Senin, 30 September 2019

Mimpi dan Impian

 Assalamualaikum wr.wb
Hi... Para pembaca, apakabar kalian hari ini ???
Disini aku mau numpang curhat dan berbagi pengalaman nihhh..... :V

Sejak kecil aku selalu berpikir, bagaimana kah aku di masa depan ??? Apakah aku cantik? Pintar? Dan di kagumi banyak orang ? Aku selalu penasaran dengan masa yang akan datang esok.
Lalu sekarang lah aku menyadari mungkin jalan ku tak semulus kulit glowing artis Korea -_-
Aku yang sekarang tentu sangat berbeda dengan yang dahulu, Allhamdulillah sekarang aku sudah kuliah di sebuah universitas swasta di kota ku...
Banyak lika liku yang dihadapi sebelum nyaaa
Dimna dulu aku selalu bersikap pesimis dan selalu pitus asa. Sekarang aku menjadi pribadi yang pantang menyerah dan selalu berpikir positif.

Saat sekolah menengah aku bersekolah di sekolah sebagai yang memang terkenal banyak duit -_- tapi dari situ motivasi ku muncul... Aku selalu belajar untuk mendapatkan nilai terbaik agar mendapatkan beasiswa.. dan yahhh aku mendapat kan beasiswa selama 3 th dengan jerih payah ku...

Tapi Allah itu maha adil, dan juga akhirnya aku percaya bahwa roda itu berputar...

Saat kelulusan bahkan aku mendaftar kan diriku diberbagai universitas di inIndones ini, ada satu yang menerima tapi tak dapat restu dari orang tua... Dan semua pun tak berjalan dengan baik ?

Semua berbeda, aku merasa bahwa diriku berada dalam titik terbawah.... Dimana aku ingin sekali kuliah, dan akhirnya dengan tekat ku aku kuliah di universitas swasta dengan uang gedung yg belasan jutaa, tanpa ada persiapan finansial dari keluarga kuuu

Mengorbankan banyak demi masa depan,, untuk meringankan semua beban aku mencari pekerjaan, dan yahh saat bekerja pun juga tak semudah itu... Berangkat pagi pulang sore dan terus menerus seperti itu, aku bosan dan aku muak jujur ini adalah kenyataan. Tapi aku juga punya tanggung jawab..

Pertama kali aku mendapat pekerjaan di sebuah pabrik, tak bertahan lama akhirnya aku resign...

Mencari lagi, lalu bekerja disebuah toko hanya sampai 9 bulan saja...

Dan yang saat ini aku mendapat kan sebuah pekerjaan dimana aku di hormati banyak orang, jasa ku di hargai... Aku menjadi seorang guru honorer, bukan apa-apa tapi aku bangga dengan apa yg kudapat sskarase.. gaji guru tak sebanding dengan pekerja buruh... Aku yang tau untuk pertama kalinya sungguh kaget hati ini, dimana saat aku masih bersekolah aku sering mengabaikan para guru yang berada didepan... Mereka bekerja untuk masa depan bangsa ini, mencerdaskan anak bangsa dengan iklhas...

Terimakasih

Rabu, 18 Juni 2014

FanFic Angel 2/?

lanthung aj yeth :"v

PREVIEW


“la...lama? Sebenarnya kau siapa? Apa maumu? Dan kenapa nada bicaramu seperti orang yang sudah kenal denganku cukup lama?” ucapku gugup dan mencoba untuk menatap tepat pada matanya
“sudah lama sekali aku menunggumu di sini hye.  Aku terus menunggu diatas, hingga Tuhan meperbolehkan aku turun ke bumi dan bertemu denganmu, dan lagi lagi aku harus menunggu, mauku sangat sederhana, aku hanya ingin bertemu dengan cinta pertama sekaligus cinta sejatiku dan aku butuh bantuanmu, aku mengenalmu cukup lama hye, bahkan sebelum kau lahir di dunia ini, kau sering bermain denganku di atas sana” jelas namja itu panjang lebar, sedangkan aku hanya cengo mendengarnya
Menunggu? Bertemu denganku? Cinta pertama sekaligus cinta sejatinya? Sebelum aku lahir? Diatas sana? Sebenarnya siapa dia?

CHAPT 2


Author pov


hyesoo terus saja melamun. Otaknya tidak bisa berfikir untuk saat ini. semua terasa berhenti bagi hyesoo. Kalimat namja itu membuat otak hyesoo diam.
“ah..mungkin kau lupa denganku” ucap namja itu yang membuat hyesoo menoleh. “suho, kim joonmyeon, kau ingat?” tanya namja itu
“suho? kim joonmyeon? Nugu?” otak hyesoo masih saja belum berjalan dengan sempurna.
“namaku kim joonmyeon, namun kau lebih suka memanggilku suho” jelasnya susah payah.
Hening. Hye masih saja diam. Mungkin kali ini dia lebih lamban dan bodoh dari pada luhan. Otaknya terus dipaksanya untuk bekerja, jika saja ini hye adalah salah satu karakter manga, mungkin akan ada asap yang keluar dari kepalanya.
Chu~
Dengan cepat suho menempelkan bibirnya dengan bibir hye lagi. Hye yang tadinya diam, shock dengan kelakuan suho. Didorongnya suho hingga tejatuh dari ranjang. Hye yang sadar kalau selimutnya tidak ikut tertarik dengan suho, segera ia lemparkan selimutnya untuk menutupi tubuh suho.
“yakk! Apa yang kau lakukan?” bentak hye
“aku lapar, maka dari itu aku menciummu, lagi pula yang pertama kali melakukannya adalah kau bukan?” balasnya sambil memposisikan dirinya hingga terduduk di lantai, menampilakan dada bidangnya.
Mata hye tetap fokus kepada wajah suho, dan tidak bernafsu sedikit pun untuk melirik kebagian bagian lain. Kini tatapan hye semakin tajam, membuat semua orang yang ditatapnya merasa ditusuk, tapi tidak bagi suho. Suho malah membalas tatapan hye dengan senyum idiotnya.
“bodoh! Jika kau lapar, bilang saja, apa begitu caramu meminta makanan? Dan lagi, aku memulainya karena terpaksa agar baekhyun oppa tidak melihatmu”
“aku memakan ketulusan orang saat berciuman denganku, jika orang itu menciumku dengan nafsu, itu sama saja seperti aku memakan satu butir nasi. Tapi kau, tadi selama kau berciuman, tidak ada nafsu sedikit pun, tapi rasanya hambar, karena kau melakukannya dengan keterpaksaan dan yang kedua kau menolakku mentah mentah”
Hye yang tidak mengerti hanya diam sambil menatap namja yang ada di depannya itu dengan tatapan aneh.
“intinya, aku mengisi tenagaku dengan ciuman” kalimat itu sukses membuat mata hye membulat tak percaya, pikirannya mulai melayang kemana mana.
“termasuk pria? Kau juga mengisi tenagamu dengan berciuman bersama pria? Apa pria juga bisa menambah tenagamu?” kali ini pikiran hye mulai gila
Hening.
“huahaha!!!” sebuah tawa memecah keheningan. Suho tertawa hingga terguling guling di lantai. “haha..hh...tentu saja tidak!! Aku masih normal, bodoh!! Tapi jika keadaannya mendesak, apa boleh buat” jelasnya dengan wajah tanpa dosa.
“mendesak?” ucap hye palan lalu menghilangkan pikiran negativenya itu. “lalu sekarang apa?” tanya hye pada suho.
“pertama, beri aku pakaian, saat ini aku butal” hye yang kembali menyadari keadaan tubuh suho, segera berlari keluar apartemen dan masuk ke apartemen kakaknya.
Hye mengambil kemeja putih yang sedikit kebesaran bagi oppanya, celana pendek hitam, dan tentunya dalaman. Sebenarnya hye agak jijik jika memegang dalaman orang lain, meskipun itu sudah dicuci sebersih bersihnya dan meskipun itu milik oppanya. .
“mian, aku sedikit lama” ucap hye sambil melempar pakaian baekhyun ke arah suho lalu berjalan ke arah dapur dan meninggalkan suho di kamarnya. “cepat pakai baju itu, aku mau ambil makanan, tenang saja aku tidak akan mengintip”
Skipà
“Kau tak makan?” tanya hye sambil memasukkan jjajangmyeon ke mulutnya
“aku sudah kenyang, bukankah tadi sudah kau beri makan?” ucap suho sambil memeperhatikan hye yang sibuk mengunyah
“uhuk!” kalimat suho barusan membuat hye tersedak. “ja..jangan bicarakan itu lagi” ucap hye gugup lalu meminum air yang ada di sebelahnya.
“percuma saja, karena setiap hari kita akan melakukannya”
ZZZRRSSHH...!
Lagi lagi kalimat suho membuat hye tersiksa dan sukses menyemburkan air ke sembarang arah dari dalam mulutnya yang belum sempat ia telan. Hye segera mengambil tisu dan membersihkan air yang tersisa di daerah mulutku.
“yakk! Aissh...sudahlah, aku jadi tak nafsu makan” hye hendak beranjak dari duduknya dan menaruh piringnya yang masih ada sisa jjajangmyeonnya, namun tangannya ditarik oleh suho yang tadi duduk disampingnya, dan hasilnya hye jatuh di pelukan suho dengan tidak elitnya.
“tetap seperti ini dulu” ucap suho saat dirasanya tubuh yang ia peluk mulai memberontak. “aku...”
Entah kenapa kali ini hye diam dan menuruti perkataan suho. Hye diam menanti lanjutan kalimat suho.
“aku haus” lanjutnya sambil menenggelamkan wajahnya di perpotongan antara bahu dan leher hye.
“m..mwo?, jangan bilang jika kau menghilangkan rasa hausmu dengan berpelukan” hye segera melepaskan dirinya dari suho, dan suho hanya tersenyum seperti anak kecil yang menuruti perintah ibunya. “oh god..., sebenarnya kau ini apa?”
“apa aku perlu menjelaskannya?” tanya suho yang dibalas dengan death glarenya hye. “arra arra, akan kuceritakan, ah ani... kau harus melihatnya secara langsung, kajja” suho menarik hye ke arah kamar mandi.
“yakk!, apa yang akan kau lakukan, eoh?, apa kau mau macam macam?” berontak hye saat ia sadar bahwa dia diseret paksa oleh suho.
“bukankah kau ingin mengetahui asal usulku? Diamlah, aku tidak akan macam macam”
‘dia berasal dari kamar mandi? Menjijikkan’ itulah yang ada di pikiran hye
Hye memberontak kecil dan sesekali mengumpat tak jelas. Suho seakan tak mendengar umpatan umpatan yang keluar dari mulut hye, tetap menarik tangan hye, walaupun sudah berada di depan pintu kamar mandi. Suho menghembuskan nafasnya dengan berat dan menatap sejenak pintu kamar mandi.
“yakk, kau ini ingin buang air? Apa harus ditemani? Cih, apa kau gi...”
“ini berat” potong suho cepat saat menyadari hye sedang mengoceh ria.
“apa maksudmu? Ah sudahlah aku capek, besok saja kau ceritakan asal usulmu itu” hye yang hendak pergi, memutar balikkan tubuhnya saat ia merasakan ada sebuah cahaya di belakangnya.
Hye membelakkan matanya saat ia sadar bahwa cahaya itu berasal dari kamar mandinya. Suho yang awalnya menatap kosong ke arah kamar mandi, menoleh ke arah hye sambil tersenyum.
“kajja” kali ini suho mengulurkan tangannya pada hye, dan secara refleks, hye membalas uluran tangan suho.
Suho yang menyadarinya, tersenyum pada hye yang sedang menatap aneh padanya. Suho menarik hye masuk ke kamar mandi. Saat melewati pintu, pemandangan yang diterima hye sangatlah berbeda, dia berada di salah satu gedung olah raga sekolah.
“su...suho-sshi, dimana kita?” tanya hye sambil menarik ujung baju suho-baju baekhyun-.
Bukannya menjawab pertanyaan hye, suho malah tersenyum dan menarik hye keluar gedung dan mengarah ke taman yang berada di belakang gedung. Terlihat seorang namja dan yeoja disebelahnya bernyanyi dengan diiringi gitar yang dimainkan sang namja. Mereka duduk di kursi taman dan membelakangi suho dan hye.
I love you neoreul saranghae
chama hajimotan mal
ddeollineun gaseumi nae mami
neul sumgyeowatdeon geureonmal
Hye berjalan mendekat, berniat untuk melihat siapa namja dan yeoja itu. Suho hanya mengikuti dari belakang. Mata hye mebulat saat ia mengetahui siapa namja yang sedang bermain gitar itu.
“su...suho-sshi...”
“Keurae, namja itu aku, dan yeoja itu...” suho berhenti sejenak, menesah pelan. “dia adalah hoobaeku sekaligus cinta pertamaku”
I like you neoreul johahae
meotjin keun namucheoreom
eonjena pyeonanhi naegyeote
nal jikyeojuneun geureon neol
’-myungsoo ft yerim ~ love u like u-
Hye terdiam sebentar. Memikirkan kenapa dua orang yang ada di depannya tidak menyadari keberadaan hye dan suho yang jelas jelas ada di depan mereka.
“kita tidak terlihat hye, kita bagai hantu” ucap suho yang ada di sebelahnya, seakan dapat menjawab pertanyaan yang terus mengitari otak hye. “ayo ke bulan desember, kau akan tau apa yang terjadi hingga aku menjadi seperti ini” suho menggenggam tangan hye dan tersenyum.
Hye memperhatikan suho yang terus tersenyum padanya, hingga ia tak menyadari bahwa mereka sudah berada di tempat yang berbeda. Ini di daerah gangnam, namun berbeda dengan gangnam yang sekarang.
“dua puluh desember, sembilan ratus sembilan puluh” ucap suho tiba tiba yang mengagetkan hye yang melamun melihat jalanan agak tertutupi salju.
“ini gangnam?, tahun sembilan puluh?”
“ayo ke bagian yang menarik” tangan suho menarik tangan hye dan mengajaknya ke dekat perempatan jalan.
Hye hanya diam dan menatap suho aneh. Tiba tiba jari telunjuk suho mengarah ke suatu titik. Hye yang menyadarinya mengikuti arah jari suho. Hye diam, memperhatikan sepasang kekasih yang tengah berpelukan.
“itu bagian menariknya? Oh ayolah suho-sshi, itu tid—“
“dengarkan mereka”
Hye langsung diam saat suho tiba tiba memotong kalimatnya. Hye mulai mempertajam indra pendengarannya, matanya pun menyipit, mencoba melihat siapa sepasang kekasih itu, karena sekarang sedang hujan. Matanya membulat saat mengetahui siapa namja itu. Suho. Suho yang lain seperti tadi. Yeojanya pun juga tak berbeda, sama seperti tadi yang hye lihat.
“oppa mianhae...” akhirnya yeoja itu mengeluarkan suara.
“ani..., kau sudah berjanji padaku deer”
“berhenti memanggilku seperti itu oppa”
“aku tidak akan pernah berhenti deer”
Yeoja itu menatap mata suho yang lain, yang sebelumnya menatap ke arah manapun kecuali namja yang ada di depannya. Matanya berair, dan perlahan setetes liquid jatuh dari pelupuk mata kanannya, dan jatuh pada pipinya, bercampur dengan air hujan yang sudah lama mengguyurnya.
“andwe..., jangan menangis..., jangan biarkan mata indahmu mengeluarkan air mata, yiji-ah. Deer berhentilah menangis” suho yang lain mengusap pipi yeoja yang ada di depannya yang disebut yiji atau deer. Lalu perlahan ia membawa yeoja itu dalam pelukannya.
“aniyeo oppa, aku tak bisa, karena pada akhirnya aku akan kehilangan dirimu”
“jika kau tak ingin kehilanganku, maka ikutlah denganku pergi dari negara ini”
Walau tak terlihat jelas, namun terlihat pergerakan kecil pada kepala sang yeoja. Kepala sang yeoja yang awalnya mengangguk, dengan cepat ia mengubah gerakan itu menjadi gelengan yang pasti. Ia melepas dekapan sang namja secara paksa.
“tidak ini salah oppa...” lirihnya pelan sambil melangkah mundur menjauhi sang namja dengan perlahan. Sedangkan disisi lain, hye dan suho sedang berusaha mendengar percakapan sepasang kekasih itu. “ini salah oppa..” yeoja itu semakin bergerak mundur sambil menatap sang namja.
Dan seperti pada drama-drama dan fanfiction yang hye lihat, yeoja itu sudah sampai pada jalan raya, dan lagi, ia tak berada di zebra cross. Sebuah mobil melaju dengan cepat dan terlihat ugal ugalan dari sisi kanan yeoja, diikuti dengan beberapa mobil polisi yang sirenenya berbunyi nyaring.
Hye yakin akan ada terjadi kecelakaan. hye melirik suho sebentar. Ditatapnya suho yang masih fokus pada sepasang kekasih itu.
Sang namja masih membeku. Posisinya masih sama, berdiri tegak, menatap sang yeoja yang masih berjalan mundur mencoba menyebrangi jalan. Bodoh memang, kenapa yeoja itu tidak segera berbalik dan berjalan maju, tidak bukan berjalan, tapi berlari.
Dan tepat pada saat suara klakson mobil yang hye yakini tengah dikejar oleh polisi berbunyi, namja itu langsung tersadar bahwa sang yeoja masih ada dijalanan. Sang namja memiliki dua pemikiran, pertama yeoja itu ingin mengakhiri hidupnya, atau tidak sadar dengan keadaannya saat ini.
Dengan cepat, sang namja berlari ke arah sang yeoja dan mendorong tubuh mungil sang yeoja hingga jatuh (dengan tidak elitnya -_-) di atas jalanan aspal yang basah karena guyuran hujan dan dingin seperti hati orang tuanya. Sedangkan detik berikutnya, tubuh sang namja jatuh dan terlindas oleh mobil yang bisa dibilang kecil. Mobil itu tak menganggapnya penting dan terus melaju, menghindari kejaran polisi yang beberapa berhenti untuk meringkus tubuh sang namja.
Tangannya hancur, kepalanya pecah, dan hanya ada sekitar sepuluh sampai lima belas persen dia masih hidup. Separah itukah kecelakaan, tidak maksudnya tabrak lari itu?
Hye diam pada tempatnya, takut melirik atau pun mengintip kejadian yang terjadi di balik tubuh suho yang sedang berada bersamanya. Entah sejak kapan tubuh suho menghalangi pengelihatannya dari kejadian barusan. Menutupi pengelihatan hye dengan memeluknya dari depan.
“ayo kembali, aku tak ingin kau melihat bagian setelahnya” lirih suho pelan sambil terus memeluk hye. Sedangkan hye hanya mengangguk menurut, ia menenggelamkan kepalanya pada dada bidang suho.
“kita sudah sampai” ucap suho dan otomatis kepala hye terangkat. Ia langsung melepas dekapan suho dan jatuh terduduk di atas sofanya.
“cepat sekali, bukankah tadi kita masuk ke kamar mandi?” ucap hye pelan sambil menatap ke sembarang arah, asalkan tidak pada namja yang sekarang berada di depannya.
“kau lupa siapa aku?” suho mendaratkan pantatnya dengan kasar di samping hye, dan itu membuat hye hampir terlonjak kaget dan langsung menatap ke mata suho.
Suho yang awalnya menatap lurus kedepan, memalingkan wajahnya ke hye, lalu mendekatkan wajahnya pada hye. Hye yang melihat pergerakan suho, dengan cepat memundurkan wajahnya.
“kurasa itu tidak perlu di bahas karena kau sudah tau jawabannya byun hyesoo, yang penting sekarang adalah...” suho sengaja menggantungkan kalimatnya. Hye semakin menatapnya dalam dalam. “yang penting sekarang aku lapar~” rengek suho pada hye.
“m...m...mwo?, apa maksudmu?” semburat merah terlihat jelas pada pipi hye.
“oh ayolah hye... kita sudah pernah melakukannya” rengek suho sekali lagi dan kini ia agak mundur dari posisinya
“ta...tapi suho-sshi... hhmmpt...!” bibir mungil hye dibungkam oleh benda kenyal milik suho.
Suho sudah tak peduli lagi dengan hye yang terus meronta, perutnya sudah menyiksanya sejak beberapa menit yang lalu. Tangan kanannya yang menganggur, ia pakai untuk manahan kedua tangan hye yang terus memukul dada suho, sedangkan kakinya, menjepit kedua kaki hye. Posisi suho sekarang menindih hye, dan itu membuat hye tidak bisa bergerak sama sekali. Tangan kiri suho? Ia gunakan untuk meraih tengkuk hye, memperdalam ciumannnya yang lama kelamaan menjadi lumatan lumatan lembut lalu beralih menjadi ciuman liar pada saat lidah suho berhasil memasuki mulut hye yang kecil
Suho melepaskan ciumannya dan menatap hye dari atas. hye terlihat terengah engah dan wajahnya merah seperti kepiting rebus, begitu pun juga suho. Dapat mereka rasakan deru nafas masing masing. Suho mendekat ke arah telinga hye dan membisikkan sesuatu.
“cobalah untuk tulus dan relaks, tenanglah, aku tidak akan melakukan lebih dan tidak akan menyakitimu. Acara makanku agak terganggu” mata hye agak membulat pada saat mendengar kata makan. Berkali kali hye mencoba untuk berpikir positif.
Lagi, suho mempertemukan bibirnya dengan milik hye. Tapi kali ini berbeda, hye mulai menikmati ciumannya, bahkan ia mulai membalas setiap ciuman dari suho, tapi tetap suho yang unggul. Saat dirasa hye mulai relaks, suho mulai melepaskan cengkramannya pada tangan hye. Entah sejak kapan tangan hye pun sudah menggantung pada leher suho.
“s..suho..-sshi... ssesak...” suho yang mendengar suara yang berasal dari bibir mungil hye, segera melepaskan bibirnya dari hye.
Lagi. Suho menatap hye dari atas dan mereka saling bertukar nafas. Setelah mengatur nafasnya, suho tersenyum pada hye lalu mendekat ke telinga hye.
“gumawo, aku lebih kenyang sekarang. Jika kau melakukannya dengan tulus, aku akan memintamu sekali dalam sehari” kalimat suho barusan membuat hye membulatkan matanya. Jika ia masih disini selama sebulan, artinya hye sudah berciuman selama tiga puluh kali- pikir hye. “dan lagi, jangan seformal itu, kau boleh memanggilku apa saja, asal tidak terdengar seperti kita barusan bertemu”
Setelahnya, suho menarik dirinya dan berdiri. Sedangkan hye yang sudah dapat bernafas dengan baik, memalingkan wajahnya, mencoba untuk tidak kontak mata dengan suho. Dengan cepat, suho menggendong hye ala bridal style. Dibawa hye kekamar hye.
“y..yak yak!, apa yang akan kau lakukan?” hye terus saja meronta, sedangkan suho tetap tenang. “yak! Turunkan aku!!, suho! Kim joonmyeon!! Katamu, kau tidak akan macam macam!”
Karena kesal dengan gerakan hye yang membuat suho kesulitan mengangkat tubuh hye, dengan cepat, ia lahap kembali bibir hye. Dalam sekejap, tubuh hye membeku, dan kesempatan ini ia gunakan untuk membawa hye kekamar dengan cepat lalu menaruh tubuh hye dengan hati hati, bagai barang yang rapuh.
Setelah ia meletakkan tubuh hye, suho melepaskan bibirnya yang menempel pada bibir hye yang diam. Hye diam dan menatap suho. Tatapan yang sulit di artikan oleh seorang malaikat seperti suho. Suho pun hanya tersenyum lalu mendekatkan wajahnya kembali pada hye, mengecup kening hye dengan lembut dan agak lama.
“jaljayo...” lirih hye pada saat suho hendak beranjak dari tempatnya.

TBC/END?

gmn yeth? tambah abthrud kan? hehe thaiya cidak tao mau d lanjut ap ngga --"ripiuw jutheyo :3

Jumat, 13 Juni 2014

FanFic Angel 1/?

yo! annyeong! sesuai janji jae :3 jae ngepost ep ep jae yg mungkin harus d bilang absurd ini, okay baca dulu aj dah, entaran aj jae cerewetnya.

ChenKaiD.Ot! 

Hyesoo pov

DRRRTT....
Suara alarm ponselku bergetar, segera kumatikan alarm itu. Aku terus mencoba mengumpulkan tenagaku hanya untuk membuka mataku yang masih terasa berat karena tugas yang di berikan jang saem. Kemarin aku lembur sampai jam satu hanya untuk mengerjakan tugas sialan itu. Tugas itu membuat pulsaku habis untuk membuka mbah google, dan saudaranya, wikipedia.
Saat aku mulai membuka mataku, kulihat ada namja sedang berbaring di sampingku, bahkan kami berbagi selimut. Wajahnya sungguh damai dan pastinya tampan, dia seperti malaikat. Aku pun berniat untuk kembali tidur, walau sebentar karena ini masih jam lima, dan sekolah dimulai jam delapan.
Sseeet...
Aku membuka mataku secara cepat. Siapa namja itu? Kenapa dia ada disini? Dia bukan baekhyun oppa. Aku pun segera mengecek keadaan bajuku, masih utuh. Dan dia.... oh tidak!! Dia naked!!!! Tidak!!! Aku belum melihat bagian bawahnya, bagian bawahnya masih tertutup selimutku. Tapi apa yang menyentuh lututku?? Oh Tuhan!!! Aku tak berniat menyentuhnya. Dengan cepat aku beranjak dari ranjangku sendiri.
Apa mungkin dia penjahat? Atau namja cabul? ._. tidak!! Jangan berfikiran negative hye soo. Beruntung baekhyun oppa tidak satu apartemen denganku dan dia sedang mengikuti program pertukaran pelajar, jika tidak pasti aku sudah disidang olehnya -,- . aku pun segera mengambil ponselku, dan pada saat aku hendak mengambil ponselku, aku menemukan secarik kertas usang yang bertuliskan...
cium dia, dan kau akan merasakan keajaiban yang luar biasa
“a...apa...maksudnya” segera kupalingkan wajahku ke arah namja itu. “apa yang dimaksud namja itu?” aku diam sebentar. “tidak mungkin, aku tidak mungkin mencium namja yang baru kukenal, bukan, tapi belum kukenal” lagi lagi aku diam menatap namja itu. “ini tanggal...15 syukurlah, tiga hari lagi baekhyun oppa datang, oke hye soo tetap tenang, jangan ambil ribut, apartemen sebelah bisa membicarakanku berhari hari, sembunyikan saja namja ini, tapi... bagaimana caranya, jika dia mengenakan baju, mungkin aku bisa, tapi dia...telanjang -,- ah sudahlah aku sekolah dulu” aku terus saja mengoceh.
Selama perjalanan ke sekolah, aku terus melamunkan namja itu, bahkan aku sampai menabrak tiang listrik -,- bukan, bukan park chanyeol sahabat baekhyun oppa atau pun wu yi fan ketua osis di sekolahku dan oppa.
“yak byun hyesoo!!” sebuah teriakan membuyarkan lamunanku.
Sebuah mobil sedan berhenti disampingku. Kaca bagian belakangnya sudah terbuka dan telihat wajah milik kim jongdae, tapi dia lebih sering di panggil chen.
“kajja” ajaknya
“shirreo” aku melanjutkan langkahku yang tadi sempat terhenti.
“issh... keras kepala sekali, hyesoo-ah!! Kelas dimulai lima menit lagi!! Jika kau jalan kaki, akan memakan waktu dua kali lipatnya!!”  teriakan chen sukses membuatku berjalan kembali dan masuk ke mobil chen, sungguh ini gerakan refleks.
Setelah aku masuk, mobil mewah milik chen pun berjalan. Selama perjalanan, chen hanya senyum senyum tak jelas, tapi itulah salah satu daya tarik dari seorang kim jong dae. Senyumnya sangat manis, suaranya yang menurutku agak cempreng ._.v dan tawanya yang unik menurutku.
“ahjusshi, sekarang jam berapa?” tanya chen sambil menepuk bahu supirnya
“delapan kurang lima belas menit” kalimat supir chen membuat mataku melotot ke arah chen yang sudah menahan tawa.
“yakk!!, kenapa kau suka mempermainkanku, eoh??” seruku padanya
“ini lucu...haha...kau tau, kau mudah dipermainkan... hati hatilah jika kau memiliki hubungan khusus dengan seorang namja, mungkin kau akan mudah dipermainkan olehnya”  jujur, iya dia sangat jujur. Beruntung, dia memiliki wajah tampan, jika tidak, ingin sekali aku memberi bekas biru keunguan di matanya atau di pipinya -_- tapi sayangnya, wajahnya terlalu tampan untuk terkena noda sedikit pun -__- *AuthorLebay ._.
“yakk!! Kim jongdae!! Kau sama saja dengan baekhyun oppa”
Sesampainya di sekolah, aku masih saja memikirkan namja itu, dan kali ini aku menabrak xi luhan, sunbae yang sangat populer di sekolah, bahkan aku juga sempat menyukainya, ya hanya sesaat, itu karena aku pernah melihat dia berciuman panas dengan salah satu sunbae yang sekarang sudah lulus saat pesta perpisahan, rasanya sakit T^T.
Pada saat pesta perpisahan, hanya ada beberapa anak kelas sepuluh dan sebelas yang diundang, dan itu termasuk aku. Aku disana sebagai mc. Pada saat kejadian itu ._. aku sungguh tak sengaja melihatnya. Tapi bagaimana lagi, mereka melakukannya di atap gedung kelas sepuluh, tempat yang sering kukunjungi saat aku bosan, dan sekarang pindah ke atap gedung kelas sebelas, karena atap gedung kelas sepuluh sudah jauh dari kelasku.
“gwaenchana?” luhan sunbae mengulurkan tangannya untukku.
Bagus, bahkan dia tersenyum kepadaku. Oh! Sunbae!! Jangan membuat hoobaemu ini jadi gila karena senyum mautmu itu. Saat aku hendak meraih tangannya, sebuah tangan menarik lengan bagian atasku.
“kajja ireona~” chen yang menarikku, dasar bebek!! Tidak tau moment yang pas apa?!?!?! Padahal sedikit lagi!!
“ah! Annyeong sunbae” chen membungkuk sedikit ke luhan oppa dan tersenyum kepadanya, senyum palsu.
“annyeong sunbae” sapaku dengan poker face, aku belajar dari sehun.
“nado annyeong, um.. siapa namamu?” tanyanya sambil menarik tangannya yang tadi hendak kupegang lalu dimasukkannya ke dalam saku celana.
“nanaeun jongdae, kim jongdae imnida”
“issh.. bukan kau chen, aku sudah mengenalmu sejak lama” luhan oppa memukul kecil kepala chen dengan buku yang ia bawa. “sepertinya aku pernah bertemu denganmu, dan kurasa aku sering mendengar suaramu, siapa namamu?” tanyanya lagi
Tapi tunggu dulu, sepertinya? Wth?!?! Dua tahun aku sekolah disini, oppa, itu sudah pasti kau akan bertemu denganku, walau hanya beberapa menit tiap harinya. Wajah tampan,  tapi otak sungguh lamban -_- dan lagi, aku anak siaran, jadi wajar saja jika suaraku sering terdengar.
“byun hyesoo imnida” ucapku singkat
“oh... adik byun baekhyun, yang melakukan pertukaran pelajar itu bukan?” jangan menatapku seperti itu -_- sorot matanya, wajahnya, dan senyumnya...ugh... aku tak tahan.
“n..nde” ucapku gugup karena wajahnya semakin mendekat dan lagi tatapan para siswi yang lewat. Oh...tuhan... semoga saja aku tidak di bully T^T
“ah! Hyesoo-ah!, ayo ke kelas, tugas dari jang seonsaengnim belum aku kerjakan, kajja” chen mulai menarik tanganku dengan paksa.
Sebenarnya ada apa dengannya, setiap aku dekat sedikit dengan namja lain, dia langsung saja menengahi kami. Suka padaku? Tidak, dia tidak menyukaiku, dia sudah menyukai orang lain, hoobae kami.
“yakk!! Kim jongdae!! Itu masalahmu!!” seruku padanya. “dasar bebek” keluhku pasrah pada chen yang sudah menarikku lebih jauh dari luhan oppa sampai lupa mengucapkan salam padanya.
-atap gedung kelas sebelas-
“tuhan....apa yang harus kulakukan??? apa kau yang mengirim namja itu ke kamarku?? Tapi kenapa dalam keadaan telanjang?? -_- dan kenapa wajahnya begitu tampan?? Sebenarnya siapa dia??? Aku bisa dimarahi baekhyun oppa jika ia mengetahuinya” aku menanyakan hal hal yang tidak mungkin dijawab oleh Tuhan.
Tttuuukk!! *ApaIni -_-
Sebuah kertas usang yang terlipat jatuh tepat diatas kepalaku. Kertas ini seperti kertas yang kutemukan tadi pagi di kamar. Dengan cepat kubuka dan kubaca *Iyalah -_-
maka dari itu, bangunkan dia dan bantu dia, maka dia akan membalasmu
Tulisan aneh lagi -_- sebenarnya apa ini, eoh? -__- . aku mengedarkan pandanganku, untuk mencoba mencari orang yang mungkin melemparkan kertas aneh ini, tapi hasilnya nihil. Aku mendesah kecil lalu mendongakkan kepalaku, mencoba berkomunikasi dengan Tuhan, aku tau ini bodoh, tapi jika itu terjadi? Entahlah, mungkin malaikat maut akan segera menjemputku karena kau telah berhasil berkomunikasi dengan tuhan dengan cara bodoh ini. ok, hentikan semua khayalan gilamu ini byun hyesoo.
“hyesoo-sshi!!” sebuah suara membuatku mencari asal suara itu. Xi Luhan.
“s..sunbae...” ucapku gugup dan sedikit shock.
“santai saja, seperti kau sedang melihat hantu saja” ucapnya sembari menyenderkan dadanya di tembok pembatas gedung. Sekarang dia ada di atap gedung dua belas dan bertatapan denganku.
Hantu? Sunbae...kau bagai malaikat -__- eh, malaikat? Apa mungkin namja di kamarku itu adalah malaikat? Mungkin saja..., wajahnya sangat damai dan sejuk di pandang, sebenarnya siapa namja itu eoh?, apa dia malaikat yang Tuhan berikan padaku? Lagi lagi aku memikirkan namja itu. Aku mengacak rambutku dengan frustasi.
“hyesoo-sshi!” serunya dan membuatku menoleh ke arahnya “gwaenchana?”
“n...nde?, ah eh... nde, gwaenchana” ucapku salah tingkah.
Apa yang baru saja kau lakukan hyesoo. Segera kurapikan kembali rambutku yang sedikit acak acakan.
Skipà
sudah dua hari namja itu dikamarku, dan sudah dua hari pula namja itu tak makan, minum, bangun, atau pun mandi -__- besok baekhyun oppa pulang. Apa yang harus kulakukan? yang benar saja aku harus menciumnya. Baiklah...akan ku lakukan apa yang diminta oleh kertas kertas aneh itu. Aku menghembuskan nafasku dengan berat sebelum aku mendekatkan wajahku dengannya. Oppa, maafkan adikmu yang polos ini, masih kecil tapi sudah berani melakukan ini T^T
perlahan dan tak pasti kudekatkan wajahku ke arah namja itu. Kututup rapat rapat mataku, tak ingin melihat kejadian ini. aku sudah merasakannya, aku sudah merasakan bibir kami bertemu. Perlahan, aku mulai merasakan ada gerakan dari lawan, dia membalas ciumanku. Ugh... apa yang harus kulakukan >< lagi lagi dia menggerakkan bibirnya dan melumat bibirku dengan lembut. Sebuah tangan mendorong tengkukku dan bibirku dikejutkan oleh sebuah lidah yang mencoba untuk membuka bibirku yang masih tertutup rapat.
Kubuka mataku dan DEG... matanya sudah terbuka, dia menatapku dengan tajam dan matanya sangat... indah... sungguh, apa dia benar benar malaikat? Kenapa matanya begitu indah? Aku hendak membuka mulutku untuk beguman ‘wah...’ namun baru sedikit saja kubuka, lidah yang tadi memaksa masuk ke dalam, akhirnya masuk juga. Dasar, hyesoo bodoh! Bodoh!!!
Perlahan dia memposisikan dirinya menjadi terduduk namun bibir kami tetap menyatu dan tangannya masih berada di tengkukku. Lidahnya bermain dengan lihai di dalam mulutku, geli... aku masih dapat melihat matanya menatap tajam kearahku. Aku mulai kehabisan nafas, ku pukul dada bidangnya yang polos itu ._. dan seakan dia mengerti, segera ia lepaskan ciuman yang menurutku ganas itu ._. aku sempat menyesal karena itu ciuman pertamaku, tapi mau bagaimana lagi -__-
Aku mengontrol nafasku yang tak beraturan dan detak jantungku yang tak normal ini. ada apa denganku? Ah... mungkin karena efek ciuman barusan. Kulirik namja itu dan aku melihat senyumnya yang... dia memang malaikat, tunggu dulu, dia benar benar malaikat? Aku membuang wajahku dan menatap ke arah lain, mencoba untuk tidak menatap namja itu. Aku masih bingung apa yang harus kulakukan.
“hye-ah... kenapa kau lama sekali?”
Kutolehkan kepalaku saat kudengar sebuah suara yang kuyakini dari namja itu
 “la...lama? Sebenarnya kau siapa? Apa maumu? Bagaimana kau tau namaku? Dan kenapa nada bicaramu seperti orang yang sudah kenal denganku cukup lama?” ucapku gugup dan mencoba untuk menatap tepat pada matanya
“sudah lama sekali aku menunggumu di sini hye, aku terus menunggu diatas, hingga Tuhan meperbolehkan aku turun ke bumi dan bertemu denganmu, dan lagi lagi aku harus menunggu, mauku sangat sederhana, aku hanya ingin bertemu dengan cinta pertama sekaligus cinta sejatiku dan aku butuh bantuanmu, aku mengenalmu cukup lama hye, bahkan sebelum kau lahir di dunia ini, kau sering bermain denganku di atas sana” jelas namja itu panjang lebar, sedangkan aku hanya cengo mendengarnya

Menunggu? Bertemu denganku? Cinta pertama sekaligus cinta sejatinya? Sebelum aku lahir? Diatas sana? Sebenarnya siapa dia? 

TBC/END?

gmn? absurd kan? tp jae bakal tetep ngepost d blog ini :'v dan egen/? jan lupa coment.a :3 sebener.a chen di sini juga ikut konflik, tp ga jd, n jae pindahin k role lain, bakal ribet kek sinetron indonesia klo chen ikut konfliknya.

oya, seperti biasa, jae minta maap klo ad typo, jae ngerevisinya jam tiga, jadi masih ngantuk ngantuk gitu --" ini pun karena ortu jae baru pulang semalem, dan dapat diprediksi/? dari ntar pagi jam 7 sampe malem, jae bakal sibuk, belum lg ntar siang harus sempetin ngijo d pesbuk buat ngepost ni ep ep absurd. ok sekian, terima gaji '3'


Rabu, 28 Mei 2014

ATTENTION!

yo! udh lama jae ga nongol.
sekarang blog jae sedikit berubah.
ada admin baru, nama blog juga baru, dan lagi sekarang bisa nitip FF di blog jae :3 kalian bisa kirim lewat e-mail atau inbox lewat facebook
dan satu lagi, sekitar minggu ke dua ataui ke tiga di bulan juni, jae janji bakal ngepost ep ep jae yang angel, soalnya minggu ke dua jae ujian *fighting
jadi readers yang nungguin ntu ep ep keluar, sabar ya, jae lagi bikin percobaan *lah?* percobaan ngepost ep ep angel di facebook, kalau bagus, jae bakal update terus di facebook, dan yang pasti di blog ini juga.
oKai sekian dari jae, jae harus pergi lagi dan comeback pas tanggal 14 ppay~!!!
#KYJae

Kamis, 03 April 2014

TEASER FanFic Angel



Cast:
·         Byun HyeSoo (OC)
·         Kim JoonMyeon (suho)
·         Byun BaekHyun
·         Xi LuHan
·         Kim JongDae (chen)
·         Etc (dan beberapa pemain yg numpang lewat ._.)


Genre: school life, romance, fantasy, comedy, entar, lagi mikir

Author: Kyjae

NB: nyrempet nc dikit ._. aman dikit buat anak d bawah umur 17th ._. (padahal author.a msh umur 13 xD )





ChenKaiD.Ot!

--__ANGEL__--
.
.
Saat aku mulai membuka mataku
.
Kulihat ada namja sedang berbaring di sampingku
.
.
.
Sseeet...
.
Siapa namja itu? 
.
Kenapa dia ada disini?
.
.
 ‘cium dia, dan kau akan merasakan keajaiban yang luar biasa’
.
.
 ‘maka dari itu, bangunkan dia dan bantu dia, maka dia akan membalasmu’
.
.
.
.
Kubuka mataku dan DEG... matanya sudah terbuka, dia menatapku dengan tajam
.
“hye-ah... kenapa kau lama sekali?”
.
“sudah lama sekali aku menunggumu di sini hye, aku terus menunggu diatas, hingga Tuhan meperbolehkan aku turun ke bumi dan bertemu denganmu, dan disini aku harus menunggu lagi?"
.
.
.
Menunggu? Bertemu denganku? Cinta pertama sekaligus cinta sejatinya? Sebelum aku lahir? Diatas sana? Sebenarnya siapa dia? 
.
.
--__ANGEL__--



oKai, itulah permirsaaahh teaser secuilnya ep ep Angel yang mungkin masih kerasa gaje.a xD
blm tao d publish beneran ap ga :/ chapt 1 aj blm kelar -,- tunggu aj :3
maap teaser.a gaje n bikin bingung (emng itu tujuan utama.a *SenyumEvil)



NB: Yg ga terlalu suka adegan kissing, mending ga suh baca, soal.a d setiap chapt ad adegan.a, tp konflik tetep kerasa :3
#kyjae

Jumat, 21 Maret 2014

FanFic I Remember 2/?

Ahaa~~~ Jae balik :3 nih ep ep.a yg jae janjiin
moga pd suka y :3 jae bakal post d ep bi besok :3
oKai deh langsung aj baca y, mian klo chapt sebelum.a kurang greget
ChenKaiD.O~~!!!

Eun ra pov

“masuklah” lagi lagi dia membentuk lengkungan dibibirnya itu. Dan itu pasti sudah cukup membuat teriakan keras sekumpulan fangirl.
“sirreo, pergilah dulu” tolakku
“sirreo, jika kau tak masuk, aku akan di sini menunggumu sampai kau masuk”
Argh! Dasar keras kepala!. Aku hanya bisa tersenyum malu. Lagi. Kami diam sambil terkadang saling lempar pandang.
“apa kau benar benar ingin aku tinggal bersamamu di rumahmu?” ucapnya dengan santai
JLEB...
Kali ini sebuah peluru yang menghantam keras kepalaku. Mungkin jika peluru itu benar benar menghantam kepalaku, pasti peluru itu akan membuat lubang tepat di dahiku.
“eh?, kalau begitu aku masuk dulu” ucapku  seakan tidak mendengar perkataannya tadi lalu segera masuk.
Kumasuki kamarku yang tidak terlalu besar ini dengan langkah yang berat. Perlahan aku berjalan ke jendela. Masih dapat kulihat sosok seorang idol itu. Ia yang menyadariku segera tersenyum lalu melambaikan tangannya dan memakai helmnya lalu pergi meninggalkanku yang masih leleh karena senyumnya. Kulemparkan tubuhku ke atas ranjang dan masih membayangkan sebuah senyuman. Sungguh, dia seperti seorang malaikat yang tersenyum hanya untukku. Dan dengan cepat otakku kembali mengingat sebuah nama ‘oh se hun’
“ kim eunra! Apa yang kau pikirkan?” ucapku sambil duduk ditepi ranjang. “sudah lebih baik memikirkan luhan, kenapa sehun?”
Aku beranjak dari kamarku dan pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhku dan pikiranku. Setelah aku merasa lebih baik, kuarahkan langkahku ke laptopku dan mengecek tugasku dan jae hi. Kulihat ada sedikit perubahan
“mwoya?, apa jae hi yang merubahnya?, tapi kapan?, apa mungkin...” sebuah nama terlintas di pikiranku dengan sangat cepat. “eits, tidak mungkin, aku tidak yakin iqnya lebih tinggi dari jae hi, tapi ini sepertinya lebih baik darinya, sudahlah, biar jae hi yang mengurusnya” kututup laptopku dan menyisakan beberapa pertanyaan di otakku.
-eun ra pov end-

Luhan pov

aku melangkah masuk ke dorm, dan ada apa dengan tempat ini. Dorm kosong, tak ada seorang pun disini. Dengan cepat kukeluarkan hpku dan menelpon manager
“yeobsseo?, hyung kenapa dorm sepi?, yang lain kemana?” tanyaku sambil duduk di sofa.
cepat ke rumah sakit pusat (apalah ini, author gak tau). Yang lain sedang disini” balasnya dari seberang
“mwo?, siapa yang sakit?”
sudah kemari saja, nanti kujelaskan, ppali!” nadanya yang terdengar sangat mengkhawatirkan itu membuatku berlari ke parkiran dan mengebut melewati jalanan seoul
Mataku menangkap sesosok xiumin hyung yang terlihat cemas di pintu utama rumah sakit, segera kuparkirkan motorku ini. Dengan cepat, kakiku mengarah ke xiumin hyung.
“hyung, siapa yang sakit?”
“aish, kau ini lama sekali. Kajja, ikut aku" ucapnya yang masih terlihat cemas dan berlari mendahuluiku.
Aku hanya bisa mengekorinya dan menyisakan satu pertanyaan ‘ada apa sebenarnya ini?’
Kami berhenti di depan UGD. Member yang lain ada di sini kecuali suho, chen, dan sehun. Dimana mereka. Terlihat wajah mereka sangat pucat. Kulihat manager yang duduk di bangku pojok dekat pintu.
“hyung sebenarnya ada apa?” tanyaku menghampirinya. Dia tak menjawab. “hyung!” seruku. Aku melirik ke member lain yang sebagian duduk dan sebagian menyandarkan diri di tembok sambil menunduk.
“sehun...” kudengar sebuah suara yang datang dari mulut baekhyun.
“wae?, ada apa dengannya?”
“dia didalam” sambung chanyeol yang duduk di sebelah baekhyun
“mwo?, apa maksud kalian?, kalian tidak berniat untuk mengerjaiku bukan?, ini bukan ulang tahunku”
“mereka serius. Sehun kecelakaan, dia didalam” kali ini manager yang bicara.
“mwo?. Lalu chen dan suho?, dimana mereka?, apa mereka juga terlibat dalam kecelakaan ini?”
“tidak, mereka ada pemotretan” sekarang lay yang bicara
“mwo? Disaat seperti ini?” kini aku terduduk lemas disamping kris. “kapan sehun kecelakaan?” tanyaku pada kris.
“tepat jam setengah tujuh barusan” sebuah suara asing menjawab pertanyaanku tadi. Seorang ahjusshi dengan dua wanita yang mengikutinya keluar dari ruang UGD.
“bagaimana keadaannya?” tanyaku cepat. Semua mata tertuju pada ahjusshi yang tadi menangani sehun.
“dia butuh oprasi secepatnya. Hantaman tadi cukup keras. Mungkin setelah operasi, beberapa memorinya hilang, dan jika ia tidak segera operasi, mungkin ia tidak akan bertahan lama di dunia ini. untuk lebih lanjut, mungkin manager mau ikut saya sebentar?” tanya dokter
“ah, ne” jawab manager.
“dok?, boleh kami melihat sehun?” tanya D.O
“silahkan” jawab dokter lalu pergi diikuti dua suster tadi dan manager.
Didalam, terlihat sehun yang terbaring lemas. Kepalanya terbalut perban, kaki dan tangannya hanya luka dan lecet. Beruntung wajahnya tidak mendapatkan lecet sedikit pun. Beberapa dari kami hanya dapat menahan air mata. Sialnya, aku sudah tidak dapat menahan air mataku yang sudah jatuh dari tadi. Ternyata kata ‘gentle’ tidak berlaku disaat seperti ini.
“sehun, kau telah berhasil membuat kami menjatuhkan air mata” lirihku sembari melangkah ke arah ranjang yang ditiduri sehun.
Alat bantu pernafasan terpasang di wajah sehun yang mulus itu. Selang infus tertancap di punggung telapak tangannya. Matanya masih tertutup rapat, rapat sekali sehingga tidak mengijinkan sedikit pun cahaya masuk kedalam.
“sehun-ah, kau harus janji kalau setelah oprasi, kau tak boleh melupakan kami semua, eoh?” aku menatap wajahnya dalam dalam
“sehun...” kami semua telah mengelilingi ranjang sehun.
Tao yang mudah terbawa suasana, pergi ke luar tunggu karena sudah tak kuat lagi. Mata chanyeol sudah berkaca kaca dan menutupi tangisannya di balik pundak baekhyun yang lebih pendek darinya. Lima menit lebih aku disamping sehun dengan baekhyun dan kai. Kami masih menunggu suara khas sehun keluar dari mulutnya hingga akhirnya manager datang dengan suho dan chen.
“yak, di saat seperti ini kalian masih bisa pemotretan, eoh?” celetuk baekhyun tiba tiba. Memang tadi ia tak menangis, tapi kuyakin dia pasti akan mengeluarkan air mata di dorm walaupun sedikit dan tak separah aku.
“mian, tuan lee yang meminta kami. Kalian tau sendiri bukan jika kita tidak menuruti perintahnya?” chen menunduk menyesal
“saat kami sedang di cafe dekat dorm, kami di hubungi oleh dua pihak. Satu dari tuan lee, dan satunya dari kris hyung yang mengabari tentang sehun” tambah suho yang dari tadi matanya terfokuskan oleh namja yang terbaring di tempat tidur.
“terserah kalian. Ah hyung, apa yang dikatakan dokter tadi?” tanya luhan membuyarkan lamunan managernya
“eh?, um..., dia hanya memberi tau kondisi sehun lebih detail, nanti di dorm akan kujelaskan. Lalu sehun akan di terbangkan ke hongkong untuk operasi dan masa pemulihan, dia akan berangkat lusa. Lebih baik kalian kembali ke dorm, tidak boleh ada yang menginap disini” manager menekankan kalimat terakhir sambil melirikku, karena ia sudah hafal apa yang akan kuucapkan. Aku hanya bisa mendengus kesal. “kai, baekhyun tadi kalian kemari bersama dengan member lain bukan? Mereka sudah ke dorm duluan, lebih baik kalian ikut mobilku bersama chen dan suho” kata manager lagi. “luhan, kau bawa motor kan?, kami tunggu di dorm ne”
Aku mengangguk mengerti lalu mengambil jaketku yang tadi ku taruh di kursi samping ranjang sehun. ‘sehun, hyung pergi dulu ne’ batinku lalu tersenyum kepadanya seakan sehun adalah kekasihku. “aku pergi” kataku dingin pada manager dan member yang ada di sini.
Skip à
Aku menaiki motorku sambil memikirkan seseorang yang akan kuajak bicara malam ini, tidak mungkin member exo yang lain karena pasti mereka akan tambah mengeluarkan air mata dan itu pasti akan sangat merepotkan. Kim eun ra. A..apa?, kim eun ra? Gadis yang baru kukenal itu?. Hum..., itu mungkin tempat yang bagus. Bukannya kembali ke dorm, aku segera berniat ke rumah gadis itu.
-luhan pov end-

Eun ra pov

“argh!, mwoya!, kenapa orang itu ada di pikiranku, eoh?” aku bangun dari ranjangku dan membenarkan kacamata besar bolong yang hampir jatuh dari hidungku. Oh se hun. Nama itu terus mengitari otakku. Wajahnya, senyumnya yang terlihat menyebalkan dan semua hal tentang dirinya. Padahal baru bertemu dua hari, orang itu terus mengganggu pikirannku. Tiba tiba eun ra teringat kata kata jae hi pada saat jae hi jatuh cinta.
‘jika kita sering memikirkan orang itu, itu tandanya kita sedang menaruh rasa terhadapnya atau mungkin, kita jatuh cinta kepadanya’ ia sengaja menekankan kalimat terakhirnya dan mendekatkan wajahnya ke wajahku.
“andwe, andwe, haha andwe!” seruku kegilaan. “ah sudahlah” aku itu melangkah ke depan cermin. Terlihat sosok gadis dengan sweater putihnya dan hotpants di kaca. Rambutnya yang hitam sepinggul dan mengombak sedikit di ujungnya, dibiarkan tergerai begitu saja. Wajahnya memang seperti ulzzang, tapi aku tidak yakin kalau aku ulzzang (aneh ya ._.v). poninya lurus menutupi dahinya dan kacamata bolong yang bingkainya berwarna hitam itu menghiasi wajahnya yang mulus.
‘ting...tung...’ bel rumahku berbunyi
“ugh..., siapa yang datang malam malam begini?” kulangkahkan kakiku ke pintu dan membukanya. Dan pemandangan apa yang  kulihat?. Namja yang berhasil membuatku beku dan leleh secara bersamaan. Sebenarnya dia mau apa sih?, apa dia benar benar akan menemaniku?, eit tunggu dulu apa maksudnya?, berpikir positif eunra, jangan berpikir yang tidak tidak, dia seorang idol, tak mungkin mengecewakan fansnya begitu saja. Aku terus melangkah ke gerbang kecilku sambil memikirkan yang tidak tidak, tapi kutepis pikiran seperti itu dengan cepat.
“waeyeo?, ada apa oppa kemari?” tanyaku sembari membuka gerbang. Disaat yang sama pada saat kubuka gerbang, namja itu menaruh kepalanya yang terasa berat baginya di pundakku. Aku yang kaget hanya bisa diam menunggu jawabannya. Perlahan kurasakan seperti ada air yang menetes di pundakku. Tunggu dulu, apa itu air liurnya, dan dia mengingau sampai kesini?. Apa ini?!
“hiks...” pelan aku mendengar suara tangisan tepat di telingaku. “eun ra-sshi...” ucapnya lirih disela sela menangisnya.
“oppa, kau menangis?, masuklah dulu, nanti ada yang melihat” aku mengajaknya masuk dan membuatkannya teh. aku duduk disampingnya yang sedang menahan tangis, tapi itu semua sia sia. “cerita saja” ucapku sok akrab. Bwuehehe -,-“
“sehun...”
JLEB
Kenapa nama itu lagi
“ada apa dengannya?” kulirik namja di sebelahku dengan tatapan penasaran. Sebenarnya ada apa dengan namja gila (peace lo ._.v) itu?, ada apa denganya?, kelihatannya sangat serius. Ugh kenapa aku jadi sangat khawatir begini.
“dia kecelakaan” kali ini dia menangis di pundakku.
Ah..., pantas saja dia menangis sampai seperti itu. Sehun ternyata kecelakaan. Yah tak ada salahnya dia menangis, karena kudengar dia sangat dekat dengan sehun, fans mereka sering menyebutnya hunhan shipper atau apalah itu aku tak mengerti.
“bagaimana keadaannya?”
“dia akan di operasi di hongkong lusa” kali ini dia menyandarkan dirinya di sofa yang kami duduki sambil menghapus air matanya dipipinya dan menatap langit langit rumahku.
“apa akan lama?”
“ya, sekaligus pemulihanya disana, mungkin akan memakan dua bulan atau lebih” air mata luhan mulai mengering.
Perlahan kepalanya jatuh ke pangkuanku. Dapat kurasakan rambutnya yang menyentuh lembut kulitku dan nafasnya yang berhembus pelan tepat di pahaku. Ugh sungguh ini sangat geli, tapi aku juga takut jika ia melakukan ‘apa apa’ kepadaku, aku masih polos. Eit!, lagi lagi aku berpikiran yang tidak tidak.
“biarkan aku bermalam disini” ucapnya seraya menutup matanya
JLEB.
Lagi lagi ada pisau menancap di tubuhku, kali ini di kakiku. Mataku membulat sambil mencoba melihat ke wajahnya yang tertutup rambut cokelatnya. Dia benar benar melakukannya. Kim eun ra!, berpikir positiflah.
“akan ku ambilkan bantal dan selimut” aku mencoba berdiri, tapi ia mencegahku dengan memperdalam kepalanya.
“tetaplah seperti ini dulu, tunggu sampai tidurku pulas. Tak apa kan?” kini ia melirik kecil kearahku. Aku hanya bisa mengangguk dan menyandarkan tubuhku di sofa.
Ugh..., aku mulai ngantuk, yang benar saja aku harus menunggu dia sampai pulas, yang benar saja aku harus begadang demi namja ini. tapi apa boleh buat, aku sudah terlanjur mengiyakan permintaannya tadi. Setelah aku menunggu aku menunggu aku menunggu (korban spongebob ._.v) akhirnya luhan tertidur pulas di pangkuanku, walaupun aku tak yakin jika ia benar benar pulas. Aku ingin berdiri dan mengambilkannya bantal dan selimut, tapi aku juga takut jika membangunkannya. Dengan sangat hati hati aku berdiri lalu menyelempitkan bantal di antara sofa dan kepalanya, lalu menyelimutinya. Aku tersenyum kepadanya, oh tuhan, bagai mana bisa kau membuat manusia seperti ini?, sungguh wajahnya terlihat sangat polos jika tidur, sepolos bayi yang baru lahir. Oh tidak!, aku hampir leleh. Kuangkat kakiku dengan cepat hingga ada yang menarik pergelangan tanganku. Aku kenal tangan ini, tangan luhan. Sekarang aku jatuh di atasnya. Jarak wajah kami hanya beberapa senti, entahlah mungkin jika aku tidak segera mundur sesuatu akan terjadi.
“mian, aku tak bermaksud” ucap luhan memalingkan wajahnya dariku
“ani, aku yang membangunkanmu. Apa aku harus menemanimu sebentar?” jleb!, apa yang kukatakan?. Sumpah demi apapun, mulutku secara refleks mengatakan itu.
Kini luhan tersenyum kepadaku. “tentu, kau sudah membangunkanku. Duduklah dibawah, mungkin itu akan memudahkanmu untuk pergi secara diam diam”
Ah~, baiklah ini lebih baik. Dengan segera aku duduk di bawah. Kepalaku dan kepala luhan bersebelahan. Mungkin jika aku menengok ke kiri dan dia mendongak ke atas sedikit, mata kami akan saling bertemu. Jujur, sekarang aku bosan, kulirik sebentar namja yang sedang tidur di sofaku. Wah~ wajahnya, tunggu tunggu, ada apa ini?, kenapa dia cantik? O.o sebenarnya luhan ini namja atau yeoja. Apa aku harus membuka bajunya?, bukan, bukan bagian bawah, tentu saja bagian atas sedikit saja. Bagian bawah terlalu mengerikan untuku. Kim eun ra!, apa yang sedang kau pikirkan?. Lagi lagi aku melirik ke arah idol itu lagi. Yah pantas saja banyak fansgirl yang meneriakinya, lihat saja wajahnya, dia tampan dan cantik sekaligus, dia memang ulzzang china.
Hm..., sepertinya dia sudah pulas. Baiklah, kulangkahkan kakiku ke kamarku dan menutup pelan pelan.
-eun ra pov end-

Author pov

Luhan membuka matanya sedikit. “dia sudah pergi, eoh?, padahal aku berharap dia tertidur disini” gerutu luhan yang menyadari kepergianmu.
Paginya, didapur sudah terdengar suara berisik. Luhan yang terbangun karena suara berisik di dapur, segera melangkah ke sumber suara. Terlihat seorang yeoja manis mengenakan celemek sedang memotongi beberapa sayuran.
“kau sudah bangun, oppa?, apa aku membangunkanmu?” tanyamu yang tidak mengalihkan pandangan dan perhatian dari masakanmu.
“ani, tidak sama sekali. Apa yang sedang kau masak?” tanya luhan yang duduk di meja makan.
“mandilah, setelah itu kita makan” kau tidak menanggapi pertanyaan luhan dan terus memasak. Kau  memasukan sayuran ke panci lalu menoleh ke luhan dan tersenyum.
‘lihatlah bibirnya yang manis itu tersenyum kepadaku, ditambah eye smilenya. Sungguh dia sangat manis, dan aku suka sifatnya, walaupun sedikit kekanakan saat pertama bertemu, tapi dia sepertinya sangat lembut dan penuh perhatian seperti seorang ibu’ batin luhan sambil terus tersenyum ke arahmu. “baiklah, aku mandi” luhan meninggalkanmu yang masih tersenyum melihat kepergiannya.
Setelah luhan mandi, ia sadar bahwa bajunya kotor semua. ‘argh!, apa yang harus kulakukan, yang benar saja aku harus mengenakan pakaianku yang kotor, itu menjijikan’. “eun ra-sshi!” luhan berteriak dari kamar mandi.
“wae?” kau  pun membalas sambil melangkah ke kamar mandi.
“baju, aku tak membawa baju” jawab luhan. Eun ra tak menjawab. “eun ra-sshi?” tanya luhan
“bukalah pintunya” ucapmu yang sudah ada di depan kamar mandi
“mwo?, apa yang sedang kau pikirkan?”
‘apa dia berpikir aku akan macam macam, eoh? -,-‘. “buka saja sedikit, aku bukan yeoja seperti itu, katamu aku polos bukan?” balasmu sambil mendengus kesal.
Pintu kamar mandi mulai terbuka. Luhan dikejutkan oleh tangan mungil seorang yeoja yang masuk sambil membawa beberapa pakaian.
“pakailah, itu milik kakakku, aku tak yakin jika itu semua akan pas ke tubuhmu” luhan hanya mengangguk dan mengambil pakaian yang kau pegang. Tanpa luhan sadari, bukannya dia memegang pakaian, ia malah menyentuh tangan eun ra. ‘hangat, mungkin karena dia sedang memasak’. “gumawo” luhan menutup pintu.
‘dasar, ternyata dia mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk memegang tanganku, eoh?’ batin eun ra dengan pedenya lalu melanjutkan acara masaknya.
Luhan telah menunggu di depan meja sambil menyalakan tv. Kau pun segera datang dengan dua mangkuk sup dan dua gelas air putih. “maaf, aku hanya memiliki ini”.
“tidak, ini lebih baik dari pada di dorm” kata luhan yang melihat eun ra menaruh supnya didepannya. Luhan segera melahap supnya. “ini bahkan lebih baik dari pada milik kyungsoo”. Kau tak membalasnya, karena kau telalu sibuk memakan supmu.
Skipà
Hari ini sehun akan tebang ke hongkong ditemani manager dan orang tuanya tentunya. Banyak member exo yang menangis karena akan ditinggal salah satu membernya. Paparazzi sudah memenuhi bandara, fans banyak yang membawa banner dengan doa dan semangat untuk sehun. jika saja sehun bisa melihatnya, mungkin dia akan tersenyum, tapi kini dia terlalu menikmati alam mimpinya.
“jaga diri kalian baik baik, untuk beberapa bulan, kalian tidak ada jadwal khusus, hanya ada beberapa pemotretan” kata manager. “suho, kris, jaga anak kalian baik baik” manager segera pergi menyusul orang tua sehun yang sudah naik dari tadi. Walaupun terdengar menyenangkan, tidak ada jadwal selama beberapa bulan, tapi itu juga akan sangat membosankan tanpa sehun.
~dorm exo~
Semua member berkumpul di ruang tv. Semua kecuali sehun. Mereka diam sambil melamun dan terkadang mereka secara bersamaan mengeluarkan sebuah suara “hah...” dengan wajah lesu. Parahnya lagi baekhyun dan tao, mereka terus berbicara tidak jelas tanpa henti. Jika bakehyun berhenti, tao yang akan bicara terus, begitu pun sebaliknya. Tiba tiba sebuah pesan masuk ke hp luhan. Eun ra. ‘eun ra?’ luhan membaca nama pengirim dan isi pesan dalam hati
oppa, bagaimana keadaan sehun?
~eun ra~
Hpmu bergetar, dan itu dari luhan.
dia sudah ke hongkong. Hei di dorm sangat sepi seperti kamar mayat. Kami seperti zombie.  Mainlah kemari, akan kukenalkan ke member exo yang lain ^^

Dengan cepat kau balas pesannya yang membut matamu terbuka dengan bulat sempurna.
apa kau yakin?”
Dan luhan membalasnya dengan cepat
tentu saja, kemarilah. Bukan berarti kalau image kami sebagai wolf akan melukaimu. Cepatlah kemari. Ppali ppali!”
Skipà
~dorm exo~
Luhan mendapat pesan lagi setelah beberapa menit
aku sudah di depan dorm kalian, aku takut untuk masuk, bisakah kau yang keluar?”
Namja itu tersenyum dan berjalan ke arah pintu diikuti oleh pandangan penuh tanya dari member lain.
“yak!, luhan!, mau kemana kau?” tanya kris yang dari tadi memeluk ace
“akan kuperkenalkan kalian kepada seorang yeoja, kalian mau”
Seakan kalimat luhan barusan itu sebuah sihir, semua member membulatkan matanya masing masing, walau pun tak sebulat milik kyungsoo dan menegakkan tubuh mereka.
“apa dia cantik?” kai yang mulai mengeluarkan suara
“apa dia pintar memasak” kali ini D.O
“apa dia menyenangkan?” baekhyun berdiri dari duduknya untuk bersiap siap menyambutmu.
“kalian lihat saja nanti, jangan pernah befikir untuk melakukan sesuatu yang gila pada yeoja ini, eoh?” luhan menekankan kalimat terakhirnya sambil melirik ke arah kai dan D.O
“kenapa dia melirik kami dengan tatapan seperti itu, ha?” kai bersandar di pundak D.O yang lebih pendek darinya. Luhan hanya tersenyum palsu lalu pergi ke pintu
“yak!, kenapa lama sekali?” gerutumu kesal pada luhan yang membuka pintu.
“kajja” kini namja itu menarik pergelangan tanganmu
Kalian berjalan beriringan. Luhan menaruh tangannya di pundakmu dan mendorong pelan tubuhmu ke ruang tv. Satu per satu mata di ruangan itu mulai terfokuskan padamu, kecuali sepasang bola mata milik kai, dia masih asyik dengan gadgetnya. D.O menyenggol lengan kai dengan sikutnya beberapa kali.
“jongin-ah” D.O masih menyenggol lengan kai
“mwo~?” kai mulai merasa teganggu dan melirik ke D.O. telunjuk D.O mengarah tepat ke arahmu. Mata kai pun mengikuti arah telunjuk D.O.
Perlahan kaki namja tadi melangkah ke arahmu. “annyeong, jongin imnida” namja itu mengulurkan tangannya dan kau menjabat tangannya. Dengan cepat tanganmu ditariknya keatas tepat didekat bibirnya. Dengan cepat pula luhan mengambil tanganku kembali yang sepertinya akan terkena bibir jongin.
“yak!, sudah kubilang” luhan mencubit perut kai dengan keras dan sukses membuat kai menggeliat kecil
“wae hyung?, apa dia yeochingmu, eoh?” partanyaan kai berhasil membuatmu melotot ke arahnya. Kai yang menyadari itu segera berkata. “eit, kurasa tatapan yeoja ini mengatakan ‘tidak’, benarkan nona?” jongin tersenyum tulus ke arahmu
Kau hanya mengangguk lega dan membalas senyumnya.
“terserah kau jongin, yang penting eun ra akan menjadi milikku”
JLEB!
Lagi lagi kau merasakan pisau meluncur tepat di punggungmu. ‘apa dia sama seperti sehun?, namja gila yang ugh sudahlah tidak penting. Tapi ini lebih parah, dia mengatakan dengan pedenya di depan member exo yang lain’ batinmu
“jadi gadis ini masih bebas kan?, kalau begitu um..., tadi namamu eun ra bukan?” tanya kai padamu dan hanya kau balas dengan anggukan kecil. “kalau begitu kajja”.
Kai menarikmu ke arah sofa dan mendudukanmu diantaranya dan suho.
“apa kau masih kuliah?” tanya suho
“nde” jawabku singkat
Lama sekali kalian berbicara tentang banyak hal sampai melupakan insiden sehun. Dan yang paling banyak berbicara adalah baekhyun. Dia bercerita sambil melakukan aegyo. Member lain sering bicara “ya..., hentikan aegyomu itu” jika terasa risih dengan aegyo baekhyun yang berlebihan.
-author pov end-

Eun ra pov

“hyung..., aku lapar” rengek kai yang ada di sebelah D.O dan mulai bosan dengan celotehan baekhyun
“argh..., masaklah ramen sendiri, aku sedang malas” jawab D.O sambil menenggelamkan dirinya ke sofa.
“hyung jebal~” kini kai yang melakukan aegyo. Agak aneh memang.
“apa kalian lapar?” tanyaku sambil memandang member exo satu satu
“ne!” seru mereka semua serentak sperti anak tk 
“akan kumasakan kalian sesuatu” aku bangkit dari dudukku dan berjalan ke dapur dan menguncir rambutku yang tadi kubiarkan tergerai dan dimainkan oleh tao.
“aku bantu ya” terdengar suara D.O yang melangkah mendekat ke arahku
“ya hyung, bukannya tadi kau bilang sedang malas, eoh?”
“diamlah atau tidak boleh makan” D.O menatap tajam meber exo yang lain
“dasar”  baekhyun mencibir
Aku hanya bisa tersenyum menlihat dan mendengar sikap member exo. Apa aku benar benar membuat mereka lupa tentang sehun?. Kurasa aku akan sangat di butuhkan disini. Kubuka kulkas yang ada di dapur, dan apa ini?, apa yang aku lihat?, hampir semuanya makanan instan -,- apa tidak ada yang lain?. Aku mencoba menemukan sesuatu di kulkas.
“apa kalian selalu memakan makanan instan?” tanyaku yang masih sibuk di depan kulkas
D.O yang berdiri di depan meja dapur sambil memainkan jarinya segera menjawabku. “aniyeo, jika aku malas memasak untuk mereka saja”. Namja bernama asli kyungsoo itu melirik member exo yang yang ada di ruang tv lewat jendela kecil dengan kaca yang menghadap langsung ke ruang tv. Dilihatnya member exo lain yang sedang membicarakan beberapa lelucon kecil, D.O yang melihatnya hanya tersenyum kecil, dan pada saat yang sama aku meliriknya, aku pun tanpa sadar tersenyum untuknya dan kembali ke kulkas. Ugh...aku hanya bertemu beberapa sayuran di kulkas.
Kulahkankan kakiku ke beberapa rak dan lemari di dapur ini. Tebak apa yang kulihat dari semua lemari yang kubuka, semua kosong, kecuali satu lemari penuh dengan makanan instan.
“apa maksud oppa dengan ‘jika aku malas’, eoh?, apakah kulkas dan semua lemari disini menjelaskan bahwa oppa setiap hari malas memasak untuk mereka dan hanya hari tertentu oppa masak untuk mereka?” tanyaku menatap namja pendek yang masih berdiri
D.O hanya meringis dan menunjukkan bibirnya yang berbentuk hati. “kami belum berbelanja”.
“kalau begitu kita terpaksa makan ramyun”
Segera kuambil dua belas ramyun di lemari dan menaruhnya di meja dekat D.O berdiri. Matanya yang membulat menatap tajam bungkus bungkus ramyun yang kujatuhkan di atas meja.
“oppa, tolong ambilkan beberapa sayuran di kulkas”
Beberapa menit kemudian semua ramyun sudah jadi, um sebenarnya bukan beberapa menit, karena jumlah ramyun yang kita masak dua belas. Kami membawa ramyun ke ruang tv d bantu oleh suho dan lay. Baekhyun dan chanyeol mulai rusuh karena makanan.
“wah enak, lebih enak dari pada milik D.O” baekhyun yang memakan duluan segera membuka mulut.
“yak!, makanlah saja jangan banyak bicara” D.O memukul kecil baekhyun dengan sumpitnya yang masih bersih.
2 bulan sudah aku menemani member exo yang kadang kesepian karena sehun. Suho yang terkadang mengajakku bermain game, chanyeol yang juga sering ngerapp gak jelas untukku, D.O yang sering memasak bersamaku untuk member exo, tao yang kadang menganggapku sebagai eonma -,- dan lain lain, yang paling sering bersamaku adalah luhan, entah dia yang kesepian tanpa sehun atau bagaimana, hubungan kami semakin dekat, seakan akan dia menganggapku sebagai yeochingnya, bahkan kami pernah kepergok jalan berdua di taman oleh member exo, dan karena itu pula semua mengira kami berpacaran, tapi itu lebih baik dari pada kepergok oleh netizen, pasti itu akan membuatku di bully oleh fangirl luhan dan skandal bertebaran dimana mana, mengingat popularitas exo sedang naik. Tapi ada satu yang mengganggu di pikiranku setiap jalan dengan luhan oppa, yaitu namja dengan nama oh se hun terus mengitari kepalaku. Dia seakan meninggalkan sesuatu yang tak bisa hilang dariku. Tapi juga terkadang aku mengingat nama luhan. Jae hi sudah tau semua, dia pun sudah berjanji padaku untuk merahasiakannya. Saatku curhat dengan jae hi, dia hanya bicara sambil menggebrak meja yang ada di antara kami dan mencondongkan tubuhnya ke depan lalu menatapku tajam “itu artinya, kau berada di dalam cinta segitiga. Kau berdiri di atas dua perahu kim eun ra” yap, masih kuingat tatapannya yang membuat merinding.
-eun ra pov end-

Author pov

Seorang namja berjalan ke arah kursi tunggu di bandara. Wajahnya tertutup masker dan kacamata hitam, jadi tak ada seorang pun yang mengenalnya. Ia taruh kopernya yang tak bisa dibilang berat itu di samping kakinya dan duduk dengan pelan. Tangannya masuk ke kantung kemejanya, dengan cepat nampak sebuah smartphone keluar. Tangannya dengan cepat memasukkan sebuah nomor yang akan ia hubungi.
“hyung, eoddiga?”
~rumahmu~
Hari ini member exo datang kerumahmu, sering sekali member exo datang satu persatu ke rumahmu dengan keperluan yang tidak penting. Beberapa dari keperluan tidak penting itu adalah numpang masak dengan alasan kompor di dorm rusak (kelihatan ini D.O), nitip ace alasannya ace takut sendiri (gak masuk akal ini mah -,-), datang Cuma minta dibeliin bakpao (hehe, ini jelas y *lirikxiumin*), parah lagi baekyeol couple, mereka Cuma numpang pipis -,- mereka sering datang dengan watadosnya, dan lain lain yang mungkin gak masuk akal dan gak penting.
Sekarang member exo sedang menunggu sebuah piring besar penuh ayam dariku dan D.O.
“ya D.O-sshi!, cepatlah” terdengar suara sang leader mulai kelaparan
“jamkkanman!”
“yak!, jangan berbuat macam macam!” kali ini luhan dengan nada jealous.
“memangnya kau pikir aku ini apa, eoh?” D.O keluar dengan piring yang penuh dengan ayam goreng.
“chicken!” kris menyambut hangat ayam yang D.O taruh di meja
“yak!” kau mencegah kris yang tangannya siap menyentuh makanan itu. “chicken isn’t your style, oppa?” kau mengungkit kejadian pada episode pertama exo’s showtime
“bagaimana kau tau?, katamu kau bukan penggemar kami”
“sejak aku mengenal kalian, aku mecoba untuk mengenal kalian lebih jauh dengan menonton acara itu” kau mulai menikmati ayammu sambil menonton film yang yang dibawa lay untuk ditonton di rumahku.
“itu masa lalu, biarkan aku menikmati ini” balas kris
“chicken isn’t my style yeah~” chanyeol mulai ngerapp tak jelas.
~di depan rumahmu~
Terlihat namja tengah memencet bel rumahmu. Dia yang sadar bahwa gerbang kecilmu tak dikunci segera masuk ke halaman rumahmu. Xiumin yang jaraknya paling dekat dengan pintu segera membuka pintu rumahmu. Mata xiumin melebar saat melihat namja yang berdiri di depan pintu rumahmu.
“oppa, siapa yang datang?” teriakmu dari dalam dan tidak mendapat balasan dari xiumin. Kau pun bangkit dari dudukmu dan menghampiri xiumin. “oppa, siapa...” kali ini matamu membulat sempurna, pantas saja xiumin tidak menjawabnya.
“yak!, siapa yang datang eoh?”. “siapa?”. “kenapa kalian diam?”. Satu persatu pertanyaan dilontarkan dan pada akhirnya mereka (member exo) semua berjalan ke arah kami.
“annyeong...” senyum menyebalkan itu terlihat lagi
“sehun...” luhan mendekat ke sehun dan melewati xiumin yang masih diam.
Dengan cepat luhan memeluk dongsaeng kesayangannya itu. Sehun memasang wajah bingung. Kalian yang melihatnya hanya diam menatap tak percaya akan secepat ini.
“neon nuguya?”
 Pertanyaan yang terlontar dari bibir sehun membuat luhan melepaskan pelukannya. Luhan menatap sehun penuh tanya. Matanya fokus menatap sehun dengan tajam. Sehun pun melirik ke arahmu dan tersenyum lalu berjalan ke arahmu diikuti oleh tatapan aneh, bingung, dan tak percaya dari member exo yang lain. Luhan masih menatap kosong ke luar.
“tugas yang ada di flashdiskmu, ada yang kurevisi” katanya dengan senyumnya.
“flashdisk?”
“iya, flashdisk biru yang kupinjam dulu, kau harus berterima kasih dengan memberi tau namamu, aku belum tau namamu sejak awal kita bertemu”
‘dia mengingatku?, tapi tidak untuk member exo?’ pertanyaan itu mengitari otakmu

‘dia mengingat eun ra dan melupakan aku?, kenapa sehun?’ luhan melirik ke arah sehun yang tersenyum ke arahmu


gimana? gimana? msh kurang greget????, duh mian ne, jae lg sibuk bgt, jd pikiran jae melayang kemana mana -,-
sekian dulu deh, jae balik ke alam jae dulu ya *tuing *ngilang (efek suara gagal #abaikan)
#kyjae