yang sedang ia masak saat dia sadar aku terus memperhatikannya.
“kenapa kau bangun?, kau masih sakit” katanya penuh perhatian
“dikamar membuatku bosan” keluhku yang diikuti lirikan tajam dari suho oppa
“lalu apa yang kau mau?” kali ini dia menatapku tajam dan mendekat kearahku.
“hiburan” jawabku polos
“kalau begitu biarkan aku memberimu hiburan” suho oppa semakin dekat dan perasaanku mulai tak enak.
Apa yang akan dia lakukan? Semoga ini hanya feelingku saja. Sekarang dia ada di depanku persis, ini mengingatkanku pada saat aku dan baekhyun...hm... aku sedang tidak ingin memikirkan kejadiannya, karena aku seorang novelis dengan imajinasi tinggi, itu membuatku berpikiran kemana mana, apa suho oppa akan melakukan hal yang sama pada baekhyun? Argh..., sudah kubilang hentikan park eunji!. Ingat baekhyun, namja player itu, aku tau baekhyun players tapi... sudahlah lupakan dulu, yang penting apa yang akan suho oppa lakukan? Sikapnya yang agak berbeda dari biasanya membuatku takut ditambah smirknya yang tercetak jelas diwajahnya.
“hi...hiburan?” tanyaku yang mulai takut. Pikiranku mulai kemana mana. Aku takut dan terus menyebut nama baekhyun.
“iya hiburan” kini posisi kami benar benar sama persis seperti pada saat baekhyun berhasil membuat mataku membulat untuk yang kedua kalinya. “jangan takut, aku hanya akan menyentuh bibirmu” kini wajahnya semakin mendekat dan semakin mebuatku takut.
Hatiku terus meneriaki nama baekhyun atau eonnie. Dimana mereka, aku mohon salah satu darinya datang. 
Hingga pada akhirnya sesuatu menempel dibibirku. Suho oppa terus melumat bibirku secara kasar dan terus mencoba menerobos bibirku dengan lidahnya yang tertutup rapat.
Baekhyun, aku minta maaf. Sungguh baekhyun aku minta maaf, aku melanggar janjiku. Hanya kalimat kalimat itu yang ada di otakku dan aku terus saja meneriaki nama baekhyun dalam hati
Aku tetap memberontaknya dengan menendangi kakinya dan akhirnya dia mulai kesakitan lalu melepaskan ciuman paksanya dan mundur hanya satu langkah. Aku tidak segera turun, karena jika aku turun dari meja bibir kami akan bertemu lagi dan masalah akan semakin panjang.
-eun ji pov end-
Author pov
“korea! I’m back!” sesosok gadis tengah berjalan dengan riangnya di tengah keramaian bandara, memang agak memalukan tapi ia tak begitu peduli karena sudah tiga minggu dia meninggalkan negara kesayangannya dan adiknya ke dubai hanya untuk membantu kedua orang tuanya. Seperti biasanya, earphone terpasang ditelinga kirinya, sedangkan telinga kanannya dibiarkannya mendengar suara diluar earphonenya.
Gadis bernama park eundae itu pun melangkah keluar taxi yang mengantarnya keapartemen miliknya dan dongsaengnya. Saat hendak menuju pintu masuk gedung, ia menangkap sosok namja yang tengah membawa kantung plastik putih dengan lambang apotik.
“yak byun baekhyun!” serunya pada namja itu.
“ah noona!” balas namja tadi dan langsung berlari ke eundae lalu memeluknya kecil.
“geumanae!” seru eundae seraya melepaskan pelukan baekhyun
“aigoo noona, apa kau tak tau aku merindukanmu eoh? Bogosshipo bogosshipo” sikap kekanakan baekhyun hampir saja membuat eundae muntah tapi pikirannya segera melayang ke kantung plastik yang dipegang baekhyun.
Baekhyun lalu menatap baekhyun dengan tatapan ‘ige mwoya?’ baekhyun yang sadar atas tatapan eundae langsung ingat kalau eunji didalam sedang sakit dan eunji sendirian bersama suho.
“aissh... suho, aku lupa. Noona ayo ke atas nanti aku ceritakan” baekhyun membawakan koper eundae.
‘suho? Apa dia pulang kekorea lebih cepat karena...’
Baekhyun dan eundae sudah didepan pintu apartemen dan pemandangan apa yang mereka dapat. Suho dan eunji hampir berciuman lagi, mereka yang sadar akan kedatangan dua orang tadi menatap takut pada baekhyun dan eundae.
Mata eundae mulai terlapisi oleh cairan bening. Kini matanya sudah tak sanggup membendung air matanya yang sudah jatuh membasahi pipinya. Eundae berlari keluar apartemen sambil mencoba menahan tangis, tapi apa gunanya tangisannya makin menjadi.
Baekhyun yang merasa dikhianati membanting keras kantung yang ia bawa untuk eunji. Dia menatap eunji tajam dan tatapannya seakan berkata ‘kau bohong eunji’ lalu melakukan hal yang sama seperti eundae. 
Arah eundae ke taman kota sedangkan baekhyun ke halte, karena kedua tempat itu menurut mereka adalah tempat yang bagus untuk menangis. Baekhyun sudah duduk di halte dengan mata yang basah, ia diam menatap kosong lurus kedepan dan membiarkan air matanya jatuh. Sedangkan eundae, dia duduk sambil menangis sejadi jadinya. Suasana galau semakin sempurna karena pada saat yang sama kota seoul di serbu oleh jutaan tetes air dari langit.
Eunji dan suho mencari pasangannya masing masing disetiap tempat. Eunji tau betul tempat favorit baekhyun untuk menangis, jadi ia langsung melangkah menuju halte bis terdekat. Sedangkan suho dia masih bingung kemana dia akan pergi untuk menemui seseorang yang ternyata selama ini dia cintai.
~flashback~
Dubai, 03.24 p.m. 
“yak eundae!” seru seorang namja memanggil seorang yeoja yang belum lama ini menjadi kekasihnya
“mwo?” jawab eundae dingin yang masih sibuk dengan novelnya
“mwoya?, bahkan hubungan kita sebagai pasangan kekasih tidak membuat sikapmu berubah eoh?”
Eundae menutup novelnya lalu menatap suho yang baru kemarin menjadi namjachingunya dengan tajam. Suho yang orangnya suka main main segera menempelkan bibirnya dengan bibir eundae dengan cepat.
“yak!” seru eundae dan suho langsung lari menuju eonmanya.
“aigoo kim joonmyeon, kau ini sudah dewasa tapi sikapmu tetap seperti anak kecil, eoh? Dasar nakal, beraninya kau mencium bibir seorang gadis” kata nyonya kim sambil mencubit kecil pipi suho
“akh.., eonma appo” 
“keurae!, itulah suho!” ucap eundae sambil menatap tajam suho.
“ya~ kalian ini sudah pacaran tapi masih seperti biasanya, eoh?” terdengar suara berat dari seorang pria 
“appa, kenapa appa mengatakannya seakan akan kami ini sudah lama kenal, padahal baru sebulan kami kenal” celetuk eundae
“dan baru sehari kami pacaran, ahjusshi” suho merangkul eundae samil menatap orang yang dia sebut ahjusshi dengan senyumannya.
“jangan panggil ahjusshi, panggil appa juga boleh, karena dalam waktu dekat kalian akan menikah” kalimat barusan berhasil membuat mata suho dan eundae memulat sempurna
“haha..., kalian ini pikirkan sekolah dulu, masuk ke universitas yang kalian inginkan, lulus dengan nilai sempurna lalu kegiatan yang disebut ‘pernikahan’ itu akan segera digelar” kali ini appa suho datang dan merangkul eundae dan suho dari belakang.
“tapi apa tidak terlalu buru buru?, selesai kuliah langsung...” perkataan eundae terpotong
“lalu kalian akan menunggu sampai kapan?, sampai kami tidak ada dan membiarkan kami tidak melihat bayi dari kalian, eoh?” terlihat raut kecewa yang dibuat buat dari nyonya kim.
Eundae dan suho hanya diam saling menatap. 
“keurae, terserah kalian. Aku yakin keputusan kalian kali ini adalah yang terbaik” ucap suho sambil melirik eundae
“dasar, modus” eundae memukul sedikit perut suho 
Tiba tiba nyonya park masuk kedalam pembicaraan kami semua.
“kajja, mobilnya sudah datang. Suho, titip eundae ya” wanita itu pergi meninggalkan suho dan eundae sambil menggandeng suaminya dan diikuti sepasang suami istri lagi yang tak lain adalah appa dan eonma suho.
“ne, hati hati dijalan” 
Eundae merasa nyaman sejak awal berada didekat suho, tapi ia tutupi dengan sifat dinginnya. Dia juga menyukai sikap suho yang selalu mengekor kepadanya dimana pun dia pergi pada saat di sekolah. Hingga pada akhirnya suho di pulangkan dulu ke korea untuk menjaga eunji dan itu telah menurunkan mood eundae untuk membantu kedua orang tuanya.
~falshback end~
“park eundae!” namja bernama asli kim joonmyeon itu kini telah mendapatkan kekasihnya tengah menangis ditengah hujan sambil berjalan pelan seperti orang yang kehilangan darah. 
Semua orang berlarian menepi agar tidak kehujanan, tapi tidak untuk eundae, dia berjalan tanpa memikirkan pakaiannya yang saat ini sudah basah kuyup. Dengan secepat kilat, suho menembus hujan lalu memeluk tubuh yeoja yang hampir jatuh karena sudah terlalu lelah untuk menangisi namja yang saat ini memeluknya dan memberikan sebuah sentuhan hangat. Eundae memukul mukul kecil dada bidang milik suho karena ia juga tak ingin menyakiti suho, tapi apa yang ia dapat, malah ia yang tersakiti.
“mianhae, jeongmal mianhae” suho mulai menyesali perbuatannya dan air matanya perlahan menetes. “mianhae..., aku berdiri di atas dua kapal pada saat yang sama. Aku kira eunji yang ada dihatiku, tapi ternyata tidak. Maaf, aku baru menyadarinya pada saat aku menyentuh eunji” suho menatap eundae dengan tatapan ‘percayalah padaku’
“jangan lakukan itu lagi” eundae memeluk erat tubuh suho.
Hujan bertambah deras,suho dan eundae pun segera menepi. Dihalte bus, masih terlihat sosok namja yang menangis. Ia masih menatap kosong hujan yang tengah mengguyur seoul. Eunji berhasil menemukan baekhyun yang sedang duduk di halte dan segera menghampirinya. Baekhyun yang menyadari kalau eunji akan segera sampai, ia pun segera beranjak dari duduknya lalu berdiri dan siap siap masuk ke bis yang entah ia tidak ketahui tujuannya. Eunji terlambat, baekhyun sudah menaiki bisnya dan bis itu tidak menunggu lama. Eunji melihat baekhyun duduk disamping jendela dengan mata dan pipi yang masih basah.
“jamkkaman!, ahjusshi buka pintunya” eunji memohon pada ahjusshi yang menyetir bis, tapi apa gunanya, ahjusshi itu sekarang sedang menggunakan earphone (gaul amat yak?) ditambah lagi suara hujan yang makin deras. 
Eunji terus memukul mukul pintu bis tapi tidak ada gunanya. Bis mulai berjalan pelan dan eunji mulai berlari mengikuti bis sambil terus memukul mukul badan bis dan meneriaki baekhyun.
“yak byun baekhyun! Baekhyun! Byun baekhyun!” eunji terus berteriak dan berlari hingga pada akhirnya dia terjatuh karena sudah tidak kuat untuk berlari dalam hujan, ditambah keadaannya yang tidak terlalu sehat ini menghambatnya. “baekhyun mianhae...” eunji terduduk di jalanan dekat trotoar sambil menangis dan menyebut nama baekhyun berulang kali dengan bibirnya yang mulai membiru.
Tiba tiba hujan berhenti di tubuh eunji, padahal masih terdengar suara air berperang dengan jalanan seoul. Eunji mendongakkan kepalanya, terlihat wajah baekhyun yang masih basah karena menangisi eunji. Dengan cepat eunji menangis di pelukan baekhyun.
“baekhyun mianhae, mianhae...., jeongmal mianhae...” baju baekhyun basah, bukan karena hujan karena dari tadi ia tidak sedikit pun kehujanan, tapi karena tubuh eunji yang basah dan air mata eunji yang jatuh di baju baekhyun. “mianhae baekhyun, aku telah melanggar janjiku” eunji masih terisak dan baekhyun masih tak kunjung membalas pelukannya.
“aku sudah memaafkanmu, jika kau lakukan lagi, tak segan segan aku meninggalkanmu” katanya mengancam dan senyum biasanya. Walaupun eunji tau bahwa senyuman itu masih dipaksakan oleh baekhyun dan masih terlihat kecewa padanya, tapi baekhyun mencoba untuk tersenyum setulus mungkin.
“gumawo” 
Tanpa mereka sadari, payung yang dipegang baekhyun lepas dari tangannya karena angin begitu kencang. Baekhyun menarik wajah eunji dan membuat eunji berjinjit sedikit. Lagi. Mereka berciuman dan mereka melakukannya di tempat umum. Hanya beberapa pasang mata yang menatap mereka, bahkan ada ibu ibu yang berjalan melewati mereka sambil berkata ‘aigoo, anak muda jaman’ baekhyun dan eunji yang mendengarnya hanya tersenyum malu didalam ciuman mereka.
Skip
“eonnie~!, aku pulang” eunji masuk ke apartemennya dengan keadaan yang masih basah. “eonnie?, apa kau belum pulang?” eunji mulai khawatir hingga akhirnya ponselnya bergetar di meja.
Nama park eundae terlihat jelas di layar ponsel milik eunji dan tanpa menunggu apa apa, segeralah ia angkat.
“yeobb...” belum selesai eundae menyelesaikan salamnya, eunji memotongnya
“eonnie!, kau dimana?, apa kau baik baik saja?, kau bersama siapa?, kenapa belum pulang?, pulanglah, hujan semakin deras” eunji mengatakannya dengan cepat, bukan karena takut pulsanya akan habis, tapi karena khawatir.
“tenanglah park eunji, aku baik baik saja. Eonnie sedang bersama suho”
DEG...
Saat mendengar nama suho, eunji jatuh ke lantai dan pada saat yang sama baekhyun datang sambil menggosok gosokkan rambutnya karena basah. Baekhyun memberi tatapan ‘gwaenchana?’ pada eunji dan hanya dibalas anggukan oleh eunji. Baekhyun mengajak eunji duduk disofa sambil terus menggosokkan kepalanya dan terus menatap eunji dengan penuh tanya.
“eonnie, jamkkaman” eunji menahan telfonnya. “eundae eonnie bersama suho oppa” mata baekhyun membulat saat mendengar perkataan eunji. Baekhyun memberi tatapan ‘suruh dia pulang’ dan hanya direspon eunji dengan anggukan. “eonnie, bisakah kau pulang sekarang?, suho oppa... eum...” eunji menggigit bibir bawahnya karena takut mengatakannya, walaupun eundae sudah melihatnya.
“tenang saja, dia akan merawatku untuk beberapa waktu. Sekarang aku ada dirumahnya” eundae masih bicara dengan nada santai
“mwo?, merawatmu?, rumahnya” eunji terlalu kaget hingga menggunakan banmal 
“yak! Beraninya kau menggunakan banmal kepada eonniemu sendiri” omelnya dari sebrang 
“mian, tapi eon, eonnie sudah lihat sendiri bukan sikapnya kepadaku tadi” 
Kali ini eundae diam. Ia ingat namja chingunya mencium wanita lain, dan itu adalah adik eundae sendiri, dan juga ia baru ingat kalau hubungannya dengan suho belum diketahui adiknya sendiri. Eundae menghembuskan nafasnya dengan berat sebelum akhirnya ia mengatakan hal yang mungkin dapat membuat adiknya itu jantungan.
“eunji, maaf aku tak memberi taumu sebelumnya, aku memiliki hubungan dengan suho” 
“mwo?!?!, apa maksud eonnie?, hubungan?, dengan suho oppa?, jangan bilang kau adalah...”
“ya, kau benar. Eonma dan appa sudah tau, dan kami kepergok oleh mereka saat suho mengatakannya di dubai”
“apa eonnie tulus?”
“sejak awal aku sudah tulus, sudahlah kami mau makan, besok aku akan menceritakannya semua kepadamu” 
“mwo?, eonnie?, yak eonnie!” eundae menutup telfon sepihak dan itu yang kadang membuat eunji malas untuk menelfon eonnienya.
“mereka pacaran” eunji menunduk lemas karena dia telah dicium oleh pacar kakaknya.
“nugu?” baekhyun bersandar pada sandaran sofa sambil mengalungkan handuk kecil dilehernya.
“eundae eonnie dan suho oppa” baekhyun menatap eunji tak percaya. “arra, aku tau ini agak aneh, aku telah dicium...” baekhyun menutup mulut eunji dengan tangannya lalu menatap eunji dalam dalam.
“jangan lanjutkan, aku akan menangis” eunji hanya mengangguk. Tangan baekhyun kini beralih ke rambut eunji yang masih basah, berbeda dengan rambutnya yang mulai mengering. “rambutmu basah” baekhyun mengeringkan rambut eunji dengan handuk yang dikalungkannya tadi dan eunji membelakangi baekhyun. (ni scene kek d personal taste, yg ad lee min ho sama siapa gitu, shafa lupa, bedanya yg d personal taste pake hair dryer, sedangkan ini manual, alias pake handuk XD).
Baekhyun menggosok gosok rambut eunji yang lumayan panjang dengan lembut. Baekhyun pelan pelan mendekatkan dirinya kepada eunji hingga hampir tak ada jarak diantara. Eunji mulai merasakan ada dua lengan melingkar dipinggangnya. Baekhyun menenggelamkan kepalanya di leher eunji. Eunji merasakan nafas baekhyun yang berhembus pelan di lehernya dan membuatnya menggeliat kecil hingga baekhyun melepaskan pelukannya.
“geli” eunji membalikkan badannya dan mendapatkan wajah baekhyun yang tengah tersenyum manis kepadanya.
“tunggu dulu, bukankah kau sedang sakit?” raut baekhyun berubah seketika saat mengingat keadaan eunji yang sebelumnya sempat menggigil.
Baekhyun berlari ke arah kantung plastik yang tadi ia banting lalu pergi ke arah dapur. Ia sebenarnya tak sudi jika harus menyentuh makanan buatan suho, tapi bagaimana lagi, eunji masih sakit dan butuh makanan itu dan lagi baekhyun tidak bisa memasak. Baekhyun mencobanya sedikit.
“mwoya?, manis? Apa dia salah memasukkan antara garam dan gula, eoh?” karena masakan suho, baekhyun mendapat ide yang baginya akan sangat menarik dan pasti ditolak mentah mentah oleh eunji.
“makanlah ini, aku tak menjamin rasa karena ini suho yang buat”
“secara tidak langsung kau mengatakan bahwa masakanmu enak, byun” baekhyun hanya tersenyum tak jelas. Eunji segera memakan sesendok bubur itu. “huek...., apa ini? manis” eunji mencoba untuk menelannya.
Tiba tiba baekhyun mencium eunji sekilas, dan jelas itu membuat eunji berteriak .
“yak!, mwohanaeungeoya?!” bentak eunji
“penyedap rasa”
“mwo?” baekhyun mengangguk polos “mwo?!” eunji menaikkan nada bicaranya dan baekhyun tetap mengangguk polos “mwo?! Penyedap....rasa...?” 
“aissh....kau ini. setiap sendoknya, aku akan menciummu sekilas agar rasanya enak”
Wajah eunji memerah karena marah dan malu. Dengan cepat eunji melayangkan pukulannya kepada baekhyun dengan sendok. “dasar, aku ini masih sakit bisa bisanya kau memanfaatkan keadaanku. Lagi pula ini bukan kau yang buat, jadi kenapa harus kau yang menanggung” 
“jadi, kau akan mencium suho?” kali ini baekhyun terlihat kesal “jika iya...ha...aku benci mengatakannya. Aku akan menjadi penggantinya untuk sementara waktu”
Lagi lagi sendok melayang ke arah baekhyun.
“yak!, bisakah kau berhenti memukulku dengan sendok itu, eoh?” seru baekhyun sambil berdiri
“lalu apa aku harus mengambil sendok yang lain?” tanya eunji dengan polosnya dan ikut berdiri.
“sudahlah” kali ini baekhyun benar benar kesal. Eunji yang menyadari itu segera mencium pipi baekhyun. Baekhyun tetap diam dan ia masih mengharapkan lebih dari eunji, tapi itu tidak akan terjadi karena eunji sudah melangkah masuk ke kamarnya dan tidur.
Baekhyun mengusap pelan pipinya lalu tersenyum. Dengan cepat baekhyun berlari ke kamar dan membaringkan dirinya di kasur eunji. Seperti biasa, eunji akan berteriak.
“yak!, jika kau ingin tidur, tidurlah di kasur eonnie!” eunji hanya berteriak dan tidak mendorong, karena ia tau pasti akan terjadi lagi.
“shirreo!” 
“yak byun baekhyun! Neo jugeullae??” 
“lima menit saja, tidak akan terjadi apa apa, tenang saja” baekhyun pun memeluk eunji erat dan eunji hanya diam. “pintar” baekhyun mengatakannya sambil mengelus puncak kepala eunji dengan lembut dan itu sukses membuat wajah eunji memerah
~END!!!!~
~~EPILOG~~
“eonnie, sungguh kau sangat cantik” eunji menatap eonninya dari pantulan kaca.
Terlihat eundae sedang mengenakan gaun pengantin warna putih tulang. Rambutnya dibiarkannya diurai. 
“bucketnya akan segera sampai” kata eunji sambil menatap ponselnya dan dibalas senyuman eonnienya.
“mianhae!” namja bermarga byun masuk tanpa mengetuk pintu sambil ngos ngosan. “ini bucketnya, jalan tiba tiba macet” kata baekhyun lalu mendekat ke arah eundae lalu memberikan bunga seakan akan dia akan melamar eundae. “will you marry me?” tanyanya pada eundae yang berhasil membuat mata eunji berapi api tapi hanya dibalas oleh eundae dengan tawa kecil.
“yak!” seru eunji sambil menjitak kepala baekhyun.
“appo...” baekhyun meringis kesakitan sambil memberikan bunga pada eundae lalu memegangi kepalanya sambil berjalan ke arah eunji dan duduk di sebelahnya. Pada saat itu ponsel baekhyun bergetar dan itu dari. “suho hyung?” baekhyun membaca nama yang terpajang di ponselnya. Ternyata suho mencoba untuk video call dengan baekhyun. “mwo?” tanya baekhyun judes pada suho.
“yak! Eundae milikku eoh, bukankah kau sudah ada eunji” terlihat wajah geram suho yang dibuat buat
“bagaimana dia tau?” guman baekhyun pelan
“benar itu!” eunji menyerobot dalam video call baekhyun dengan suho dengan mengambil ponsel baekhyun
“oh hoy~ adik iparku, annyeong” sapanya ramah, tidak seperti beberapa tahun yang lalu.
“nado annyeong, oppa” balas eunji
hubungan eunji dan baekhyun semakin dekat, sedangkan suho dan eundae beberapa menit lagi akan meresmikan hubungan mereka sebagai suami istri. butuh waktu agak lama untuk menerima suho menjadi bagian keluarga karena baekhyun dan eunji menolak suho dengan mentah mentah, dan perlahan baekhyun mulai dekat dengan suho, bahkan baekhyunlah yang membantu suho untuk memilih cincin untuk eundae, karena menurut suho, jari baekhyun terlalu lentik bagi seorang pria dan kebetulan ukuran jari baekhyun sama dengan eundae. 
Skipp
Pernikahan sedang dimulai dan sekarang saatnya pengantin wanita melempar bucket bunganya. Eundae dan suho saling menatap, pikiran mereka sama. Eundae melempar sambil menghadap kebelakang, dan ia sudah menargetkan yeoja mana yang akan mendapatkannya. banyak teman yeoja eundae yang bersiap menangkap bucket itu, sedangkan Eunji dan baekhyun yang duduk manis dan tidak terlalu mengharapkan bucket pengantin itu, datanglah sebuah bucket bunga yang jatuh tepat di pangkuan eunji. Mata eunji terbelak dengan kedatangan bucket itu, begitu pun dengan baekhyun. Eundae dan suho hanya tersenyum kecil. 
Baekhyun melirik eunji sebentar lalu menampakkan smirknya yang tajam.
“tidak secepat itu tuan byun, selesaikan kuliahmu itu” ucap eunji sambil memukul kepala baekhyun dengan bucket yang kini ia pegang.
Tamu undangan yang terfokuskan pada eunji karena bucket bunga, kini tertawa geli karena sikap kedua pasangan muda yang mungkin sebentar lagi akan menyusul kakaknya.
~beneran END!!!!!!!!!!!!!!!!!~
gimana? gimana? gimana?
bagus nggak?, kalau nggak, maap *bow* 
sebenernya ep ep you are mine udh jadi dari jaman.a memb exo msh pd jd telor(?) tapi kyjae ngeremin terus ni ep ep soal.a takut ngepost n dapet kacang ///,-
oKai ini chapt terakhir.a, kapan kapan kyjae bakal ngepost ep ep yg br, paii~
#kyjae