yo! annyeong! sesuai janji jae :3 jae ngepost ep ep jae yg mungkin harus d bilang absurd ini, okay baca dulu aj dah, entaran aj jae cerewetnya.
ChenKaiD.Ot!
Hyesoo pov
DRRRTT....
Suara
alarm ponselku bergetar, segera kumatikan alarm itu. Aku terus mencoba
mengumpulkan tenagaku hanya untuk membuka mataku yang masih terasa berat karena
tugas yang di berikan jang saem. Kemarin aku lembur sampai jam satu hanya untuk
mengerjakan tugas sialan itu. Tugas itu membuat pulsaku habis untuk membuka
mbah google, dan saudaranya, wikipedia.
Saat
aku mulai membuka mataku, kulihat ada namja sedang berbaring di sampingku,
bahkan kami berbagi selimut. Wajahnya sungguh damai dan pastinya tampan, dia
seperti malaikat. Aku pun berniat untuk kembali tidur, walau sebentar karena
ini masih jam lima, dan sekolah dimulai jam delapan.
Sseeet...
Aku
membuka mataku secara cepat. Siapa namja itu? Kenapa dia ada disini? Dia bukan
baekhyun oppa. Aku pun segera mengecek keadaan bajuku, masih utuh. Dan dia....
oh tidak!! Dia naked!!!! Tidak!!! Aku belum melihat bagian bawahnya, bagian
bawahnya masih tertutup selimutku. Tapi apa yang menyentuh lututku?? Oh
Tuhan!!! Aku tak berniat menyentuhnya. Dengan cepat aku beranjak dari ranjangku
sendiri.
Apa
mungkin dia penjahat? Atau namja cabul? ._. tidak!! Jangan berfikiran negative
hye soo. Beruntung baekhyun oppa tidak satu apartemen denganku dan dia sedang
mengikuti program pertukaran pelajar, jika tidak pasti aku sudah disidang
olehnya -,- . aku pun segera mengambil ponselku, dan pada saat aku hendak
mengambil ponselku, aku menemukan secarik kertas usang yang bertuliskan...
‘cium dia, dan kau akan merasakan keajaiban
yang luar biasa’
“a...apa...maksudnya”
segera kupalingkan wajahku ke arah namja itu. “apa yang dimaksud namja itu?”
aku diam sebentar. “tidak mungkin, aku tidak mungkin mencium namja yang baru
kukenal, bukan, tapi belum kukenal” lagi lagi aku diam menatap namja itu. “ini
tanggal...15 syukurlah, tiga hari lagi baekhyun oppa datang, oke hye soo tetap
tenang, jangan ambil ribut, apartemen sebelah bisa membicarakanku berhari hari,
sembunyikan saja namja ini, tapi... bagaimana caranya, jika dia mengenakan
baju, mungkin aku bisa, tapi dia...telanjang -,- ah sudahlah aku sekolah dulu”
aku terus saja mengoceh.
Selama
perjalanan ke sekolah, aku terus melamunkan namja itu, bahkan aku sampai
menabrak tiang listrik -,- bukan, bukan park chanyeol sahabat baekhyun oppa
atau pun wu yi fan ketua osis di sekolahku dan oppa.
“yak
byun hyesoo!!” sebuah teriakan membuyarkan lamunanku.
Sebuah
mobil sedan berhenti disampingku. Kaca bagian belakangnya sudah terbuka dan
telihat wajah milik kim jongdae, tapi dia lebih sering di panggil chen.
“kajja”
ajaknya
“shirreo”
aku melanjutkan langkahku yang tadi sempat terhenti.
“issh...
keras kepala sekali, hyesoo-ah!! Kelas dimulai lima menit lagi!! Jika kau jalan
kaki, akan memakan waktu dua kali lipatnya!!”
teriakan chen sukses membuatku berjalan kembali dan masuk ke mobil chen,
sungguh ini gerakan refleks.
Setelah
aku masuk, mobil mewah milik chen pun berjalan. Selama perjalanan, chen hanya
senyum senyum tak jelas, tapi itulah salah satu daya tarik dari seorang kim
jong dae. Senyumnya sangat manis, suaranya yang menurutku agak cempreng ._.v
dan tawanya yang unik menurutku.
“ahjusshi,
sekarang jam berapa?” tanya chen sambil menepuk bahu supirnya
“delapan
kurang lima belas menit” kalimat supir chen membuat mataku melotot ke arah chen
yang sudah menahan tawa.
“yakk!!,
kenapa kau suka mempermainkanku, eoh??” seruku padanya
“ini
lucu...haha...kau tau, kau mudah dipermainkan... hati hatilah jika kau memiliki
hubungan khusus dengan seorang namja, mungkin kau akan mudah dipermainkan
olehnya” jujur, iya dia sangat jujur.
Beruntung, dia memiliki wajah tampan, jika tidak, ingin sekali aku memberi
bekas biru keunguan di matanya atau di pipinya -_- tapi sayangnya, wajahnya
terlalu tampan untuk terkena noda sedikit pun -__- *AuthorLebay ._.
“yakk!!
Kim jongdae!! Kau sama saja dengan baekhyun oppa”
Sesampainya
di sekolah, aku masih saja memikirkan namja itu, dan kali ini aku menabrak xi
luhan, sunbae yang sangat populer di sekolah, bahkan aku juga sempat
menyukainya, ya hanya sesaat, itu karena aku pernah melihat dia berciuman panas
dengan salah satu sunbae yang sekarang sudah lulus saat pesta perpisahan,
rasanya sakit T^T.
Pada
saat pesta perpisahan, hanya ada beberapa anak kelas sepuluh dan sebelas yang
diundang, dan itu termasuk aku. Aku disana sebagai mc. Pada saat kejadian itu
._. aku sungguh tak sengaja melihatnya. Tapi bagaimana lagi, mereka
melakukannya di atap gedung kelas sepuluh, tempat yang sering kukunjungi saat
aku bosan, dan sekarang pindah ke atap gedung kelas sebelas, karena atap gedung
kelas sepuluh sudah jauh dari kelasku.
“gwaenchana?”
luhan sunbae mengulurkan tangannya untukku.
Bagus,
bahkan dia tersenyum kepadaku. Oh! Sunbae!! Jangan membuat hoobaemu ini jadi
gila karena senyum mautmu itu. Saat aku hendak meraih tangannya, sebuah tangan
menarik lengan bagian atasku.
“kajja
ireona~” chen yang menarikku, dasar bebek!! Tidak tau moment yang pas apa?!?!?!
Padahal sedikit lagi!!
“ah!
Annyeong sunbae” chen membungkuk sedikit ke luhan oppa dan tersenyum kepadanya,
senyum palsu.
“annyeong
sunbae” sapaku dengan poker face, aku belajar dari sehun.
“nado
annyeong, um.. siapa namamu?” tanyanya sambil menarik tangannya yang tadi
hendak kupegang lalu dimasukkannya ke dalam saku celana.
“nanaeun
jongdae, kim jongdae imnida”
“issh..
bukan kau chen, aku sudah mengenalmu sejak lama” luhan oppa memukul kecil
kepala chen dengan buku yang ia bawa. “sepertinya aku pernah bertemu denganmu,
dan kurasa aku sering mendengar suaramu, siapa namamu?” tanyanya lagi
Tapi
tunggu dulu, sepertinya? Wth?!?! Dua tahun aku sekolah disini, oppa, itu sudah
pasti kau akan bertemu denganku, walau hanya beberapa menit tiap harinya. Wajah
tampan, tapi otak sungguh lamban -_- dan
lagi, aku anak siaran, jadi wajar saja jika suaraku sering terdengar.
“byun
hyesoo imnida” ucapku singkat
“oh...
adik byun baekhyun, yang melakukan pertukaran pelajar itu bukan?” jangan
menatapku seperti itu -_- sorot matanya, wajahnya, dan senyumnya...ugh... aku
tak tahan.
“n..nde”
ucapku gugup karena wajahnya semakin mendekat dan lagi tatapan para siswi yang
lewat. Oh...tuhan... semoga saja aku tidak di bully T^T
“ah!
Hyesoo-ah!, ayo ke kelas, tugas dari jang seonsaengnim belum aku kerjakan,
kajja” chen mulai menarik tanganku dengan paksa.
Sebenarnya
ada apa dengannya, setiap aku dekat sedikit dengan namja lain, dia langsung
saja menengahi kami. Suka padaku? Tidak, dia tidak menyukaiku, dia sudah
menyukai orang lain, hoobae kami.
“yakk!!
Kim jongdae!! Itu masalahmu!!” seruku padanya. “dasar bebek” keluhku pasrah
pada chen yang sudah menarikku lebih jauh dari luhan oppa sampai lupa
mengucapkan salam padanya.
-atap
gedung kelas sebelas-
“tuhan....apa
yang harus kulakukan??? apa kau yang mengirim namja itu ke kamarku?? Tapi
kenapa dalam keadaan telanjang?? -_- dan kenapa wajahnya begitu tampan??
Sebenarnya siapa dia??? Aku bisa dimarahi baekhyun oppa jika ia mengetahuinya”
aku menanyakan hal hal yang tidak mungkin dijawab oleh Tuhan.
Tttuuukk!!
*ApaIni -_-
Sebuah
kertas usang yang terlipat jatuh tepat diatas kepalaku. Kertas ini seperti
kertas yang kutemukan tadi pagi di kamar. Dengan cepat kubuka dan kubaca
*Iyalah -_-
‘maka dari itu, bangunkan dia dan bantu dia,
maka dia akan membalasmu’
Tulisan
aneh lagi -_- sebenarnya apa ini, eoh? -__- . aku mengedarkan pandanganku,
untuk mencoba mencari orang yang mungkin melemparkan kertas aneh ini, tapi
hasilnya nihil. Aku mendesah kecil lalu mendongakkan kepalaku, mencoba
berkomunikasi dengan Tuhan, aku tau ini bodoh, tapi jika itu terjadi? Entahlah,
mungkin malaikat maut akan segera menjemputku karena kau telah berhasil
berkomunikasi dengan tuhan dengan cara bodoh ini. ok, hentikan semua khayalan
gilamu ini byun hyesoo.
“hyesoo-sshi!!”
sebuah suara membuatku mencari asal suara itu. Xi Luhan.
“s..sunbae...”
ucapku gugup dan sedikit shock.
“santai
saja, seperti kau sedang melihat hantu saja” ucapnya sembari menyenderkan
dadanya di tembok pembatas gedung. Sekarang dia ada di atap gedung dua belas
dan bertatapan denganku.
Hantu?
Sunbae...kau bagai malaikat -__- eh, malaikat? Apa mungkin namja di kamarku itu
adalah malaikat? Mungkin saja..., wajahnya sangat damai dan sejuk di pandang,
sebenarnya siapa namja itu eoh?, apa dia malaikat yang Tuhan berikan padaku?
Lagi lagi aku memikirkan namja itu. Aku mengacak rambutku dengan frustasi.
“hyesoo-sshi!”
serunya dan membuatku menoleh ke arahnya “gwaenchana?”
“n...nde?,
ah eh... nde, gwaenchana” ucapku salah tingkah.
Apa
yang baru saja kau lakukan hyesoo. Segera kurapikan kembali rambutku yang
sedikit acak acakan.
Skipà
sudah
dua hari namja itu dikamarku, dan sudah dua hari pula namja itu tak makan,
minum, bangun, atau pun mandi -__- besok baekhyun oppa pulang. Apa yang harus
kulakukan? yang benar saja aku harus menciumnya. Baiklah...akan ku lakukan apa
yang diminta oleh kertas kertas aneh itu. Aku menghembuskan nafasku dengan
berat sebelum aku mendekatkan wajahku dengannya. Oppa, maafkan adikmu yang
polos ini, masih kecil tapi sudah berani melakukan ini T^T
perlahan
dan tak pasti kudekatkan wajahku ke arah namja itu. Kututup rapat rapat mataku,
tak ingin melihat kejadian ini. aku sudah merasakannya, aku sudah merasakan
bibir kami bertemu. Perlahan, aku mulai merasakan ada gerakan dari lawan, dia
membalas ciumanku. Ugh... apa yang harus kulakukan >< lagi lagi dia
menggerakkan bibirnya dan melumat bibirku dengan lembut. Sebuah tangan
mendorong tengkukku dan bibirku dikejutkan oleh sebuah lidah yang mencoba untuk
membuka bibirku yang masih tertutup rapat.
Kubuka
mataku dan DEG... matanya sudah terbuka, dia menatapku dengan tajam dan matanya
sangat... indah... sungguh, apa dia benar benar malaikat? Kenapa matanya begitu
indah? Aku hendak membuka mulutku untuk beguman ‘wah...’ namun baru sedikit
saja kubuka, lidah yang tadi memaksa masuk ke dalam, akhirnya masuk juga.
Dasar, hyesoo bodoh! Bodoh!!!
Perlahan
dia memposisikan dirinya menjadi terduduk namun bibir kami tetap menyatu dan
tangannya masih berada di tengkukku. Lidahnya bermain dengan lihai di dalam
mulutku, geli... aku masih dapat melihat matanya menatap tajam kearahku. Aku
mulai kehabisan nafas, ku pukul dada bidangnya yang polos itu ._. dan seakan
dia mengerti, segera ia lepaskan ciuman yang menurutku ganas itu ._. aku sempat
menyesal karena itu ciuman pertamaku, tapi mau bagaimana lagi -__-
Aku
mengontrol nafasku yang tak beraturan dan detak jantungku yang tak normal ini.
ada apa denganku? Ah... mungkin karena efek ciuman barusan. Kulirik namja itu
dan aku melihat senyumnya yang... dia memang malaikat, tunggu dulu, dia benar
benar malaikat? Aku membuang wajahku dan menatap ke arah lain, mencoba untuk
tidak menatap namja itu. Aku masih bingung apa yang harus kulakukan.
“hye-ah...
kenapa kau lama sekali?”
Kutolehkan
kepalaku saat kudengar sebuah suara yang kuyakini dari namja itu
“la...lama? Sebenarnya kau siapa? Apa maumu?
Bagaimana kau tau namaku? Dan kenapa nada bicaramu seperti orang yang sudah
kenal denganku cukup lama?” ucapku gugup dan mencoba untuk menatap tepat pada
matanya
“sudah
lama sekali aku menunggumu di sini hye, aku terus menunggu diatas, hingga Tuhan
meperbolehkan aku turun ke bumi dan bertemu denganmu, dan lagi lagi aku harus
menunggu, mauku sangat sederhana, aku hanya ingin bertemu dengan cinta pertama
sekaligus cinta sejatiku dan aku butuh bantuanmu, aku mengenalmu cukup lama
hye, bahkan sebelum kau lahir di dunia ini, kau sering bermain denganku di atas
sana” jelas namja itu panjang lebar, sedangkan aku hanya cengo mendengarnya
Menunggu?
Bertemu denganku? Cinta pertama sekaligus cinta sejatinya? Sebelum aku lahir?
Diatas sana? Sebenarnya siapa dia?