Minggu, 26 Januari 2014

FanFic You Are Mine 1/2


You are mine 

1/2

Cast :• Park eunji (OC) • Park eundae (OC)• Byun baekhyun• Kim joon myeon
Genre: tau ah :D
Author : kim young jae (kyjae)



Eunji pov
Eundae pov
Author pov
Eunji pov
Baekhyun pov
Eunji pov
Baekhyun pov
Eunji pov
Author pov

“yak park eunji!, ppali!, kau ingin guru killer itu memanggangmu lagi, eoh?”
Terdengar teriakan eonnie dari arah dapur, sedangkan aku masih di kamar mengenakan seragam. Aku menatap cermin sebentar. Kulihat wajahku yang seperti zombie karena selama liburan semester aku berada di depan komputer untuk menulis sebuah novel yang harus kupublishkan. Sebelumnya aku pun sudah membuat banyak novel dan diminati banyak kalangan, dan sekarang aku di tuntut mereka untuk membuat novel lagi, e-mailku penuh atas permintaan mereka dan editorku terus mendesakku dan itu membuatku gila hingga lupa menyegarkan otakku.
“eonnie, apa kau memiliki krim yang mungkin menutupi lingkaran ini?, atau kalau bisa hilangkan” aku menunjuk lingkaran hitam tipis yang ada di sekitar mataku.
“omo!, kau ini jelmaan panda atau bagimana?. Kau terlalu keras kepala, sudah kubilang untuk berhenti sejenak untuk menulis novel itu. Dua minggu tanpa sekolah kau gunakan hanya untuk menulis novel saja. Pakailah ini, mungkin akan menutupi” eundae eonnie memakaikanku sebuah krim.
“dua minggu liburan tidak cukup untukku, paling tidak tiga minggu”
“diam, jangan banyak bergerak. Jika krim ini masuk ke matamu aku tak akan bertanggung jawab”
Aku hanya diam sambil memperhatikan jam yang menunjukkan pukul 06.10 dan dua puluh menit lagi upacara hari pertama masuk akan di mulai. Tunggu dulu, dua puluh menit?, perjalanan dari apartemen lima belas menit, belum lagi menunggu bis.
“eonnie, sudah belum?”
“ne”
“kalau begitu ppali, ini sudah jam enam lebih sepuluh menit” kuambil tasku yanga ada di kursi.
“mwo?” mata eonnieku membulat sempurna.
Dia berlari ke arahku yang sudah berada di luar pintu apartemen kami. Orang tua kami sekarang berada di dubai untuk keperluan bisnis. Sebenarnya kami akan diberi sebuah rumah besar tapi kami tolak karena akan lama untuk membersihkannya dan jika ada pembantu, itu tidak akan membuat kami bebas. Dan pada akhirnya kami memilih tinggal di apartemen, dan karena appa dan eonma terbiasa hidup mewah dari kecil, mereka memberikan sebuah apartemen yang tak bisa dibilang murah. Tingkat keamanannya sangat tinggi.
Saat kami berlari menuju halte bis, terdengar suara klakson dan itu membuat kami menengok kebelakang. Terlihat mobil sedan berhenti disamping kita dan kaca mobilnya terbuka. Terlihat wajah ceria dari seorang bermarga byun.
“yak park sisters!”
“mwo?” tanya eonnie dingin
Dilihat dari tatapan matanamja bermarga byun, dia ingin memberi kami sebuah tumpangan. Dengan cepat aku masuk.
“whoa!, slow down, ternyata kau sudah mengerti maksudku, chagi?”
“yak!” teriakku dan eonnie bersama
“yak park sisters, kalian ingin membunuhku dengan teriakan barusan, eoh?”
“kau yang ingin membunuhku karena panggilan barusan, sejak kapan kita mempunyai hubungan khusus hingga kau beran menyebutku ‘chagi’?” tanyaku tepat ditelinganya
“jika kau mendengkat ke kepalaku lagi, mungkin akan kucium kau” goda baekhyun
“yak byun baekhyun!” teriak eonnie yang masih diluar
“noona, sebaiknya kau cepat masuk, upacara akan dimulai sepuluh menit lagi”
“mwo?!” lagi lagi kami berdua berteriak.
Dengan cepat eonnie masuk ke mobil baekhyun. Aku duduk di depan, disamping baekhyun sambil memainkan kuku karena takut akan dihukum lagi, sebelum liburan pun aku sempat mendapat hukuman. Sedangkan eonnie duduk santai di belakang sambil memainkan iphonenya dan memasang earphone di telinganya.
“kau takut akan dijadikan daging panggang, eoh?” tanya baekhyun yang mengemudi dengan kecepatan yang lumayan.
“ani, kau buat dua kesalahan byun baekhyun”
“mwo?, yang benar saja seorang byun baekhyun melakukan kesalahan, apa lagi soal...” jawabnya dengan pede dan akhirnya diam setelah menyadari kulirik tajam dia.
“ini januari awal, tidak mungkin aku dipanggang di tengah lapangan lagi. Dan lagi, aku tidak akan dijadikan daging panggang kali ini”
“lalu?”
“kayu bakar untuk menghangatkan tubuh besarnya”
Setelah tujuh menit kami berada di mobil baekhyun, akhirnya kami sampai di sekolah kami, XOXO high school. Sekolah bergengsi yang semua muridnya dari keluarga yang terpandang. Eonma dan appa juga termasuk, mereka telah berhasil mengerjakan proyek proyek besar dengan bekerja sama dengan perusahaan perusahaan yang mungkin sudah mendunia. Sedangkan baekhyun, appanya adalah pemilik perusahaan game terbesar di korea, game yang dibuatnya pun tak main main, karena untuk menyelesaikan satu game dan satu level saja harus membutuhkan tenaga dan pikiran yang besar. Banyak macam game yang sudah dibuat appa baekhyun, dan itu sangat disukai banyak anak SMA seumuran kita terutama laki laki, karena kebanyakan bergenre action.
“yak byun baekhyun!, park eunji!, park eundae!” sebuah teriakan serak terdengar tepat ketelinga kami saat kami hendak masuk ke gedung utama sekolah
“kita harus lari atau berbalik ke arahnya?” tanya baekhyun yang ada di sampingku.
“berbalik saja, aku benar benar tak ingin dijadikannya kayu bakar” ucapku
“noona?” tanya baekhyun pada eonnie yang dibalas dengan anggukan tak yakinnya
Dan pada saat kami berbalik, guru killer dan gila itu sudah ada di depan kami. Guru BP paling tidak waras, ya tidak waras catat itu!.
“kalian tidak terlambat?, bagus kalau begitu” guru itu meninggalkan kami
“hanya itu?, oh god..., she makes me crazy” baekhyun sering mencapur adukan bahasanya dengan bahasa inggris, karena sebenarnya dulu adalah murid pindahan dari amerika yang digilai oleh seluruh siswi di sini, dan itu tambah membuatku muak, apa lagi jika harus berjalan dengannya di lorong yang banyak siswinya, ditambah lagi, dia adalah seorang players, entah sudah berapa mantannya.
“jadi sekarang kau mulai menggilai guru itu?” goda eonnie
“yak noona!, apa kau gila?, menggilainnya?, pft.. mungkin jika iya itu akan menjadi trending topics di mana mana”
“ya, dan itu akan membuat ramai sekolah, sosmed, dan dunia maya dengan tag line ‘BYUN BAEKHYUN MENGGILAI GURUNYA SENDIRI YANG SUDAH MEMILIKI KELUARGA’ dan itu pasti akan berhasil membuatnya bercerai dengan suaminya”
Baekhyun yang membayangkan hal yang tidak tidak segera menghilangkan bayangan bayangan mengerikan itu. “andwe!” teriaknya hingga membuat siswa dan siswi disekitar memperhatikan kami.
untuk semua siswa XOXO high school, upacara akan dimulai lima belas menit lagi, ini karena ada beberapa masalah kecil tentang petugas’ terdengar suara guru killer tadi lewat microphone sekolah yang di pasang di sudut sudut tertentu
“guru itu benar benar membenci kita, sudahlah lebih baik kalian ke kelas kalian, aku pergi ne” eonnie mulai berjalan ke arah gedung kelas dua belas, sedangkan aku dan baekhyun akan ke arah gedung kelas sebelas.
“ne chagi~” kali ini panggilan itu untuk eonnie
“yak byun baekhyun!” seru eonnie yang membelakangi kami.
Aku hanya melirik tajam baekhyun sambil menarik tasnya karena sudah tak tahan dengan sikapnya yang seakan akan dia players, eit dia memang players. Baekhyun yang sadar dengan lirikanku, tak segan segan dia menggodaku
“mwoya?, kenapa kau menatapku seperti itu?, kau cemburu?”
Dengan cepat kujitak kepalanya lalu melepaskan genggamanku pada tasnya dan pergi meninggalkannya.
Skipà
Pada saat upacara, ada formasi yang aneh. Terlihat lima orang namja yang berdiri di dekat guru.
“yak, kau tau siapa mereka?” bisikku pada baekhyun yang dari tadi menatap kelima namja itu dengan tatapan yang marah, dan aku yakin kalau baekhyun pasti mengenalnya
“mereka murid transfer, sekaligus musuhku” jawabnya pelan
“mwo?, padahal aku suka namja yang ada di pojok”
“andwe!, kau tak boleh menyukainya, kau tak akan tau ada apa dibalik senyumnya”
“kau cemburu ya?” kali ini aku yang menggodanya hingga wajahnya terlihat agak merah. Baekhyun diam. “benarkan?”
“iya, ada masalah?” kali ini wajahnya sudah merah padam dan dia menatap lurus ke depan
Omo seorang byun baekhyun cemburu, sungguh disaat seperti ini aku ingin tertawa sepuas puasnya.
-eunji pov end-

Aku duduk diam dibangkuku sambil mendengarkan musik dengan earphoneku yang kutancapkan di ponselku. Seperti kelas pada umumnya, walaupun ini sekolah bergengsi tapi tak ada bedanya dengan sekolah pada umumnya, muridnya akan rusuh jika tidak ada guru dan tak jarang pula guru yang masuk marah marah bahkan sampai pidato panjang lebar disini.
Pintu kelas terbuka dan dalam hitungan detik, semua teman sekelasku yang rusuh dan berlarian mulai menempati bangkunya masing masing. Aku yang tiap hari melihat pemandangan itu hanya tersenyum kecil. Terlihat seorang guru killer yang tadi pagi hampir membuatku, adikku dan baekhyun dijadikannya kayu bakar.
“kalian akan ada teman baru, siswa kim silahkan masuk”
Yah..., bisa kuakui wajahnya sangat tampan, bisa dilihat dia memiliki kepribadian yang bersih, pendiam tapi murah senyum, dan lain lain. Aku malas mendengar ocehan guru killer itu, maka dari itu aku tetap mengenakan earphone, rambutku yang panjang menutupi kabel earphone, jadi guru itu tidak akan tau. Hingga pada saat gerakan mulut guru itu seperti mengatakan ‘perkenalkan dirimu’ aku melepas earphoneku.
“annyeong, kim joon myeon imnida, kalian bisa memanggilku suho. Pangapseumnida” katanya sambil melihat sekeliling
Aneh, namanya joon myeon tapi kenapa dia memperkenalkan diri sebagai suho?, tidak nyambung. Aku pun kembali memasang earphoneku yang sengaja kumatikan musiknnya. Kulihat dia berjalan kearahku. Bagus bangku disampingku kosong. Sesuai tebakanku, dia duduk disampingku.
“annyeong” sapanya yang sudah duduk di sebelahku dan aku pura pura tidak mendengarnya. “apa dia tidak bisa mendengar?” tanya namja bernama suho itu ke min ki, ketua kelas yang duduk disampingnya
“dia memang begitu, kepribadiannya agak tertutup. Dia sebenarnya sedang menggunakan earphone”
Selama pelajaran, aku benar benar terganggu olehnya, dia menanyakan hal hal yang tidak penting. Seperti apa aku tinggal sendiri, apa aku tinggal di sebuah apartemen atau rumah, memangnya dia ingin menginap di apartemenku, eoh?, dan gilanya lagi doa bertanya ‘apa kau pernah melakukan tindakan diluar batas?’ jika aku mengolah kata katanya, akan banyak maksud yang terselubung di kalimatnya, seperti diluar batas yang mungkin membunuh, atau yah..., sesuatu gila yang biasa di lakukan para remaja yang stress dan akhirnya berakhir malu.
Saat istirahat pun namja itu tetap mengikutiku dengan sebuah senyuman konyolnya. Aku mencoba menghiraukannya dengan mengenakan earphone seperti biasanya. Namja tadi masih mengikutiku dan jaraknya semakin dekat kepadaku, ini sangat menggangguku.
Saat jam makan siang dia duduk di sampingku, dan aku mencoba untuk menganggapnya sebagai angin, ya hanya angin. Hampir seluruh siswi melirik ke arah kami, aku tau karena mereka iri kepadaku yang disampingku adalah kim joonmyeon, yang kudengar adalah anak dari kim joon in, pemilik grup kim saat ini, di tambah lagi kakaknya inha, adalah CEO di perusahaan otomotif yang memiliki wajah bagai pangeran. Kuakui, keluarga bermarga kim ini memiliki wajah yang tampan tampan, ah ya! Ibunya juga kudengar mirip yoona SNSD, sungguh awalnya aku tak percaya dengan omongan dari ahn jiseo, ratunya gosip di sekolah, saking tidak percayanya, jiseo mengirim foto keluarga suho, dan yap! Ibunya mirip yoona, kakeknya masih terlihat tampan walau sudah keriput, dan neneknya, dia masih terlihat jauh lebih muda dari umurnya.
Di tengah tengah acara makanku, suho melepas earphoneku yang ada di telinga kiri dan memasangkannya pada telinga kirinya, tentu itu membuatku secara otomatis meneriakinya walau agak pelan.
“yak!, sebenarnya apa maumu?” tepat pada saat yang sama aku mendengar tawa renyah dari seseorang yang tidak asing lagi bagiku.
“eonnie...” ucap eunji yang datang sambil menggandeng tangan baekhyun dan dari tadi tertawa bersamanya. Kini ia duduk didepanku dan baekhyun duduk di depan suho. Terlihat tatapan dari tatapan baekhyun dan suho, aku bisa melihat kalau mereka pasti adalah musuh. Tangan eunji masih menggandeng baekhyun.
“jadi kalian berkencan, eoh?” tanyaku
Mata suho membulat setelah mendengar kalimatku barusan, sedangkan baekhyun hanya tersenyum bangga seakan mendapat gelar sebagai raja, dan eunji, apa yang dia lakukan?, dia memandang suho dari tadi dan kupecahkan lamunan eunji yang dari tadi melihat ke arah suho.
Saat menyadari perkataanku tadi, eunji mendorong baekhyun menjauh. Dan senyum mengejek terukir di wajah suho seakan dia ingin bicara ‘kau terlalu perccaya diri, byun’
“ani!, dan itu tidak mungkin!” bantah eunji cepat
“bukankah kita akan berkencan malam ini, chagi?” baekhyun mendekatkan wajahnya ke wajah yeodongsaeng kesayanganku itu. Dan pada saat aku melihat sekitar, terlihat wajah marah, cemburu, dan iri dari siswi yang lain, bahkan ada yang sempat mematahkan sumpitnya.
“yak byun baekhyun!” seruku pelan sambil memukul kepalanya dengan sumpit
“lalu apa kalian berkencan?, kalian terlihat sangat akrab” tanya eunji yang membuatku tersedak saat memakan sup. Aku lupa bahwa aku dan suho sedang berbagi earphone. Dengan cepatku lepas earphoneku dari telinganya.
“jadi tidak, pft...” kali ini baekhyun sedang menahan tawa dan suho hanya melotot ke arahnya.
“oh iya, tadi kau tanya apa yang aku mau bukan?” aku mengangguk pelan dan menatap ke arah matanya secara langsung.
FREEZE...!
Untuk pertama kalinya aku merasa beku melihat seorang namja tepat pada mata mereka, sekali pun itu byun baekhyun itu tidak ada apa apanya dibandingkan namja ini. dengan cepat aku mengalihkan pandanganku ke arah eunji dan baekhyun yang sekarang mungkin sedang membahas tentang game, yap!, sekarang adikku saja menjadi gamers karena baekhyun.
“yang kuinginkan kau dan adikmu, park eundae” mata eunji dan baekhyun membulat sempurna dan aku tersedak oleh minumanku sendriri
-eundae pov end-

 Baekhyun menuliskan sesuatu di memo ponselnya dan menunjukkan kepada eunji
jangan percaya dengannya, sudah kubilang ada sesuatu dibalik wajah dan senyumnya, senyumnya palsu’
Skipà
Hari ini eundae pergi ke dubai beberapa hari karena eonma dan appanya membutuhkan otaknya sebagai hacker, beberapa komputer perusahaan diserang, dan hanya eundae yang bisa membalasnya.
Baekhyun menginap untuk sementara di apartemen untuk menemani eunji selagi eundae pergi. Aneh memang jika seorang namja dan seorang yeoja yang tak memiliki hubungan apa apa tidur satu atap, tapi ini juga permintaan appa eunji dan eundae kepada baekhyun yang jago hapkido.
“jangan macam macam kepada adikku, byun” kata eundae yang mondar mandir memasukkan barangnya kedalam koper.
“ne noona~” jawab baekhyun dengan ekspresi yang sulit dimengerti
“aku bersungguh sungguh”
“ne chagi~” kali ini eundae hanya melirik tajam baekhyun dan itu tidak merubah ekspresi baekhyun.
“aku pergi” eundae menutup pintu apartemen dan meninggalkan eunji dan baekhyun di apartemen.
Baekhyun melangkahkan kakinya kekamar dan dengan cepat eunji menghadangnya.
“mwoya?, aku ngantuk” eunji hanya melirik ke arah sofa dan itu memberi tanda kalau baekhyun harus tidur di sofa. “mwo?, tidak mungkin!, sofa itu kurang panjang, lagi pula ada dua ranjang bukan?, kita tidak akan tidur satu ranjang” kali ini eunji melipat kedua tangannya di bawah dadanya. “oh ayolah eunji!, aku tidak akan macam macam, paling aku hanya menciummu” katanya lagi asal ceplos dan sukses membuat eunji mendorong baekhyun lalu menutup pintu.
“apa dia sudah gila?, argh! Sudahlah aku capek”
Eunji melempar diri ke ranjangnya. Baru beberapa detik dia akan menarik selimut, suara baekhyun mengganggunya
“yak eunji!, aku tak bisa tidur!”
“apa urusanku” kata eunji pelan
“tentu ini urusanmu!, aku tamu!”
“bagaimana dia bisa dengar?, lagi pula jika ia tamu, apa harus tidur satu kamar dengan tuan rumah”
“iya!”
Satu kata dari mulut baekhyun yang ada di luar membulatkan mata eunji. Dan pada detik ke lima, pintu kamar terbuka yang memang sengaja tidak dikunci eunji. Baekhyun tersenyum kecil.
“oh ho~, tidak terkunci?, kenapa aku harus berteriak?”
Baekhyun melempar diri ke kasur eundae. Dengan cepat eunji duduk di tepi ranjang untuk memastikan jika baekhyun benar benar tidak akan melakukan apa apa. Ranjang eunji dan eundae hanya dibatasi oleh meja kecil dan memeberikan jarak sekitar lima puluh senti.
Eunji menatap baekhyun yang sedang menatap langit langit kamar. Sikapnya seperti anak kecil, dia memainkan jarinya seakan akan jarinya itu adalah pesawat dan ia membuat suara suara kecil dan itu membuatnya memajukan bibirnya sedikit.
Beberapa menit kemudian baekhyun menghentikan jarinya dan menatap eunji kosong, begitu pun dengan eunji.
“kenapa kau melihatku seperti itu?” baekhyun memecah lamunan eunji
-author pov end-

Tanpa kusadari aku melihat bibirnya. Argh...! eunji apa yang kau pikirkan?. Tidak!, tidak boleh, jika begitu sama saja kau telah masuk kepenjaramu sendiri eunji!. Tapi lihat bibir manisnya itu, kenapa aku leleh.
“kenapa kau melihatku seperti itu?” tanyanya yang memecah lamunanku.
Dengan cepat kubaringkan diriku diranjangku dan menutup diri dengan selimut yang lebih tebal karena ini masih musim dingin, dan menatap langit langit kamar. Kudengar baekhyun mengeluh kesal dengan membanting tangannya yang dari tadi ada di atasnya.
“jawab aku, bukan aku yang ingin melakukan sesuatu bukan?, tapi kau”
Kalimat baekhyun barusan behasil membuat mataku membulat. Kulirik sebentar namja itu dan masih dapat kulihat dia menatapku dengan tatapan yang sulit kumengerti
“ani, sudah tidurlah” kubalikkan posisi tidurku dengan membelakanginya.
Kudengar jelas suara tapak kaki yang mendekat. Oh tuhan tolong aku, jangan sampai seorang byun baekhyun menyentuhku. Sekarang dapat kurasakan jika dia duduk di tepi ranjangku dan aku masih membelakanginya.
“good night, eunji” dia mengelus ujung kepalaku dengan lembut lalu mengambil beberapa helai rambutku lalu menciumnya.
Entah apa yang sedang terjadi padaku sekarang, dia bersikap lebih dari biasanya tapi aku tak memberontak sedikit pun. Apa yang terjadi dengan diriku.
-eunji pov end-

Aku yang masih duduk di tepi ranjangnya hanya tersenyum lalu kembali ke ranjang eundae dan tidur membelakanginya.
Kenapa dia tak memberontakku?, apa ada yang salah dengannya?. Ugh... gawat jantungku berdetak kencang, semoga dia tidak mendengarnya.
Ya!, aku menyukainya sejak awal bertemu, tapi aku selalu menutupinya dan melampiaskannya kepada beberapa yeoja yang aku pacari. Oh tuhan!, detak jantungku tak beraturan, jangan sampai dia mendengarnya.
BUU..K!
Sebuah bantal melesat tepat dikepalaku, aku hanya meringis kesakitan sambil mengusap usap kepalaku karena barusan lemparan tadi sangat keras. Kulirik sedikit eunji yang kuyakini dia yang melempar bantal barusan. Dia menghadapkan tubuhnya ke padaku dan  menatapku kecewa. Tatapan itu, apa maksudnya?, apa dia ingin lebih?, tidak mungkin aku melakukannya, aku bahkan belum pernah melakukan hal lebih, bahkan kepada mantan mantanku.
“mwoya?” tanyaku dengan nada yang agak ditekankan
“harusnya aku yang berkata seperti itu”
“...” aku tak menjawab karena bingung, apa dia marah karena sikapku tadi?. “kenapa kau baru marah jika tentang barusan” balasku yang dari tadi eunji menunggu balasanku
Kali ini dia diam sejenak. “sudahlah pergilah tidur” sekarang dia kembali membelakangiku.
Refleks, ku lempar diriku ke kasur eunji dan hampir tidak menyisakan jarak anatara kami. Dan karena kelakuanku barusan, secara otomatis eunji membalikkan tubuhnya, dan parahnya lagi saat itu bibir kami bertemu. Dapat kulihat matanya membulat sempurna, begitu pun denganku, aku kaget bukan main, karena bukan ini yang kumau. Aku hanya ingin memeluknya dari belakang dan memberikan jarak sedikit agar dia tak salah paham, tapi apa yang kudapat?, ini sama saja aku menciumnya.
Bibir kami masih bersentuhan, bahkan diantara kami belum ada yang bergerak. Perlahan tapi pasti, kututup mataku dan mencoba menikmati ciumanku. Eunji yang pertama bagiku, sungguh, bahkan bibir mantanku belum ada yang pernah kusentuh. Aku menciumnya dengan lembut dan berusaha membuatnya betah. Dia masih menutup rapat bibirnya, aku tau maksudnya jadi kuturuti saja dan hanya mengecup bibirnya.
-baekhyun pov end-

apa ini?, dia menciumku?. Yak byun baekhyun!, yah kuyakin aku bukan yang pertama untukmu. Dapat kulihat jelas dia menutup matanya dan mencoba menikmatnya. Perlahan kurasakan tangannya meraba punggungku. Byun!, apa yang akan kulakukan.
aku mencoba menjauh darinya dengan mendorong dadanya yang bidang, tapi apa yang kurasakan?, dia malah tersenyum dalam ciuman ini?. yak baekhyun!, aku tidak seperti yang kau pikirkan!. Dia memegang tengkukku lalu mendorongnya pelan. Dia ingin memperdalam ciumannya. Perlahan kututup mataku, jujur ini adalah gerakan refleks. Kugerakkan sedikit bibirku dan dapat kurasakan kembali senyumannya. Aku masih menutup rapat bibirku karena aku masih takut dengan gulat lidah(?).
lima menit sudah kami melakukan ciuman ini. dan baekhyun segera melepaskannya. Bibir kami tidak terlalu basah karena kami sedang tidak melakukan sebuah french kiss. Setelah dia melepasku dan tengkukku yang dia tahan, aku mendorongnya menjauh, tapi apa yang kudapat?, aku yang terdorong karena tenaga baekhyun lumayan besar untuk menahannya, dan otomatis aku hampir terjatuh.
Kurasakan sebuah tangan menarik pergelangan tanganku dan itu membuatku terjatuh dalam pelukan baekhyun. Dia mendekapku hingga aku hampir menyentuh dadanya. Dia memperdalam dekapannya dan sekarang kepalaku benar benar menempel di dada bidangnya.
“now, you are mine, eunji” dapat kurasakan nafasnya berhembus pelan di kepalaku dan dia mengecup ujung kepalaku dengan lembut.
“m..mwo?”
“jadilah kekasihku”
Baekhyun melepaskan pelukannya dan beranjak pergi, tanpa menunggu jawaban dariku. Refleks, ku pegang pergelangan tanganya dan itu sukses membuatnya menoleh dengan tatapan ‘mwo?’
“jangan membelakangiku, tidur dengan menghadapku. Aku ingin melihat wajahmu, bukan punggungmu”  kalimat apa ini?, kenapa kuucapkan. Tapi juga apa ini?, perasaan apa ini?, apa aku menyukai seorang players bernama byun baekhyun.
Baekhyun hanya tersenyum lalu tidur di ranjang eonnie dan menuruti permintaan yang menurutku terdengar gila. Lagi lagi secara refleks aku tersenyum kepadanya dan dapat kulihat dia membalas senyumanku. Perlahan kututup mataku
-eunji pov end-

Eunji. Apa dia juga menyukaiku?
Matanya sudah tertutup dan dapat kulihat jelas wajahnya yang seperti malaikat itu. Barusan, apa yang kulakukan?, mencium eunji?. Kumohon, semoga besok dia tak salah paham. Aku tidak bisa tidur, kenapa aku terus memikirkan ciuman itu. Argh..., aku bukan byun baekhyun, aku merasa ada yang aneh di dalam diriku. Tuhan, ada apa denganku?.
Perasaan barusan datang lagi saat kulirik wajahnya. Matanya yang indah dengan warna hitam kebiruan jika dibuka, pipinya yang dengan mudahnya menampakan warna merah jika kupanggil ‘chagi’ dan bibir mungilnya yang manis dan sempurna, aku ingin lagi. Yak byun baekhyun!, apa yang kau pikirkan!.
Pagi ternyata sudah datang, tanpa kusadari aku tertidur pada malam itu. Tunggu dulu, malam itu aku... eunji. Eunji! Dimana eunji?. Kudapati ranjang eunji sudah rapi. Aku melirik ke arah jam dinding dan yah ini jam tujuh lebih lima belas menit.
“jam tujuh, eoh?” aku tersenyum dengan mata tertutup. Tunggu dulu, jam tujuh?. “mwoya?, jam tujuh?, argh... park eunji kenapa kau tak membangunkanku?” aku berlari segera berlari ke arah pintu
Apa dia membiarkanku tidur dan dia berangkat ke sekolah sendiri. Aku berlari keluar kamar dan hidungku mendapat aroma bubur. Kulangkahkan kakiku ke arah dapur dan terlihat seorang yeoja dengan senyum kecil yang terlihat puas di bibirnya yang kemarin kucium. Argh..., lagi lagi aku mengingat ciuman itu.
“kau sudah bangun, byun?” tanyanya yang terfokus oleh bubur didepannya. Aku tidak menjawabnya.
Dia tidak marah, syukurlah. Kugerakkan kakiku ke arahnya dan memeluknya dari belakang dan itu berhasil membuatnya sedikit kaget. Dia membalikkan tubuhnya dan bersandar di meja yang berada tepat dibelakangnya. Sekarang posisinya terjepit antara aku dengan meja yang ada di belakangnya. Kugeser sedikit kesamping nampan yang diatasnya ada dua mangkuk berisi bubur lalu kunaikkan tubuhnya ke atas meja.
“m...mwo?” tanyanya takut sambil menutupi wajahnya dengan poninya dan memalingkan wajahnya dariku.
“lihat aku eunji” pintaku yang tak ada respon darinya sedikit pun. “eunji...” panggilku lirih. “yak park eunji!” aku sedikit menambah volume suaraku. “tatap mataku eunji” kini kupegang wajahnya dan menghadapkannya ke wajahku. Terlihat jelas warna merah di pipinya. Aku tak bisa mengartikan wajahnya yang merah, apa dia marah atau malu. Wajahnya sangat datar hingga aku susah mengartikannya
Matanya tidak menatapku, dia menolak kontak mata denganku. Apa dia masih memikirkan ciuman kemarin?. Argh ini salahmu baekhyun!.
“mianhae, aku telah berbuat macam macam padamu” kataku sambil memeluknya.
-baekhyun pov end-

Sungguh, pelukannya begitu hangat. Aku membeku dalam pelukannya yang hangat dan terasa tulus. Dia masih memelukku. Baekhyun, namja players yang diam diam menghanyutkanku, perasaan ini kembali lagi. Byun, apa aku menyukaimu?, ada apa ini, jantungku berdetak tak beraturan, jangan sampai dia mendengarnya, kumohon.
Sekarang dia melepaskan pelukannya. Dan menatapku dalam dalam. Aku segera membuang muka dan menolak mentah mentah kontak mata denganya. Aku terlalu takut menatapnya setelah kejadian semalam. Yah walaupun belum terlewat batas, tapi menurutku itu sudah hampir membuatku frustasi seperti siswi seumuranku yang perutnya membulat. Itu juga karena aku terlalu polos.
“tatap mataku sekarang eunji, aku mohon. Aku minta maaf tentang kemarin” katanya lagi memohon dan meminta maaf.
Dengan berat kulirik namja didepanku ini dan menatap dalam matanya. Dilihat dari tatapannya kepadaku, dia terlihat sangat menyesal akan kejadian kemarin.
“eunji...” panggilnya yang tak kujawab. “eunji...” dia tak henti hentinya memanggil namaku. “eunji...” lagi, dan kali ini dengan puppy eyes dan aku sudah tak kuat.
“mwo?, aku sudah memaafkanmu” kataku dingin yang masih duduk di atas meja dapur.
“apa kau menyukaiku?” tanyanya yang tak kujawab. “aku menyukaimu eunji” katanya lagi yang membuat mataku terbelak
“berhentilah baekhyun, jangan main main, aku lapar, ayo ma—“ kata kataku terputus saat sesuatu mendarat cepat dibibirku.
Lagi, kita berciuman lagi. Kali ini aku tak bisa menolaknya, secara refleks kubalas ciumannya. Kami menutup mata secara bersamaan. Kukalungkan lenganku di lehernya dan baekhyun mendorong tengkukku sambil memiringkan kepalanya.
Apa ini, aku tak merasakan hawa nafsu darinya, dia tulus bahkan sangat tulus, tidak ada maksud apa apa. Baekhyun melepaskan ciumannya denganku, bibirku basah karena lidahnya berusaha membuka mulutku yang selalu kutolak.
“kenapa kau tidak membukanya?” tanyanya kecewa
“aku takut” jawabku takut tapi kututupi dengan sikap dinginku
Baekhyun hanya tersenyum hingga memperlihatkan eye smilenya. “kau polos sekali park eunji” dia mengusap usap ujung kepalaku. “aku menyukaimu tulus, percayalah” aku masih terdiam.
Tiba tiba aku dikagetkan dengan sesuatu yang menempel dibibirku lagi. Kali ini dia menciumku dengan cepat.
“you are mine eunji, jangan biarkan bibirmu tersentuh oleh namja lain, janji?”
“’mine’? apa maksudmu?” tanyaku polos memandang matanya, bagian yang paling kusukai
“dasar lambat, mulai sekarang kau adalah yeoja chinguku, ok?. Aku sudah menahan perasaan ini darimu sejak awal kita bertemu, tapi maaf aku melampiaskan perasaanku dan menutupi darimu dengan mengencani beberapa yeoja yang tak kucintai beberapa waktu yang lalu, dan—“
Kali ini aku yang menciumnya dulu dan membuat matanya membulat. Kupejamkan mataku dan menarik kerah bajunya untuk memperdalam ciumannya. Perlahan kurasakan tangannya melingkar di pinggangku. Kali ini aku ingin mencoba lebih berani dengan membuka mulutku sedikit. Dapat kurasakan lengkungan di bibir baekhyun. Dan yah..., hal yang masuk dalam kategori menakutkanku ini terjadi padaku, lidah kami bergulat. Dilihat dari caranya melakukan french kiss padaku, kurasa ia sudah melakukannya berkali kali. Saat aku mulai kehabisan nafas, kulepaskan ciuman itu secara sepihak, dan terlihat jelas wajah kecewa darinya hingga memperlihatkan puppy eyesnya
Aku turun dari meja dan tanganku masih memegang kerahnya yang sempat kuremas. Aku membuang muka darinya. Mukaku sudah merah. Ini pertama kalinya aku memulai duluan sebuah ciuman.
“a...aku.. eum..., ok aku janji tidak akan kubiarkan namja lain menyentuh bibirku” kataku sambil menunduk dan saat kulirik sedikit, namja itu tengah tersenyum manis kearahku
“mwo?, kenapa kau masih memegang kerahku, eoh?, kau ingin lagi?” tanyanya tiba tiba baekhyun maju sedikit tapi kutahan dan aku masih memegang kerahnya.
“ah, mian” aku membenarkan kerahnya yang tertekuk karenaku dan tanpa kusadari tanganku turun ke bawah dan mengusap dadanya sedikit dan juga aku masih membuang muka darinya
“yak!, kau ingin lebih?” tanya baekhyun polos
“mwo?” tanyaku jauh lebih polos
Baekhyun hanya melirik ke arah dadanya. NYEES... rasanya ada yang membakar hatiku dengan minyak, panas sungguh panas. Aish..., apa yang kau lakukan park eunji.
“i..ini.., tidak... aku... eum...” aku diam menggigit bibir bawahku dan menyembunyikan tanganku dibalik tubuhku.
“eum apa?”
“ya, aku akan menjadi milikmu” kataku salah tingkah
“jeongmal?” lagi lagi namja ini mendekatkan wajahnya ke wajahku.
“ i..iya, Tapi bisakah kita makan?, aku lapar dan hampir sesak nafas karenamu” ucapku sambil mengelap bibirku yang rupanya cukup basah.
“arra, kalau begitu ayo kita makan” dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku menatapnya dengan tatapan ‘mwo?’. “morning kiss?” tanyanya sambil memajukan bibirnya sedikit
“mwoya?, kau belum puas dengan yang tadi, eoh?, dasar namja mesum! Jika kita melakukannya lagi itu akan menjadi yang kelima!” seruku lalu menendang kaki kanan baekhyun dan berhasil membuatnya menggerang kesakitan lalu membawa bubur ke meja makan.
-eunji pov end-

Saat makan, hanya baekhyun yang bicara dan eunji hanya membalasnya dengan ‘hem...’ ‘oh..’ ‘yap!’ dan yang lainnya sambil mengangguk entah mengerti atau tidak. Sampai pada saat baekhyun bercerita sesuatu yang membuat eunji hampir terlonjak dari duduknya, eunji mulai membulatkan matanya.
“yak, apa semalam itu yang pertama untukmu?” tanyanya yang masih asyik dengan makanan didepannya. Eunji hanya membulatkan matanya lalu kembali ke acara makannya.
“mwo?” tanya eunji balik dengan datar dan dingin.
“ya..., yang semalam disitu” kali ini baekhyun berhenti menyendok makanannya dan menunjuk kamar dengan sorot matanya. Eunji mengikuti arah mata baekhyun dengan mulut yang penuh, lalu kembali makan.
“ani” jawabnya singkat
“mwo?, jadi kau pernah melakukannya?, dengan siapa?, bahkan kau yang pertama untukku” terlihat wajah kecewa baekhyun. Sekarang dia hanya memainkan makanannya dengan memajukan bibirnya.
Kata kata terakhir baekhyun membuat eunji tersedak. Ia tak percaya jika itu pertama kalinya. ‘kau yang pertama untukku?,  aku tak percaya, hampir saja kusemburkan buburku kepadanya’ batin eunji
“gwenchanayeo?, minumlah”
“pe..pe..pertama katamu?” tanya eunji yang dibalas baekhyun dengan anggukan polos. “bahkan dengan mantanmu kau tidak pernah?” tanya eunji lagi dan lagi lagi dijawab baekhyun dengan anggukan polos dan masih memajukan bibirnya. “kau ini tidak peka atau bagaimana?, salah satu keinginan seorang yeoja pada saat pacaran adalah ciuman” balas eunji sewot
“oi!, kau ini kenapa?, harusnya kau berterima kasih karena kau yang pertama untukku, eoh?, ciuman pertamamu bahkan sudah melayang ke orang lain” semburnya pada eunji
“ya, dan itu adalah namja bernama byun baekhyun” balas eunji yang berhasil membuat baekhyun tutup mulut. “saat pemakaman in jae, kita pergi ketaman dekat pemakaman karena aku tak kuat untuk menangis di depan keluarganya” kata eunji lagi.
In jae adalah salah satu sahabat mereka sejak SMP sebelum baekhyun pindah ke amerika lalu kembali lagi kesini. Ok, kembali ke injae yang terserang sebuah penyakit mematikan yang tidak menular. Hanya kami yang berani mendekatinya dan membuatnya tersenyum lepas. Dan eunji masih ingat pesan terakhir dari eonma in jae ‘terima kasih, kalian telah membuatnya tersenyum dan mengenal dunia luar. Dulu ia sering menyendiri di kamar, dan menangisi dirinya. Seharusnya tuhan mempertemukan kalian sebelumnya, karena mungkin kalian bisa membujuknya untuk melakukan operasi, tapi tuhan malah tidak memperbolehkannya. Terima kasih kalian telah memberi hari hari terakhirnya dengan senyuman, bukan tangisan’ kurang lebih seperti itu kalimat eonma injae
“saat kau kira aku tertidur di pundakmu, kau diam diam menciumku bukan? Dan yang kemarin bukan pertama kalinya untukmu bukan, byun?” tanya eunji dengan tatapan ‘kena kau baekhyun’
“jadi aku yang pertama untukmu?” tanyanya tak yakin dan hanya eunji balas dengan anggukan kecil. Dapat dilihat mood baekhyun kembali seperti semula.


nyahaha~ ini masih ad kelanjutan.a kelihatan kek udh selesai yak di ending?, tapi klo berhenti disini si suho jd ngambang sama kata".amaap klo ad typo, cerita.a rada gj, de el el ni ep ep jae yg pertama, udh pernah d post sih :3yg penasaran sama chapt 2 atau end dr ni ep ep, bakal nongol besok :3#kyjae