Minggu, 26 Januari 2014

FanFic You Are Mine 2/2

You are mine 
2/2
Cast :
• Park eunji (OC) 
• Park eundae (OC)
• Byun baekhyun
• Kim joon myeon
Genre : tau ah 
Author : kim young jae (kyjae)
oKai ini dia ep ep lanjutan.a you are mine. ini part terakhir 
oKai dah ini dia ep ep.a
ChenKaiD.Ot ->
Eunji pov
Tiga hari sudah baekhyun ada di apartemenku, dan eonnie belum pulang juga dari dubai. Tidak ada yang hal aneh yang terjadi, itu karena kami masih memikirkan masa depan dan tidak berpikiran pendek seperti anak muda biasanya yang hanya memikirkan kenikmatan yang sesaat (bahasa lu author).
Kami baru pulang dari sekolah. Kulempar diriku diatas sofa sedangkan baekhyun sedang mengambilkan minuman ringan. Kudengar beberapa langkah kaki yang mendekat dan itu tidak lain adalah
“baekhyun, gumawo” kataku yang menerima lemparan sebuah kaleng minuman darinya.
Dia duduk di sampingku dan membuka minumannya, begitu pun denganku. Kami meminumnya dengan oneshoot, yap! Karena sekarang sangat panas, bahkan ac di apartemen belum cukup mendinginkan tubuh sekaligus otak kami yang tadi ditumpuki oleh rumus fisika dari kim seonsaengnim. 
“ah...” ucap kami berdua bersama setelah meminumnya dan menyandarkan diri disandaran sofa. Tangan kami masih memegang kaleng minuman yang sudah kosong.
Tiba tiba, bell apartemen berbunyi dan otomatis kapala kami berputar ke arah pintu dengan tatapan tanda tanya lalu kami saling melempar pandangan. Damn!, matanya terlalu indah untuk kulihat, aku sudah tak kuat. Aku pergi meninggalkan baekhyun untuk membuka pintu, sedangkan dia malah mengambil minuman kaleng lagi, mungkin dia belum puas.
Sebuah pemandangan yang indah sekaligus menakutkan ada di depan pintu apartemenku. Aku dapat melihatnya jelas lewat lubang kecil yang ada di pintuku. Dengan cepat aku lari ke arah baekhyun dan baekhyun hanya menatapku ‘mwo?’ karena dia masih minum.
“suho oppa..., ani suho sunbaenim, ani.. oppa?, sunbaenim?, ah molla!” ucapku bingung harus mulai dari mana, bahakan menyebutnya saja susah
“mwo?, ada apa?, bicaralah yang benar” tanyanya yang kesal karena kusebut nama ‘suho’
“di didepan” akhirnya aku berhasil mengatakannya dan sukses besar membuat baekhyun menyemburkan minumannya yang masih tertahan dimulutnya. Baekhyun mengelap daerah bibirnya dan itu terlihat...ugh...lupakan.
“yak!” seruku padanya.
Tiba tiba terlihat wajah tenang, tampang ‘cool’ dan woles dari baekhyun. Dan itu membuatku ingin memukulnya dengan sapu seperti ibu ibu keras kepala. “tenang, kau buka saja pintunya, sisanya serahkan padaku” kini baekhyun melangkah ke sofa dan duduk dengan gaya ‘cool’nya. Jujur, aku benci dengan gayanya yang sok cool itu.
“mwo?, bukannya kau bilang ada...” kalimatku terhenti saat baekhyun menatapku dengan arti ‘buka saja, kau akan aman’ dan tatapan itu berhasil membuatku berjalan malas ke pintu dan membuka dengan senyum yang dipaksa untuk menyambut tamu tak diundang itu.
“annyeong suho oppa, eum.. sunbaenim?” aku memberinya salam dan masih bingung harus memanggilnya apa. Saat aku ingin membungkuk sedikit untuk memberinya hormat, dia malah menahanku. Ada apa dengannya?, bukankah ini tak salah?, dia juga lebih tua dariku.
“mian, nyonya park” tunggu dulu, apa katanya barusan?, nyonya park?. “kau tidak perlu melakukan itu, mulai sekarang aku pelayan pribadimu” katanya sembari membungkuk lalu melirik kecil dan posisinya masih membungkuk lalu menegapkan kembali tubuhnya
Kata katanya barusan berhasil membuatku bingung, apa maksudnya pelayan pribadi?, bukankah dia anak orang kaya?, bahkan perusahaan appanya bersaing ketat dengan perusahaan appa.
“kau masih tidak percaya, eoh?, kau bisa menghubungi appamu dan menanyakan tentang hal ini” kali ini dia tersenyum. Sungguh senyumnya seperti seorang malaikat. Eit park eunji, ingat baekhyun, ingat baekhyun.
Aku terus menyadarkan diriku. “ani, tidak perlu, masuklah” kataku. 
Suho mengekor kepadaku. Dia terus berjalan di belakangku dan jaraknya sepuluh senti persis (teliti amat yak?) tidak kemajuan atau kemunduran sedikit pun. 
“kim joonmyeon, ternyata kau sudah pindah profesi, eoh?” terlihat baekhyun duduk di sofa. Gayanya hampir membuatku muntah karena dia terlihat seperti seakan akan dia yang paling tampan dan dipuja puja oleh semua wanita di dunia. Dia menyilangkan kakinya, salah satu tangannya menahan kepalanya dan ditaruhnya tangannya itu di pegangan sofa. Ditambah lagi ekspresi dan tatapan baekhyun yang berbeda dari biasanya. Dia membuatku hampir muntah dan leleh secara bersamaan.
“jadi kita akan bekerja sama lagi, byun?” terlihat smirk milik suho, ini pertama kalinya aku melihat smirk dari namja itu.
“kurasa iya, tuan kim” kali ini baekhyun berjalan ke arah kami dan melewatiku lalu menepuk pundak suho dengan kasar.
Terlihat tatapan tanda persaingan akan dimulai lagi dari kedua namja yang ada di belakangku ini.
Aku merasakan suho oppa adalah namja baik yang polos dan murah senyum. Dia dengan senang hati mengajariku dalam belajar, tapi tidak sepertinya untuk baekhyun dan baekhyun pun terlihat tidak sudi bila diajari oleh suho oppa. Setiap pagi, jam empat sudah kudengar suara berisik dari arah dapur dan itu adalah suho oppa aku hanya tersenyum kecil sambil mengintip dari kamar dan pada saat aku melirik ke baekhyun aku hanya berguman ‘apa apaan ini?, dasar namja aneh, apakah sperti in namja yang digilai hampir seluruh isiwi di sma kami, suho oppa jauh lebih pantas’
Sudah satu minggu lebih eonnie tidak pulang dan itu membuatku gila karena suho oppa dan baekhyun bertengkar dalam selimut setiap harinya (tau kan maksudnya, yang pinter bahasa indonesia pasti tau). Mereka perang dingin dengan tatapan mematikan dan senyuman palsu yang tercetak jelas, walau pun suho oppa sudah tau hubungan kami, bahkan seluruh manusia di sekolah sudah tau termasuk gulu killer itu. Hingga suatu hari baekhyun harus jauh dariku selama beberapa menit, karena di setiap menitnya baekhyun dan suho oppa mengekor kepadaku, kecuali saat aku mandi, itu adalah hal yang tidak mungkin. Baekhyun pergi sebentar untuk membelikanku obat, yap hari ini aku sakit.
Baekhyun sudah pergi sekitar lima menit yang lalu. Aku mulai merasa bosan di kamar. Kulangkahkan kakiku yang lemas ke arah dapur. Terlihat namja malaikat itu sedang memasakkanku bubur. Di pantas menjadi namja idaman bagi seluruh wanita di dunia ini karena dia punya semuanya, wajahnya sudah tampan alami, dia kaya, memiliki IQ yg tingginya bukan main, berbakat dalam hal musik, yah... begitulah intinya, tapi satu yang tidak dia miliki, yaitu tinggi badan (hehehe ._.v yg bias.a suho jangan ngamuk y  shafa ngomong.a gk hoax :3). Aku mendekat ke arah suho oppa dan mendudukkan diriku dimeja dapur. Kulihat namja itu sejenak lalu memalingkan pandanganku ke bubur yang sedang ia masak saat dia sadar aku terus memperhatikannya.
“kenapa kau bangun?, kau masih sakit” katanya penuh perhatian
“dikamar membuatku bosan” keluhku yang diikuti lirikan tajam dari suho oppa
“lalu apa yang kau mau?” kali ini dia menatapku tajam dan mendekat kearahku.
“hiburan” jawabku polos
“kalau begitu biarkan aku memberimu hiburan” suho oppa semakin dekat dan perasaanku mulai tak enak.
Apa yang akan dia lakukan? Semoga ini hanya feelingku saja. Sekarang dia ada di depanku persis, ini mengingatkanku pada saat aku dan baekhyun...hm... aku sedang tidak ingin memikirkan kejadiannya, karena aku seorang novelis dengan imajinasi tinggi, itu membuatku berpikiran kemana mana, apa suho oppa akan melakukan hal yang sama pada baekhyun? Argh..., sudah kubilang hentikan park eunji!. Ingat baekhyun, namja player itu, aku tau baekhyun players tapi... sudahlah lupakan dulu, yang penting apa yang akan suho oppa lakukan? Sikapnya yang agak berbeda dari biasanya membuatku takut ditambah smirknya yang tercetak jelas diwajahnya.
“hi...hiburan?” tanyaku yang mulai takut. Pikiranku mulai kemana mana. Aku takut dan terus menyebut nama baekhyun.
“iya hiburan” kini posisi kami benar benar sama persis seperti pada saat baekhyun berhasil membuat mataku membulat untuk yang kedua kalinya. “jangan takut, aku hanya akan menyentuh bibirmu” kini wajahnya semakin mendekat dan semakin mebuatku takut.
Hatiku terus meneriaki nama baekhyun atau eonnie. Dimana mereka, aku mohon salah satu darinya datang. 
Hingga pada akhirnya sesuatu menempel dibibirku. Suho oppa terus melumat bibirku secara kasar dan terus mencoba menerobos bibirku dengan lidahnya yang tertutup rapat.
Baekhyun, aku minta maaf. Sungguh baekhyun aku minta maaf, aku melanggar janjiku. Hanya kalimat kalimat itu yang ada di otakku dan aku terus saja meneriaki nama baekhyun dalam hati
Aku tetap memberontaknya dengan menendangi kakinya dan akhirnya dia mulai kesakitan lalu melepaskan ciuman paksanya dan mundur hanya satu langkah. Aku tidak segera turun, karena jika aku turun dari meja bibir kami akan bertemu lagi dan masalah akan semakin panjang.
-eun ji pov end-
Author pov
“korea! I’m back!” sesosok gadis tengah berjalan dengan riangnya di tengah keramaian bandara, memang agak memalukan tapi ia tak begitu peduli karena sudah tiga minggu dia meninggalkan negara kesayangannya dan adiknya ke dubai hanya untuk membantu kedua orang tuanya. Seperti biasanya, earphone terpasang ditelinga kirinya, sedangkan telinga kanannya dibiarkannya mendengar suara diluar earphonenya.
Gadis bernama park eundae itu pun melangkah keluar taxi yang mengantarnya keapartemen miliknya dan dongsaengnya. Saat hendak menuju pintu masuk gedung, ia menangkap sosok namja yang tengah membawa kantung plastik putih dengan lambang apotik.
“yak byun baekhyun!” serunya pada namja itu.
“ah noona!” balas namja tadi dan langsung berlari ke eundae lalu memeluknya kecil.
“geumanae!” seru eundae seraya melepaskan pelukan baekhyun
“aigoo noona, apa kau tak tau aku merindukanmu eoh? Bogosshipo bogosshipo” sikap kekanakan baekhyun hampir saja membuat eundae muntah tapi pikirannya segera melayang ke kantung plastik yang dipegang baekhyun.
Baekhyun lalu menatap baekhyun dengan tatapan ‘ige mwoya?’ baekhyun yang sadar atas tatapan eundae langsung ingat kalau eunji didalam sedang sakit dan eunji sendirian bersama suho.
“aissh... suho, aku lupa. Noona ayo ke atas nanti aku ceritakan” baekhyun membawakan koper eundae.
‘suho? Apa dia pulang kekorea lebih cepat karena...’
Baekhyun dan eundae sudah didepan pintu apartemen dan pemandangan apa yang mereka dapat. Suho dan eunji hampir berciuman lagi, mereka yang sadar akan kedatangan dua orang tadi menatap takut pada baekhyun dan eundae.
Mata eundae mulai terlapisi oleh cairan bening. Kini matanya sudah tak sanggup membendung air matanya yang sudah jatuh membasahi pipinya. Eundae berlari keluar apartemen sambil mencoba menahan tangis, tapi apa gunanya tangisannya makin menjadi.
Baekhyun yang merasa dikhianati membanting keras kantung yang ia bawa untuk eunji. Dia menatap eunji tajam dan tatapannya seakan berkata ‘kau bohong eunji’ lalu melakukan hal yang sama seperti eundae. 
Arah eundae ke taman kota sedangkan baekhyun ke halte, karena kedua tempat itu menurut mereka adalah tempat yang bagus untuk menangis. Baekhyun sudah duduk di halte dengan mata yang basah, ia diam menatap kosong lurus kedepan dan membiarkan air matanya jatuh. Sedangkan eundae, dia duduk sambil menangis sejadi jadinya. Suasana galau semakin sempurna karena pada saat yang sama kota seoul di serbu oleh jutaan tetes air dari langit.
Eunji dan suho mencari pasangannya masing masing disetiap tempat. Eunji tau betul tempat favorit baekhyun untuk menangis, jadi ia langsung melangkah menuju halte bis terdekat. Sedangkan suho dia masih bingung kemana dia akan pergi untuk menemui seseorang yang ternyata selama ini dia cintai.
~flashback~
Dubai, 03.24 p.m. 
“yak eundae!” seru seorang namja memanggil seorang yeoja yang belum lama ini menjadi kekasihnya
“mwo?” jawab eundae dingin yang masih sibuk dengan novelnya
“mwoya?, bahkan hubungan kita sebagai pasangan kekasih tidak membuat sikapmu berubah eoh?”
Eundae menutup novelnya lalu menatap suho yang baru kemarin menjadi namjachingunya dengan tajam. Suho yang orangnya suka main main segera menempelkan bibirnya dengan bibir eundae dengan cepat.
“yak!” seru eundae dan suho langsung lari menuju eonmanya.
“aigoo kim joonmyeon, kau ini sudah dewasa tapi sikapmu tetap seperti anak kecil, eoh? Dasar nakal, beraninya kau mencium bibir seorang gadis” kata nyonya kim sambil mencubit kecil pipi suho
“akh.., eonma appo” 
“keurae!, itulah suho!” ucap eundae sambil menatap tajam suho.
“ya~ kalian ini sudah pacaran tapi masih seperti biasanya, eoh?” terdengar suara berat dari seorang pria 
“appa, kenapa appa mengatakannya seakan akan kami ini sudah lama kenal, padahal baru sebulan kami kenal” celetuk eundae
“dan baru sehari kami pacaran, ahjusshi” suho merangkul eundae samil menatap orang yang dia sebut ahjusshi dengan senyumannya.
“jangan panggil ahjusshi, panggil appa juga boleh, karena dalam waktu dekat kalian akan menikah” kalimat barusan berhasil membuat mata suho dan eundae memulat sempurna
“haha..., kalian ini pikirkan sekolah dulu, masuk ke universitas yang kalian inginkan, lulus dengan nilai sempurna lalu kegiatan yang disebut ‘pernikahan’ itu akan segera digelar” kali ini appa suho datang dan merangkul eundae dan suho dari belakang.
“tapi apa tidak terlalu buru buru?, selesai kuliah langsung...” perkataan eundae terpotong
“lalu kalian akan menunggu sampai kapan?, sampai kami tidak ada dan membiarkan kami tidak melihat bayi dari kalian, eoh?” terlihat raut kecewa yang dibuat buat dari nyonya kim.
Eundae dan suho hanya diam saling menatap. 
“keurae, terserah kalian. Aku yakin keputusan kalian kali ini adalah yang terbaik” ucap suho sambil melirik eundae
“dasar, modus” eundae memukul sedikit perut suho 
Tiba tiba nyonya park masuk kedalam pembicaraan kami semua.
“kajja, mobilnya sudah datang. Suho, titip eundae ya” wanita itu pergi meninggalkan suho dan eundae sambil menggandeng suaminya dan diikuti sepasang suami istri lagi yang tak lain adalah appa dan eonma suho.
“ne, hati hati dijalan” 
Eundae merasa nyaman sejak awal berada didekat suho, tapi ia tutupi dengan sifat dinginnya. Dia juga menyukai sikap suho yang selalu mengekor kepadanya dimana pun dia pergi pada saat di sekolah. Hingga pada akhirnya suho di pulangkan dulu ke korea untuk menjaga eunji dan itu telah menurunkan mood eundae untuk membantu kedua orang tuanya.
~falshback end~
“park eundae!” namja bernama asli kim joonmyeon itu kini telah mendapatkan kekasihnya tengah menangis ditengah hujan sambil berjalan pelan seperti orang yang kehilangan darah. 
Semua orang berlarian menepi agar tidak kehujanan, tapi tidak untuk eundae, dia berjalan tanpa memikirkan pakaiannya yang saat ini sudah basah kuyup. Dengan secepat kilat, suho menembus hujan lalu memeluk tubuh yeoja yang hampir jatuh karena sudah terlalu lelah untuk menangisi namja yang saat ini memeluknya dan memberikan sebuah sentuhan hangat. Eundae memukul mukul kecil dada bidang milik suho karena ia juga tak ingin menyakiti suho, tapi apa yang ia dapat, malah ia yang tersakiti.
“mianhae, jeongmal mianhae” suho mulai menyesali perbuatannya dan air matanya perlahan menetes. “mianhae..., aku berdiri di atas dua kapal pada saat yang sama. Aku kira eunji yang ada dihatiku, tapi ternyata tidak. Maaf, aku baru menyadarinya pada saat aku menyentuh eunji” suho menatap eundae dengan tatapan ‘percayalah padaku’
“jangan lakukan itu lagi” eundae memeluk erat tubuh suho.
Hujan bertambah deras,suho dan eundae pun segera menepi. Dihalte bus, masih terlihat sosok namja yang menangis. Ia masih menatap kosong hujan yang tengah mengguyur seoul. Eunji berhasil menemukan baekhyun yang sedang duduk di halte dan segera menghampirinya. Baekhyun yang menyadari kalau eunji akan segera sampai, ia pun segera beranjak dari duduknya lalu berdiri dan siap siap masuk ke bis yang entah ia tidak ketahui tujuannya. Eunji terlambat, baekhyun sudah menaiki bisnya dan bis itu tidak menunggu lama. Eunji melihat baekhyun duduk disamping jendela dengan mata dan pipi yang masih basah.
“jamkkaman!, ahjusshi buka pintunya” eunji memohon pada ahjusshi yang menyetir bis, tapi apa gunanya, ahjusshi itu sekarang sedang menggunakan earphone (gaul amat yak?) ditambah lagi suara hujan yang makin deras. 
Eunji terus memukul mukul pintu bis tapi tidak ada gunanya. Bis mulai berjalan pelan dan eunji mulai berlari mengikuti bis sambil terus memukul mukul badan bis dan meneriaki baekhyun.
“yak byun baekhyun! Baekhyun! Byun baekhyun!” eunji terus berteriak dan berlari hingga pada akhirnya dia terjatuh karena sudah tidak kuat untuk berlari dalam hujan, ditambah keadaannya yang tidak terlalu sehat ini menghambatnya. “baekhyun mianhae...” eunji terduduk di jalanan dekat trotoar sambil menangis dan menyebut nama baekhyun berulang kali dengan bibirnya yang mulai membiru.
Tiba tiba hujan berhenti di tubuh eunji, padahal masih terdengar suara air berperang dengan jalanan seoul. Eunji mendongakkan kepalanya, terlihat wajah baekhyun yang masih basah karena menangisi eunji. Dengan cepat eunji menangis di pelukan baekhyun.
“baekhyun mianhae, mianhae...., jeongmal mianhae...” baju baekhyun basah, bukan karena hujan karena dari tadi ia tidak sedikit pun kehujanan, tapi karena tubuh eunji yang basah dan air mata eunji yang jatuh di baju baekhyun. “mianhae baekhyun, aku telah melanggar janjiku” eunji masih terisak dan baekhyun masih tak kunjung membalas pelukannya.
“aku sudah memaafkanmu, jika kau lakukan lagi, tak segan segan aku meninggalkanmu” katanya mengancam dan senyum biasanya. Walaupun eunji tau bahwa senyuman itu masih dipaksakan oleh baekhyun dan masih terlihat kecewa padanya, tapi baekhyun mencoba untuk tersenyum setulus mungkin.
“gumawo” 
Tanpa mereka sadari, payung yang dipegang baekhyun lepas dari tangannya karena angin begitu kencang. Baekhyun menarik wajah eunji dan membuat eunji berjinjit sedikit. Lagi. Mereka berciuman dan mereka melakukannya di tempat umum. Hanya beberapa pasang mata yang menatap mereka, bahkan ada ibu ibu yang berjalan melewati mereka sambil berkata ‘aigoo, anak muda jaman’ baekhyun dan eunji yang mendengarnya hanya tersenyum malu didalam ciuman mereka.
Skip
“eonnie~!, aku pulang” eunji masuk ke apartemennya dengan keadaan yang masih basah. “eonnie?, apa kau belum pulang?” eunji mulai khawatir hingga akhirnya ponselnya bergetar di meja.
Nama park eundae terlihat jelas di layar ponsel milik eunji dan tanpa menunggu apa apa, segeralah ia angkat.
“yeobb...” belum selesai eundae menyelesaikan salamnya, eunji memotongnya
“eonnie!, kau dimana?, apa kau baik baik saja?, kau bersama siapa?, kenapa belum pulang?, pulanglah, hujan semakin deras” eunji mengatakannya dengan cepat, bukan karena takut pulsanya akan habis, tapi karena khawatir.
“tenanglah park eunji, aku baik baik saja. Eonnie sedang bersama suho”
DEG...
Saat mendengar nama suho, eunji jatuh ke lantai dan pada saat yang sama baekhyun datang sambil menggosok gosokkan rambutnya karena basah. Baekhyun memberi tatapan ‘gwaenchana?’ pada eunji dan hanya dibalas anggukan oleh eunji. Baekhyun mengajak eunji duduk disofa sambil terus menggosokkan kepalanya dan terus menatap eunji dengan penuh tanya.
“eonnie, jamkkaman” eunji menahan telfonnya. “eundae eonnie bersama suho oppa” mata baekhyun membulat saat mendengar perkataan eunji. Baekhyun memberi tatapan ‘suruh dia pulang’ dan hanya direspon eunji dengan anggukan. “eonnie, bisakah kau pulang sekarang?, suho oppa... eum...” eunji menggigit bibir bawahnya karena takut mengatakannya, walaupun eundae sudah melihatnya.
“tenang saja, dia akan merawatku untuk beberapa waktu. Sekarang aku ada dirumahnya” eundae masih bicara dengan nada santai
“mwo?, merawatmu?, rumahnya” eunji terlalu kaget hingga menggunakan banmal 
“yak! Beraninya kau menggunakan banmal kepada eonniemu sendiri” omelnya dari sebrang 
“mian, tapi eon, eonnie sudah lihat sendiri bukan sikapnya kepadaku tadi” 
Kali ini eundae diam. Ia ingat namja chingunya mencium wanita lain, dan itu adalah adik eundae sendiri, dan juga ia baru ingat kalau hubungannya dengan suho belum diketahui adiknya sendiri. Eundae menghembuskan nafasnya dengan berat sebelum akhirnya ia mengatakan hal yang mungkin dapat membuat adiknya itu jantungan.
“eunji, maaf aku tak memberi taumu sebelumnya, aku memiliki hubungan dengan suho” 
“mwo?!?!, apa maksud eonnie?, hubungan?, dengan suho oppa?, jangan bilang kau adalah...”
“ya, kau benar. Eonma dan appa sudah tau, dan kami kepergok oleh mereka saat suho mengatakannya di dubai”
“apa eonnie tulus?”
“sejak awal aku sudah tulus, sudahlah kami mau makan, besok aku akan menceritakannya semua kepadamu” 
“mwo?, eonnie?, yak eonnie!” eundae menutup telfon sepihak dan itu yang kadang membuat eunji malas untuk menelfon eonnienya.
“mereka pacaran” eunji menunduk lemas karena dia telah dicium oleh pacar kakaknya.
“nugu?” baekhyun bersandar pada sandaran sofa sambil mengalungkan handuk kecil dilehernya.
“eundae eonnie dan suho oppa” baekhyun menatap eunji tak percaya. “arra, aku tau ini agak aneh, aku telah dicium...” baekhyun menutup mulut eunji dengan tangannya lalu menatap eunji dalam dalam.
“jangan lanjutkan, aku akan menangis” eunji hanya mengangguk. Tangan baekhyun kini beralih ke rambut eunji yang masih basah, berbeda dengan rambutnya yang mulai mengering. “rambutmu basah” baekhyun mengeringkan rambut eunji dengan handuk yang dikalungkannya tadi dan eunji membelakangi baekhyun. (ni scene kek d personal taste, yg ad lee min ho sama siapa gitu, shafa lupa, bedanya yg d personal taste pake hair dryer, sedangkan ini manual, alias pake handuk XD).
Baekhyun menggosok gosok rambut eunji yang lumayan panjang dengan lembut. Baekhyun pelan pelan mendekatkan dirinya kepada eunji hingga hampir tak ada jarak diantara. Eunji mulai merasakan ada dua lengan melingkar dipinggangnya. Baekhyun menenggelamkan kepalanya di leher eunji. Eunji merasakan nafas baekhyun yang berhembus pelan di lehernya dan membuatnya menggeliat kecil hingga baekhyun melepaskan pelukannya.
“geli” eunji membalikkan badannya dan mendapatkan wajah baekhyun yang tengah tersenyum manis kepadanya.
“tunggu dulu, bukankah kau sedang sakit?” raut baekhyun berubah seketika saat mengingat keadaan eunji yang sebelumnya sempat menggigil.
Baekhyun berlari ke arah kantung plastik yang tadi ia banting lalu pergi ke arah dapur. Ia sebenarnya tak sudi jika harus menyentuh makanan buatan suho, tapi bagaimana lagi, eunji masih sakit dan butuh makanan itu dan lagi baekhyun tidak bisa memasak. Baekhyun mencobanya sedikit.
“mwoya?, manis? Apa dia salah memasukkan antara garam dan gula, eoh?” karena masakan suho, baekhyun mendapat ide yang baginya akan sangat menarik dan pasti ditolak mentah mentah oleh eunji.
“makanlah ini, aku tak menjamin rasa karena ini suho yang buat”
“secara tidak langsung kau mengatakan bahwa masakanmu enak, byun” baekhyun hanya tersenyum tak jelas. Eunji segera memakan sesendok bubur itu. “huek...., apa ini? manis” eunji mencoba untuk menelannya.
Tiba tiba baekhyun mencium eunji sekilas, dan jelas itu membuat eunji berteriak .
“yak!, mwohanaeungeoya?!” bentak eunji
“penyedap rasa”
“mwo?” baekhyun mengangguk polos “mwo?!” eunji menaikkan nada bicaranya dan baekhyun tetap mengangguk polos “mwo?! Penyedap....rasa...?” 
“aissh....kau ini. setiap sendoknya, aku akan menciummu sekilas agar rasanya enak”
Wajah eunji memerah karena marah dan malu. Dengan cepat eunji melayangkan pukulannya kepada baekhyun dengan sendok. “dasar, aku ini masih sakit bisa bisanya kau memanfaatkan keadaanku. Lagi pula ini bukan kau yang buat, jadi kenapa harus kau yang menanggung” 
“jadi, kau akan mencium suho?” kali ini baekhyun terlihat kesal “jika iya...ha...aku benci mengatakannya. Aku akan menjadi penggantinya untuk sementara waktu”
Lagi lagi sendok melayang ke arah baekhyun.
“yak!, bisakah kau berhenti memukulku dengan sendok itu, eoh?” seru baekhyun sambil berdiri
“lalu apa aku harus mengambil sendok yang lain?” tanya eunji dengan polosnya dan ikut berdiri.
“sudahlah” kali ini baekhyun benar benar kesal. Eunji yang menyadari itu segera mencium pipi baekhyun. Baekhyun tetap diam dan ia masih mengharapkan lebih dari eunji, tapi itu tidak akan terjadi karena eunji sudah melangkah masuk ke kamarnya dan tidur.
Baekhyun mengusap pelan pipinya lalu tersenyum. Dengan cepat baekhyun berlari ke kamar dan membaringkan dirinya di kasur eunji. Seperti biasa, eunji akan berteriak.
“yak!, jika kau ingin tidur, tidurlah di kasur eonnie!” eunji hanya berteriak dan tidak mendorong, karena ia tau pasti akan terjadi lagi.
“shirreo!” 
“yak byun baekhyun! Neo jugeullae??” 
“lima menit saja, tidak akan terjadi apa apa, tenang saja” baekhyun pun memeluk eunji erat dan eunji hanya diam. “pintar” baekhyun mengatakannya sambil mengelus puncak kepala eunji dengan lembut dan itu sukses membuat wajah eunji memerah
~END!!!!~
~~EPILOG~~
“eonnie, sungguh kau sangat cantik” eunji menatap eonninya dari pantulan kaca.
Terlihat eundae sedang mengenakan gaun pengantin warna putih tulang. Rambutnya dibiarkannya diurai. 
“bucketnya akan segera sampai” kata eunji sambil menatap ponselnya dan dibalas senyuman eonnienya.
“mianhae!” namja bermarga byun masuk tanpa mengetuk pintu sambil ngos ngosan. “ini bucketnya, jalan tiba tiba macet” kata baekhyun lalu mendekat ke arah eundae lalu memberikan bunga seakan akan dia akan melamar eundae. “will you marry me?” tanyanya pada eundae yang berhasil membuat mata eunji berapi api tapi hanya dibalas oleh eundae dengan tawa kecil.
“yak!” seru eunji sambil menjitak kepala baekhyun.
“appo...” baekhyun meringis kesakitan sambil memberikan bunga pada eundae lalu memegangi kepalanya sambil berjalan ke arah eunji dan duduk di sebelahnya. Pada saat itu ponsel baekhyun bergetar dan itu dari. “suho hyung?” baekhyun membaca nama yang terpajang di ponselnya. Ternyata suho mencoba untuk video call dengan baekhyun. “mwo?” tanya baekhyun judes pada suho.
“yak! Eundae milikku eoh, bukankah kau sudah ada eunji” terlihat wajah geram suho yang dibuat buat
“bagaimana dia tau?” guman baekhyun pelan
“benar itu!” eunji menyerobot dalam video call baekhyun dengan suho dengan mengambil ponsel baekhyun
“oh hoy~ adik iparku, annyeong” sapanya ramah, tidak seperti beberapa tahun yang lalu.
“nado annyeong, oppa” balas eunji
hubungan eunji dan baekhyun semakin dekat, sedangkan suho dan eundae beberapa menit lagi akan meresmikan hubungan mereka sebagai suami istri. butuh waktu agak lama untuk menerima suho menjadi bagian keluarga karena baekhyun dan eunji menolak suho dengan mentah mentah, dan perlahan baekhyun mulai dekat dengan suho, bahkan baekhyunlah yang membantu suho untuk memilih cincin untuk eundae, karena menurut suho, jari baekhyun terlalu lentik bagi seorang pria dan kebetulan ukuran jari baekhyun sama dengan eundae. 
Skipp
Pernikahan sedang dimulai dan sekarang saatnya pengantin wanita melempar bucket bunganya. Eundae dan suho saling menatap, pikiran mereka sama. Eundae melempar sambil menghadap kebelakang, dan ia sudah menargetkan yeoja mana yang akan mendapatkannya. banyak teman yeoja eundae yang bersiap menangkap bucket itu, sedangkan Eunji dan baekhyun yang duduk manis dan tidak terlalu mengharapkan bucket pengantin itu, datanglah sebuah bucket bunga yang jatuh tepat di pangkuan eunji. Mata eunji terbelak dengan kedatangan bucket itu, begitu pun dengan baekhyun. Eundae dan suho hanya tersenyum kecil. 
Baekhyun melirik eunji sebentar lalu menampakkan smirknya yang tajam.
“tidak secepat itu tuan byun, selesaikan kuliahmu itu” ucap eunji sambil memukul kepala baekhyun dengan bucket yang kini ia pegang.
Tamu undangan yang terfokuskan pada eunji karena bucket bunga, kini tertawa geli karena sikap kedua pasangan muda yang mungkin sebentar lagi akan menyusul kakaknya.
~beneran END!!!!!!!!!!!!!!!!!~
gimana? gimana? gimana?
bagus nggak?, kalau nggak, maap *bow* 
sebenernya ep ep you are mine udh jadi dari jaman.a memb exo msh pd jd telor(?) tapi kyjae ngeremin terus ni ep ep soal.a takut ngepost n dapet kacang ///,-
oKai ini chapt terakhir.a, kapan kapan kyjae bakal ngepost ep ep yg br, paii~
#kyjae

FanFic You Are Mine 1/2


You are mine 

1/2

Cast :• Park eunji (OC) • Park eundae (OC)• Byun baekhyun• Kim joon myeon
Genre: tau ah :D
Author : kim young jae (kyjae)



Eunji pov
Eundae pov
Author pov
Eunji pov
Baekhyun pov
Eunji pov
Baekhyun pov
Eunji pov
Author pov

“yak park eunji!, ppali!, kau ingin guru killer itu memanggangmu lagi, eoh?”
Terdengar teriakan eonnie dari arah dapur, sedangkan aku masih di kamar mengenakan seragam. Aku menatap cermin sebentar. Kulihat wajahku yang seperti zombie karena selama liburan semester aku berada di depan komputer untuk menulis sebuah novel yang harus kupublishkan. Sebelumnya aku pun sudah membuat banyak novel dan diminati banyak kalangan, dan sekarang aku di tuntut mereka untuk membuat novel lagi, e-mailku penuh atas permintaan mereka dan editorku terus mendesakku dan itu membuatku gila hingga lupa menyegarkan otakku.
“eonnie, apa kau memiliki krim yang mungkin menutupi lingkaran ini?, atau kalau bisa hilangkan” aku menunjuk lingkaran hitam tipis yang ada di sekitar mataku.
“omo!, kau ini jelmaan panda atau bagimana?. Kau terlalu keras kepala, sudah kubilang untuk berhenti sejenak untuk menulis novel itu. Dua minggu tanpa sekolah kau gunakan hanya untuk menulis novel saja. Pakailah ini, mungkin akan menutupi” eundae eonnie memakaikanku sebuah krim.
“dua minggu liburan tidak cukup untukku, paling tidak tiga minggu”
“diam, jangan banyak bergerak. Jika krim ini masuk ke matamu aku tak akan bertanggung jawab”
Aku hanya diam sambil memperhatikan jam yang menunjukkan pukul 06.10 dan dua puluh menit lagi upacara hari pertama masuk akan di mulai. Tunggu dulu, dua puluh menit?, perjalanan dari apartemen lima belas menit, belum lagi menunggu bis.
“eonnie, sudah belum?”
“ne”
“kalau begitu ppali, ini sudah jam enam lebih sepuluh menit” kuambil tasku yanga ada di kursi.
“mwo?” mata eonnieku membulat sempurna.
Dia berlari ke arahku yang sudah berada di luar pintu apartemen kami. Orang tua kami sekarang berada di dubai untuk keperluan bisnis. Sebenarnya kami akan diberi sebuah rumah besar tapi kami tolak karena akan lama untuk membersihkannya dan jika ada pembantu, itu tidak akan membuat kami bebas. Dan pada akhirnya kami memilih tinggal di apartemen, dan karena appa dan eonma terbiasa hidup mewah dari kecil, mereka memberikan sebuah apartemen yang tak bisa dibilang murah. Tingkat keamanannya sangat tinggi.
Saat kami berlari menuju halte bis, terdengar suara klakson dan itu membuat kami menengok kebelakang. Terlihat mobil sedan berhenti disamping kita dan kaca mobilnya terbuka. Terlihat wajah ceria dari seorang bermarga byun.
“yak park sisters!”
“mwo?” tanya eonnie dingin
Dilihat dari tatapan matanamja bermarga byun, dia ingin memberi kami sebuah tumpangan. Dengan cepat aku masuk.
“whoa!, slow down, ternyata kau sudah mengerti maksudku, chagi?”
“yak!” teriakku dan eonnie bersama
“yak park sisters, kalian ingin membunuhku dengan teriakan barusan, eoh?”
“kau yang ingin membunuhku karena panggilan barusan, sejak kapan kita mempunyai hubungan khusus hingga kau beran menyebutku ‘chagi’?” tanyaku tepat ditelinganya
“jika kau mendengkat ke kepalaku lagi, mungkin akan kucium kau” goda baekhyun
“yak byun baekhyun!” teriak eonnie yang masih diluar
“noona, sebaiknya kau cepat masuk, upacara akan dimulai sepuluh menit lagi”
“mwo?!” lagi lagi kami berdua berteriak.
Dengan cepat eonnie masuk ke mobil baekhyun. Aku duduk di depan, disamping baekhyun sambil memainkan kuku karena takut akan dihukum lagi, sebelum liburan pun aku sempat mendapat hukuman. Sedangkan eonnie duduk santai di belakang sambil memainkan iphonenya dan memasang earphone di telinganya.
“kau takut akan dijadikan daging panggang, eoh?” tanya baekhyun yang mengemudi dengan kecepatan yang lumayan.
“ani, kau buat dua kesalahan byun baekhyun”
“mwo?, yang benar saja seorang byun baekhyun melakukan kesalahan, apa lagi soal...” jawabnya dengan pede dan akhirnya diam setelah menyadari kulirik tajam dia.
“ini januari awal, tidak mungkin aku dipanggang di tengah lapangan lagi. Dan lagi, aku tidak akan dijadikan daging panggang kali ini”
“lalu?”
“kayu bakar untuk menghangatkan tubuh besarnya”
Setelah tujuh menit kami berada di mobil baekhyun, akhirnya kami sampai di sekolah kami, XOXO high school. Sekolah bergengsi yang semua muridnya dari keluarga yang terpandang. Eonma dan appa juga termasuk, mereka telah berhasil mengerjakan proyek proyek besar dengan bekerja sama dengan perusahaan perusahaan yang mungkin sudah mendunia. Sedangkan baekhyun, appanya adalah pemilik perusahaan game terbesar di korea, game yang dibuatnya pun tak main main, karena untuk menyelesaikan satu game dan satu level saja harus membutuhkan tenaga dan pikiran yang besar. Banyak macam game yang sudah dibuat appa baekhyun, dan itu sangat disukai banyak anak SMA seumuran kita terutama laki laki, karena kebanyakan bergenre action.
“yak byun baekhyun!, park eunji!, park eundae!” sebuah teriakan serak terdengar tepat ketelinga kami saat kami hendak masuk ke gedung utama sekolah
“kita harus lari atau berbalik ke arahnya?” tanya baekhyun yang ada di sampingku.
“berbalik saja, aku benar benar tak ingin dijadikannya kayu bakar” ucapku
“noona?” tanya baekhyun pada eonnie yang dibalas dengan anggukan tak yakinnya
Dan pada saat kami berbalik, guru killer dan gila itu sudah ada di depan kami. Guru BP paling tidak waras, ya tidak waras catat itu!.
“kalian tidak terlambat?, bagus kalau begitu” guru itu meninggalkan kami
“hanya itu?, oh god..., she makes me crazy” baekhyun sering mencapur adukan bahasanya dengan bahasa inggris, karena sebenarnya dulu adalah murid pindahan dari amerika yang digilai oleh seluruh siswi di sini, dan itu tambah membuatku muak, apa lagi jika harus berjalan dengannya di lorong yang banyak siswinya, ditambah lagi, dia adalah seorang players, entah sudah berapa mantannya.
“jadi sekarang kau mulai menggilai guru itu?” goda eonnie
“yak noona!, apa kau gila?, menggilainnya?, pft.. mungkin jika iya itu akan menjadi trending topics di mana mana”
“ya, dan itu akan membuat ramai sekolah, sosmed, dan dunia maya dengan tag line ‘BYUN BAEKHYUN MENGGILAI GURUNYA SENDIRI YANG SUDAH MEMILIKI KELUARGA’ dan itu pasti akan berhasil membuatnya bercerai dengan suaminya”
Baekhyun yang membayangkan hal yang tidak tidak segera menghilangkan bayangan bayangan mengerikan itu. “andwe!” teriaknya hingga membuat siswa dan siswi disekitar memperhatikan kami.
untuk semua siswa XOXO high school, upacara akan dimulai lima belas menit lagi, ini karena ada beberapa masalah kecil tentang petugas’ terdengar suara guru killer tadi lewat microphone sekolah yang di pasang di sudut sudut tertentu
“guru itu benar benar membenci kita, sudahlah lebih baik kalian ke kelas kalian, aku pergi ne” eonnie mulai berjalan ke arah gedung kelas dua belas, sedangkan aku dan baekhyun akan ke arah gedung kelas sebelas.
“ne chagi~” kali ini panggilan itu untuk eonnie
“yak byun baekhyun!” seru eonnie yang membelakangi kami.
Aku hanya melirik tajam baekhyun sambil menarik tasnya karena sudah tak tahan dengan sikapnya yang seakan akan dia players, eit dia memang players. Baekhyun yang sadar dengan lirikanku, tak segan segan dia menggodaku
“mwoya?, kenapa kau menatapku seperti itu?, kau cemburu?”
Dengan cepat kujitak kepalanya lalu melepaskan genggamanku pada tasnya dan pergi meninggalkannya.
Skipà
Pada saat upacara, ada formasi yang aneh. Terlihat lima orang namja yang berdiri di dekat guru.
“yak, kau tau siapa mereka?” bisikku pada baekhyun yang dari tadi menatap kelima namja itu dengan tatapan yang marah, dan aku yakin kalau baekhyun pasti mengenalnya
“mereka murid transfer, sekaligus musuhku” jawabnya pelan
“mwo?, padahal aku suka namja yang ada di pojok”
“andwe!, kau tak boleh menyukainya, kau tak akan tau ada apa dibalik senyumnya”
“kau cemburu ya?” kali ini aku yang menggodanya hingga wajahnya terlihat agak merah. Baekhyun diam. “benarkan?”
“iya, ada masalah?” kali ini wajahnya sudah merah padam dan dia menatap lurus ke depan
Omo seorang byun baekhyun cemburu, sungguh disaat seperti ini aku ingin tertawa sepuas puasnya.
-eunji pov end-

Aku duduk diam dibangkuku sambil mendengarkan musik dengan earphoneku yang kutancapkan di ponselku. Seperti kelas pada umumnya, walaupun ini sekolah bergengsi tapi tak ada bedanya dengan sekolah pada umumnya, muridnya akan rusuh jika tidak ada guru dan tak jarang pula guru yang masuk marah marah bahkan sampai pidato panjang lebar disini.
Pintu kelas terbuka dan dalam hitungan detik, semua teman sekelasku yang rusuh dan berlarian mulai menempati bangkunya masing masing. Aku yang tiap hari melihat pemandangan itu hanya tersenyum kecil. Terlihat seorang guru killer yang tadi pagi hampir membuatku, adikku dan baekhyun dijadikannya kayu bakar.
“kalian akan ada teman baru, siswa kim silahkan masuk”
Yah..., bisa kuakui wajahnya sangat tampan, bisa dilihat dia memiliki kepribadian yang bersih, pendiam tapi murah senyum, dan lain lain. Aku malas mendengar ocehan guru killer itu, maka dari itu aku tetap mengenakan earphone, rambutku yang panjang menutupi kabel earphone, jadi guru itu tidak akan tau. Hingga pada saat gerakan mulut guru itu seperti mengatakan ‘perkenalkan dirimu’ aku melepas earphoneku.
“annyeong, kim joon myeon imnida, kalian bisa memanggilku suho. Pangapseumnida” katanya sambil melihat sekeliling
Aneh, namanya joon myeon tapi kenapa dia memperkenalkan diri sebagai suho?, tidak nyambung. Aku pun kembali memasang earphoneku yang sengaja kumatikan musiknnya. Kulihat dia berjalan kearahku. Bagus bangku disampingku kosong. Sesuai tebakanku, dia duduk disampingku.
“annyeong” sapanya yang sudah duduk di sebelahku dan aku pura pura tidak mendengarnya. “apa dia tidak bisa mendengar?” tanya namja bernama suho itu ke min ki, ketua kelas yang duduk disampingnya
“dia memang begitu, kepribadiannya agak tertutup. Dia sebenarnya sedang menggunakan earphone”
Selama pelajaran, aku benar benar terganggu olehnya, dia menanyakan hal hal yang tidak penting. Seperti apa aku tinggal sendiri, apa aku tinggal di sebuah apartemen atau rumah, memangnya dia ingin menginap di apartemenku, eoh?, dan gilanya lagi doa bertanya ‘apa kau pernah melakukan tindakan diluar batas?’ jika aku mengolah kata katanya, akan banyak maksud yang terselubung di kalimatnya, seperti diluar batas yang mungkin membunuh, atau yah..., sesuatu gila yang biasa di lakukan para remaja yang stress dan akhirnya berakhir malu.
Saat istirahat pun namja itu tetap mengikutiku dengan sebuah senyuman konyolnya. Aku mencoba menghiraukannya dengan mengenakan earphone seperti biasanya. Namja tadi masih mengikutiku dan jaraknya semakin dekat kepadaku, ini sangat menggangguku.
Saat jam makan siang dia duduk di sampingku, dan aku mencoba untuk menganggapnya sebagai angin, ya hanya angin. Hampir seluruh siswi melirik ke arah kami, aku tau karena mereka iri kepadaku yang disampingku adalah kim joonmyeon, yang kudengar adalah anak dari kim joon in, pemilik grup kim saat ini, di tambah lagi kakaknya inha, adalah CEO di perusahaan otomotif yang memiliki wajah bagai pangeran. Kuakui, keluarga bermarga kim ini memiliki wajah yang tampan tampan, ah ya! Ibunya juga kudengar mirip yoona SNSD, sungguh awalnya aku tak percaya dengan omongan dari ahn jiseo, ratunya gosip di sekolah, saking tidak percayanya, jiseo mengirim foto keluarga suho, dan yap! Ibunya mirip yoona, kakeknya masih terlihat tampan walau sudah keriput, dan neneknya, dia masih terlihat jauh lebih muda dari umurnya.
Di tengah tengah acara makanku, suho melepas earphoneku yang ada di telinga kiri dan memasangkannya pada telinga kirinya, tentu itu membuatku secara otomatis meneriakinya walau agak pelan.
“yak!, sebenarnya apa maumu?” tepat pada saat yang sama aku mendengar tawa renyah dari seseorang yang tidak asing lagi bagiku.
“eonnie...” ucap eunji yang datang sambil menggandeng tangan baekhyun dan dari tadi tertawa bersamanya. Kini ia duduk didepanku dan baekhyun duduk di depan suho. Terlihat tatapan dari tatapan baekhyun dan suho, aku bisa melihat kalau mereka pasti adalah musuh. Tangan eunji masih menggandeng baekhyun.
“jadi kalian berkencan, eoh?” tanyaku
Mata suho membulat setelah mendengar kalimatku barusan, sedangkan baekhyun hanya tersenyum bangga seakan mendapat gelar sebagai raja, dan eunji, apa yang dia lakukan?, dia memandang suho dari tadi dan kupecahkan lamunan eunji yang dari tadi melihat ke arah suho.
Saat menyadari perkataanku tadi, eunji mendorong baekhyun menjauh. Dan senyum mengejek terukir di wajah suho seakan dia ingin bicara ‘kau terlalu perccaya diri, byun’
“ani!, dan itu tidak mungkin!” bantah eunji cepat
“bukankah kita akan berkencan malam ini, chagi?” baekhyun mendekatkan wajahnya ke wajah yeodongsaeng kesayanganku itu. Dan pada saat aku melihat sekitar, terlihat wajah marah, cemburu, dan iri dari siswi yang lain, bahkan ada yang sempat mematahkan sumpitnya.
“yak byun baekhyun!” seruku pelan sambil memukul kepalanya dengan sumpit
“lalu apa kalian berkencan?, kalian terlihat sangat akrab” tanya eunji yang membuatku tersedak saat memakan sup. Aku lupa bahwa aku dan suho sedang berbagi earphone. Dengan cepatku lepas earphoneku dari telinganya.
“jadi tidak, pft...” kali ini baekhyun sedang menahan tawa dan suho hanya melotot ke arahnya.
“oh iya, tadi kau tanya apa yang aku mau bukan?” aku mengangguk pelan dan menatap ke arah matanya secara langsung.
FREEZE...!
Untuk pertama kalinya aku merasa beku melihat seorang namja tepat pada mata mereka, sekali pun itu byun baekhyun itu tidak ada apa apanya dibandingkan namja ini. dengan cepat aku mengalihkan pandanganku ke arah eunji dan baekhyun yang sekarang mungkin sedang membahas tentang game, yap!, sekarang adikku saja menjadi gamers karena baekhyun.
“yang kuinginkan kau dan adikmu, park eundae” mata eunji dan baekhyun membulat sempurna dan aku tersedak oleh minumanku sendriri
-eundae pov end-

 Baekhyun menuliskan sesuatu di memo ponselnya dan menunjukkan kepada eunji
jangan percaya dengannya, sudah kubilang ada sesuatu dibalik wajah dan senyumnya, senyumnya palsu’
Skipà
Hari ini eundae pergi ke dubai beberapa hari karena eonma dan appanya membutuhkan otaknya sebagai hacker, beberapa komputer perusahaan diserang, dan hanya eundae yang bisa membalasnya.
Baekhyun menginap untuk sementara di apartemen untuk menemani eunji selagi eundae pergi. Aneh memang jika seorang namja dan seorang yeoja yang tak memiliki hubungan apa apa tidur satu atap, tapi ini juga permintaan appa eunji dan eundae kepada baekhyun yang jago hapkido.
“jangan macam macam kepada adikku, byun” kata eundae yang mondar mandir memasukkan barangnya kedalam koper.
“ne noona~” jawab baekhyun dengan ekspresi yang sulit dimengerti
“aku bersungguh sungguh”
“ne chagi~” kali ini eundae hanya melirik tajam baekhyun dan itu tidak merubah ekspresi baekhyun.
“aku pergi” eundae menutup pintu apartemen dan meninggalkan eunji dan baekhyun di apartemen.
Baekhyun melangkahkan kakinya kekamar dan dengan cepat eunji menghadangnya.
“mwoya?, aku ngantuk” eunji hanya melirik ke arah sofa dan itu memberi tanda kalau baekhyun harus tidur di sofa. “mwo?, tidak mungkin!, sofa itu kurang panjang, lagi pula ada dua ranjang bukan?, kita tidak akan tidur satu ranjang” kali ini eunji melipat kedua tangannya di bawah dadanya. “oh ayolah eunji!, aku tidak akan macam macam, paling aku hanya menciummu” katanya lagi asal ceplos dan sukses membuat eunji mendorong baekhyun lalu menutup pintu.
“apa dia sudah gila?, argh! Sudahlah aku capek”
Eunji melempar diri ke ranjangnya. Baru beberapa detik dia akan menarik selimut, suara baekhyun mengganggunya
“yak eunji!, aku tak bisa tidur!”
“apa urusanku” kata eunji pelan
“tentu ini urusanmu!, aku tamu!”
“bagaimana dia bisa dengar?, lagi pula jika ia tamu, apa harus tidur satu kamar dengan tuan rumah”
“iya!”
Satu kata dari mulut baekhyun yang ada di luar membulatkan mata eunji. Dan pada detik ke lima, pintu kamar terbuka yang memang sengaja tidak dikunci eunji. Baekhyun tersenyum kecil.
“oh ho~, tidak terkunci?, kenapa aku harus berteriak?”
Baekhyun melempar diri ke kasur eundae. Dengan cepat eunji duduk di tepi ranjang untuk memastikan jika baekhyun benar benar tidak akan melakukan apa apa. Ranjang eunji dan eundae hanya dibatasi oleh meja kecil dan memeberikan jarak sekitar lima puluh senti.
Eunji menatap baekhyun yang sedang menatap langit langit kamar. Sikapnya seperti anak kecil, dia memainkan jarinya seakan akan jarinya itu adalah pesawat dan ia membuat suara suara kecil dan itu membuatnya memajukan bibirnya sedikit.
Beberapa menit kemudian baekhyun menghentikan jarinya dan menatap eunji kosong, begitu pun dengan eunji.
“kenapa kau melihatku seperti itu?” baekhyun memecah lamunan eunji
-author pov end-

Tanpa kusadari aku melihat bibirnya. Argh...! eunji apa yang kau pikirkan?. Tidak!, tidak boleh, jika begitu sama saja kau telah masuk kepenjaramu sendiri eunji!. Tapi lihat bibir manisnya itu, kenapa aku leleh.
“kenapa kau melihatku seperti itu?” tanyanya yang memecah lamunanku.
Dengan cepat kubaringkan diriku diranjangku dan menutup diri dengan selimut yang lebih tebal karena ini masih musim dingin, dan menatap langit langit kamar. Kudengar baekhyun mengeluh kesal dengan membanting tangannya yang dari tadi ada di atasnya.
“jawab aku, bukan aku yang ingin melakukan sesuatu bukan?, tapi kau”
Kalimat baekhyun barusan behasil membuat mataku membulat. Kulirik sebentar namja itu dan masih dapat kulihat dia menatapku dengan tatapan yang sulit kumengerti
“ani, sudah tidurlah” kubalikkan posisi tidurku dengan membelakanginya.
Kudengar jelas suara tapak kaki yang mendekat. Oh tuhan tolong aku, jangan sampai seorang byun baekhyun menyentuhku. Sekarang dapat kurasakan jika dia duduk di tepi ranjangku dan aku masih membelakanginya.
“good night, eunji” dia mengelus ujung kepalaku dengan lembut lalu mengambil beberapa helai rambutku lalu menciumnya.
Entah apa yang sedang terjadi padaku sekarang, dia bersikap lebih dari biasanya tapi aku tak memberontak sedikit pun. Apa yang terjadi dengan diriku.
-eunji pov end-

Aku yang masih duduk di tepi ranjangnya hanya tersenyum lalu kembali ke ranjang eundae dan tidur membelakanginya.
Kenapa dia tak memberontakku?, apa ada yang salah dengannya?. Ugh... gawat jantungku berdetak kencang, semoga dia tidak mendengarnya.
Ya!, aku menyukainya sejak awal bertemu, tapi aku selalu menutupinya dan melampiaskannya kepada beberapa yeoja yang aku pacari. Oh tuhan!, detak jantungku tak beraturan, jangan sampai dia mendengarnya.
BUU..K!
Sebuah bantal melesat tepat dikepalaku, aku hanya meringis kesakitan sambil mengusap usap kepalaku karena barusan lemparan tadi sangat keras. Kulirik sedikit eunji yang kuyakini dia yang melempar bantal barusan. Dia menghadapkan tubuhnya ke padaku dan  menatapku kecewa. Tatapan itu, apa maksudnya?, apa dia ingin lebih?, tidak mungkin aku melakukannya, aku bahkan belum pernah melakukan hal lebih, bahkan kepada mantan mantanku.
“mwoya?” tanyaku dengan nada yang agak ditekankan
“harusnya aku yang berkata seperti itu”
“...” aku tak menjawab karena bingung, apa dia marah karena sikapku tadi?. “kenapa kau baru marah jika tentang barusan” balasku yang dari tadi eunji menunggu balasanku
Kali ini dia diam sejenak. “sudahlah pergilah tidur” sekarang dia kembali membelakangiku.
Refleks, ku lempar diriku ke kasur eunji dan hampir tidak menyisakan jarak anatara kami. Dan karena kelakuanku barusan, secara otomatis eunji membalikkan tubuhnya, dan parahnya lagi saat itu bibir kami bertemu. Dapat kulihat matanya membulat sempurna, begitu pun denganku, aku kaget bukan main, karena bukan ini yang kumau. Aku hanya ingin memeluknya dari belakang dan memberikan jarak sedikit agar dia tak salah paham, tapi apa yang kudapat?, ini sama saja aku menciumnya.
Bibir kami masih bersentuhan, bahkan diantara kami belum ada yang bergerak. Perlahan tapi pasti, kututup mataku dan mencoba menikmati ciumanku. Eunji yang pertama bagiku, sungguh, bahkan bibir mantanku belum ada yang pernah kusentuh. Aku menciumnya dengan lembut dan berusaha membuatnya betah. Dia masih menutup rapat bibirnya, aku tau maksudnya jadi kuturuti saja dan hanya mengecup bibirnya.
-baekhyun pov end-

apa ini?, dia menciumku?. Yak byun baekhyun!, yah kuyakin aku bukan yang pertama untukmu. Dapat kulihat jelas dia menutup matanya dan mencoba menikmatnya. Perlahan kurasakan tangannya meraba punggungku. Byun!, apa yang akan kulakukan.
aku mencoba menjauh darinya dengan mendorong dadanya yang bidang, tapi apa yang kurasakan?, dia malah tersenyum dalam ciuman ini?. yak baekhyun!, aku tidak seperti yang kau pikirkan!. Dia memegang tengkukku lalu mendorongnya pelan. Dia ingin memperdalam ciumannya. Perlahan kututup mataku, jujur ini adalah gerakan refleks. Kugerakkan sedikit bibirku dan dapat kurasakan kembali senyumannya. Aku masih menutup rapat bibirku karena aku masih takut dengan gulat lidah(?).
lima menit sudah kami melakukan ciuman ini. dan baekhyun segera melepaskannya. Bibir kami tidak terlalu basah karena kami sedang tidak melakukan sebuah french kiss. Setelah dia melepasku dan tengkukku yang dia tahan, aku mendorongnya menjauh, tapi apa yang kudapat?, aku yang terdorong karena tenaga baekhyun lumayan besar untuk menahannya, dan otomatis aku hampir terjatuh.
Kurasakan sebuah tangan menarik pergelangan tanganku dan itu membuatku terjatuh dalam pelukan baekhyun. Dia mendekapku hingga aku hampir menyentuh dadanya. Dia memperdalam dekapannya dan sekarang kepalaku benar benar menempel di dada bidangnya.
“now, you are mine, eunji” dapat kurasakan nafasnya berhembus pelan di kepalaku dan dia mengecup ujung kepalaku dengan lembut.
“m..mwo?”
“jadilah kekasihku”
Baekhyun melepaskan pelukannya dan beranjak pergi, tanpa menunggu jawaban dariku. Refleks, ku pegang pergelangan tanganya dan itu sukses membuatnya menoleh dengan tatapan ‘mwo?’
“jangan membelakangiku, tidur dengan menghadapku. Aku ingin melihat wajahmu, bukan punggungmu”  kalimat apa ini?, kenapa kuucapkan. Tapi juga apa ini?, perasaan apa ini?, apa aku menyukai seorang players bernama byun baekhyun.
Baekhyun hanya tersenyum lalu tidur di ranjang eonnie dan menuruti permintaan yang menurutku terdengar gila. Lagi lagi secara refleks aku tersenyum kepadanya dan dapat kulihat dia membalas senyumanku. Perlahan kututup mataku
-eunji pov end-

Eunji. Apa dia juga menyukaiku?
Matanya sudah tertutup dan dapat kulihat jelas wajahnya yang seperti malaikat itu. Barusan, apa yang kulakukan?, mencium eunji?. Kumohon, semoga besok dia tak salah paham. Aku tidak bisa tidur, kenapa aku terus memikirkan ciuman itu. Argh..., aku bukan byun baekhyun, aku merasa ada yang aneh di dalam diriku. Tuhan, ada apa denganku?.
Perasaan barusan datang lagi saat kulirik wajahnya. Matanya yang indah dengan warna hitam kebiruan jika dibuka, pipinya yang dengan mudahnya menampakan warna merah jika kupanggil ‘chagi’ dan bibir mungilnya yang manis dan sempurna, aku ingin lagi. Yak byun baekhyun!, apa yang kau pikirkan!.
Pagi ternyata sudah datang, tanpa kusadari aku tertidur pada malam itu. Tunggu dulu, malam itu aku... eunji. Eunji! Dimana eunji?. Kudapati ranjang eunji sudah rapi. Aku melirik ke arah jam dinding dan yah ini jam tujuh lebih lima belas menit.
“jam tujuh, eoh?” aku tersenyum dengan mata tertutup. Tunggu dulu, jam tujuh?. “mwoya?, jam tujuh?, argh... park eunji kenapa kau tak membangunkanku?” aku berlari segera berlari ke arah pintu
Apa dia membiarkanku tidur dan dia berangkat ke sekolah sendiri. Aku berlari keluar kamar dan hidungku mendapat aroma bubur. Kulangkahkan kakiku ke arah dapur dan terlihat seorang yeoja dengan senyum kecil yang terlihat puas di bibirnya yang kemarin kucium. Argh..., lagi lagi aku mengingat ciuman itu.
“kau sudah bangun, byun?” tanyanya yang terfokus oleh bubur didepannya. Aku tidak menjawabnya.
Dia tidak marah, syukurlah. Kugerakkan kakiku ke arahnya dan memeluknya dari belakang dan itu berhasil membuatnya sedikit kaget. Dia membalikkan tubuhnya dan bersandar di meja yang berada tepat dibelakangnya. Sekarang posisinya terjepit antara aku dengan meja yang ada di belakangnya. Kugeser sedikit kesamping nampan yang diatasnya ada dua mangkuk berisi bubur lalu kunaikkan tubuhnya ke atas meja.
“m...mwo?” tanyanya takut sambil menutupi wajahnya dengan poninya dan memalingkan wajahnya dariku.
“lihat aku eunji” pintaku yang tak ada respon darinya sedikit pun. “eunji...” panggilku lirih. “yak park eunji!” aku sedikit menambah volume suaraku. “tatap mataku eunji” kini kupegang wajahnya dan menghadapkannya ke wajahku. Terlihat jelas warna merah di pipinya. Aku tak bisa mengartikan wajahnya yang merah, apa dia marah atau malu. Wajahnya sangat datar hingga aku susah mengartikannya
Matanya tidak menatapku, dia menolak kontak mata denganku. Apa dia masih memikirkan ciuman kemarin?. Argh ini salahmu baekhyun!.
“mianhae, aku telah berbuat macam macam padamu” kataku sambil memeluknya.
-baekhyun pov end-

Sungguh, pelukannya begitu hangat. Aku membeku dalam pelukannya yang hangat dan terasa tulus. Dia masih memelukku. Baekhyun, namja players yang diam diam menghanyutkanku, perasaan ini kembali lagi. Byun, apa aku menyukaimu?, ada apa ini, jantungku berdetak tak beraturan, jangan sampai dia mendengarnya, kumohon.
Sekarang dia melepaskan pelukannya. Dan menatapku dalam dalam. Aku segera membuang muka dan menolak mentah mentah kontak mata denganya. Aku terlalu takut menatapnya setelah kejadian semalam. Yah walaupun belum terlewat batas, tapi menurutku itu sudah hampir membuatku frustasi seperti siswi seumuranku yang perutnya membulat. Itu juga karena aku terlalu polos.
“tatap mataku sekarang eunji, aku mohon. Aku minta maaf tentang kemarin” katanya lagi memohon dan meminta maaf.
Dengan berat kulirik namja didepanku ini dan menatap dalam matanya. Dilihat dari tatapannya kepadaku, dia terlihat sangat menyesal akan kejadian kemarin.
“eunji...” panggilnya yang tak kujawab. “eunji...” dia tak henti hentinya memanggil namaku. “eunji...” lagi, dan kali ini dengan puppy eyes dan aku sudah tak kuat.
“mwo?, aku sudah memaafkanmu” kataku dingin yang masih duduk di atas meja dapur.
“apa kau menyukaiku?” tanyanya yang tak kujawab. “aku menyukaimu eunji” katanya lagi yang membuat mataku terbelak
“berhentilah baekhyun, jangan main main, aku lapar, ayo ma—“ kata kataku terputus saat sesuatu mendarat cepat dibibirku.
Lagi, kita berciuman lagi. Kali ini aku tak bisa menolaknya, secara refleks kubalas ciumannya. Kami menutup mata secara bersamaan. Kukalungkan lenganku di lehernya dan baekhyun mendorong tengkukku sambil memiringkan kepalanya.
Apa ini, aku tak merasakan hawa nafsu darinya, dia tulus bahkan sangat tulus, tidak ada maksud apa apa. Baekhyun melepaskan ciumannya denganku, bibirku basah karena lidahnya berusaha membuka mulutku yang selalu kutolak.
“kenapa kau tidak membukanya?” tanyanya kecewa
“aku takut” jawabku takut tapi kututupi dengan sikap dinginku
Baekhyun hanya tersenyum hingga memperlihatkan eye smilenya. “kau polos sekali park eunji” dia mengusap usap ujung kepalaku. “aku menyukaimu tulus, percayalah” aku masih terdiam.
Tiba tiba aku dikagetkan dengan sesuatu yang menempel dibibirku lagi. Kali ini dia menciumku dengan cepat.
“you are mine eunji, jangan biarkan bibirmu tersentuh oleh namja lain, janji?”
“’mine’? apa maksudmu?” tanyaku polos memandang matanya, bagian yang paling kusukai
“dasar lambat, mulai sekarang kau adalah yeoja chinguku, ok?. Aku sudah menahan perasaan ini darimu sejak awal kita bertemu, tapi maaf aku melampiaskan perasaanku dan menutupi darimu dengan mengencani beberapa yeoja yang tak kucintai beberapa waktu yang lalu, dan—“
Kali ini aku yang menciumnya dulu dan membuat matanya membulat. Kupejamkan mataku dan menarik kerah bajunya untuk memperdalam ciumannya. Perlahan kurasakan tangannya melingkar di pinggangku. Kali ini aku ingin mencoba lebih berani dengan membuka mulutku sedikit. Dapat kurasakan lengkungan di bibir baekhyun. Dan yah..., hal yang masuk dalam kategori menakutkanku ini terjadi padaku, lidah kami bergulat. Dilihat dari caranya melakukan french kiss padaku, kurasa ia sudah melakukannya berkali kali. Saat aku mulai kehabisan nafas, kulepaskan ciuman itu secara sepihak, dan terlihat jelas wajah kecewa darinya hingga memperlihatkan puppy eyesnya
Aku turun dari meja dan tanganku masih memegang kerahnya yang sempat kuremas. Aku membuang muka darinya. Mukaku sudah merah. Ini pertama kalinya aku memulai duluan sebuah ciuman.
“a...aku.. eum..., ok aku janji tidak akan kubiarkan namja lain menyentuh bibirku” kataku sambil menunduk dan saat kulirik sedikit, namja itu tengah tersenyum manis kearahku
“mwo?, kenapa kau masih memegang kerahku, eoh?, kau ingin lagi?” tanyanya tiba tiba baekhyun maju sedikit tapi kutahan dan aku masih memegang kerahnya.
“ah, mian” aku membenarkan kerahnya yang tertekuk karenaku dan tanpa kusadari tanganku turun ke bawah dan mengusap dadanya sedikit dan juga aku masih membuang muka darinya
“yak!, kau ingin lebih?” tanya baekhyun polos
“mwo?” tanyaku jauh lebih polos
Baekhyun hanya melirik ke arah dadanya. NYEES... rasanya ada yang membakar hatiku dengan minyak, panas sungguh panas. Aish..., apa yang kau lakukan park eunji.
“i..ini.., tidak... aku... eum...” aku diam menggigit bibir bawahku dan menyembunyikan tanganku dibalik tubuhku.
“eum apa?”
“ya, aku akan menjadi milikmu” kataku salah tingkah
“jeongmal?” lagi lagi namja ini mendekatkan wajahnya ke wajahku.
“ i..iya, Tapi bisakah kita makan?, aku lapar dan hampir sesak nafas karenamu” ucapku sambil mengelap bibirku yang rupanya cukup basah.
“arra, kalau begitu ayo kita makan” dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku menatapnya dengan tatapan ‘mwo?’. “morning kiss?” tanyanya sambil memajukan bibirnya sedikit
“mwoya?, kau belum puas dengan yang tadi, eoh?, dasar namja mesum! Jika kita melakukannya lagi itu akan menjadi yang kelima!” seruku lalu menendang kaki kanan baekhyun dan berhasil membuatnya menggerang kesakitan lalu membawa bubur ke meja makan.
-eunji pov end-

Saat makan, hanya baekhyun yang bicara dan eunji hanya membalasnya dengan ‘hem...’ ‘oh..’ ‘yap!’ dan yang lainnya sambil mengangguk entah mengerti atau tidak. Sampai pada saat baekhyun bercerita sesuatu yang membuat eunji hampir terlonjak dari duduknya, eunji mulai membulatkan matanya.
“yak, apa semalam itu yang pertama untukmu?” tanyanya yang masih asyik dengan makanan didepannya. Eunji hanya membulatkan matanya lalu kembali ke acara makannya.
“mwo?” tanya eunji balik dengan datar dan dingin.
“ya..., yang semalam disitu” kali ini baekhyun berhenti menyendok makanannya dan menunjuk kamar dengan sorot matanya. Eunji mengikuti arah mata baekhyun dengan mulut yang penuh, lalu kembali makan.
“ani” jawabnya singkat
“mwo?, jadi kau pernah melakukannya?, dengan siapa?, bahkan kau yang pertama untukku” terlihat wajah kecewa baekhyun. Sekarang dia hanya memainkan makanannya dengan memajukan bibirnya.
Kata kata terakhir baekhyun membuat eunji tersedak. Ia tak percaya jika itu pertama kalinya. ‘kau yang pertama untukku?,  aku tak percaya, hampir saja kusemburkan buburku kepadanya’ batin eunji
“gwenchanayeo?, minumlah”
“pe..pe..pertama katamu?” tanya eunji yang dibalas baekhyun dengan anggukan polos. “bahkan dengan mantanmu kau tidak pernah?” tanya eunji lagi dan lagi lagi dijawab baekhyun dengan anggukan polos dan masih memajukan bibirnya. “kau ini tidak peka atau bagaimana?, salah satu keinginan seorang yeoja pada saat pacaran adalah ciuman” balas eunji sewot
“oi!, kau ini kenapa?, harusnya kau berterima kasih karena kau yang pertama untukku, eoh?, ciuman pertamamu bahkan sudah melayang ke orang lain” semburnya pada eunji
“ya, dan itu adalah namja bernama byun baekhyun” balas eunji yang berhasil membuat baekhyun tutup mulut. “saat pemakaman in jae, kita pergi ketaman dekat pemakaman karena aku tak kuat untuk menangis di depan keluarganya” kata eunji lagi.
In jae adalah salah satu sahabat mereka sejak SMP sebelum baekhyun pindah ke amerika lalu kembali lagi kesini. Ok, kembali ke injae yang terserang sebuah penyakit mematikan yang tidak menular. Hanya kami yang berani mendekatinya dan membuatnya tersenyum lepas. Dan eunji masih ingat pesan terakhir dari eonma in jae ‘terima kasih, kalian telah membuatnya tersenyum dan mengenal dunia luar. Dulu ia sering menyendiri di kamar, dan menangisi dirinya. Seharusnya tuhan mempertemukan kalian sebelumnya, karena mungkin kalian bisa membujuknya untuk melakukan operasi, tapi tuhan malah tidak memperbolehkannya. Terima kasih kalian telah memberi hari hari terakhirnya dengan senyuman, bukan tangisan’ kurang lebih seperti itu kalimat eonma injae
“saat kau kira aku tertidur di pundakmu, kau diam diam menciumku bukan? Dan yang kemarin bukan pertama kalinya untukmu bukan, byun?” tanya eunji dengan tatapan ‘kena kau baekhyun’
“jadi aku yang pertama untukmu?” tanyanya tak yakin dan hanya eunji balas dengan anggukan kecil. Dapat dilihat mood baekhyun kembali seperti semula.


nyahaha~ ini masih ad kelanjutan.a kelihatan kek udh selesai yak di ending?, tapi klo berhenti disini si suho jd ngambang sama kata".amaap klo ad typo, cerita.a rada gj, de el el ni ep ep jae yg pertama, udh pernah d post sih :3yg penasaran sama chapt 2 atau end dr ni ep ep, bakal nongol besok :3#kyjae